Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin
Bab 9


__ADS_3

Athala langsung menatap Edward ketika dia bilang mau pergi ke Jerman,


"kakak serius bilang itu tadi, orang aku bercanda" kata Athala santai sambil mempercepat langkahnya,


"ayo, jangan bengong aja!" kata Azkar sambil menepuk Edward yang terbengong mendengar perkataan Athala,


Athala sudah pergi jauh, dia tidak menyadari bahwa Azkar dan Edward masih berada jauh dibelakang, begitu Athala menoleh dia terkejut kakak dan Azkar tidak ada dibelakangnya,


"kakak? Azkar, dimana kalian?" Athala mencari kakaknya dan Azkar,


"kak, Az?" suara Athala mulai terdengar panik, dia berlari mencari mereka berdua, tanpa sengaja dia menabrak seorang laki-laki dan dua temannya,


"aduh" Athala terjatuh,


"dasar kamu nggak punya mata apa?" laki-laki yang ditabrak Athala sudah bersiap memukulnya, tapi temanya terlebih dulu menghentikannya,


"tunggu, lihat baik-baik" kata temannya sambil menunjuk Athala,


"boleh juga tampangnya" kata laki-laki itu,


"enaknya kita apain?" kata temannya yang lain,


Tiga laki-laki itu berjalan mendekati Athala dan memegang tangan Athala,


"lepasin!" kata Athala dingin sambil menempis tangan laki-laki itu,


"wah judes juga ni cewek, ayo bawa dia" kata laki-laki yang berbadan tinggi,

__ADS_1


"KAKAK, AZKAAAR, TOLOOONG!!"Athala langsung berteriak sekencang-kencangnya,


Salah satu dari tiga orang itu langsung membuka mulut Athala,


"diem kalau nggak....." laki-laki itu mengeluarkan pisunya dan mengarahkannya di leher Athala,


–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––


Di tempat lain.


Akar dan Edward berpencar untuk mencari Athala yang tiba-tiba menghilang. Azkar mendengar jeritan Athala dan langsung mencari sumber pemilik suara itu, saat itu Azkar melihat Athala sedang ditodong dengan pisau,


"lepasin cewek gue!" Azkar berbohong kalau Athala adalah ceweknya pada mereka, ketiga orang itu langsung menoleh dan menatap Azkar,


"dia cewek lo" laki-laki berbadan kurus itu langsung menjambak rambut Athala,


"aaaakkk" teriak Athala, matanya mulai berkaca-kaca. Melihat itu Azkar langsung sing berlari dan mengahajar tiga orang laki-laki, karena tidak mampu menghadapi Azkar yang bruntal, mereka langsung berlari terbirit-birit,


"kau lama sekali, apa maksud kamu juga aku cewekmu?" kata Athala, dia lalu melepaskan pelukannya dari Azkar,


"maaf, tadi aku nggak punya ide lain sih!" jawab Azkar sambil memalingkan mukanya karena menahan malu,


"Azkar, gendong dong!" pinta Athala, Azkar langsung berbalik dan menatap Athala,


"hah?" Azkar hanya memasang tampang bingung,


"kakiku masih lemes, ayo dong!" Athala mengulurkan kedua tangannya,

__ADS_1


"baiklah, ayo!" Azkar berjongkok didepan Athala, Athala langsung naik ke punggung Azkar,


Azkar menggendong Athala di punggungnya, Azkar lalu berjalan menuju ke tempat parkir, dia melihat Edward belum ada di sana,


"Athala, kamu turun sebentar ya? aku mau nelpon kakakmu" Athala sama sekali tidak menyahut, Azkar lalu menoleh, tiba-tiba,


cup💕


Athala mencium bibir Azkar, Azkar sontak langsung terkejut dan memalingkan mukanya,


"kenapa?" tanya Athala,


"nggak, kamu turun ya" Azkar lalu menurunkan Athala,


Azkar mengambil HPnya dan menelpon Edward,


"halo, Azkar? bagaimana Athala sudah ketemu?"


"ya, dia bersamaku sekarang, kami berada di tempat parkir seka....." tiba-tiba Athala langsung merebut HP Azkar,


"come back now!" dibalik sana Edward tersenyum, teryata adiknya baik-baik saja,


"yes, my princess" sahut Edward, Athala lalu langsung mematikan panggilannya,


Tak lama Azkar dan Athala melihat Edward berlari menghampiri mereka, Edward lalu langsung memeluk Athala.


–––––––––––––––––––

__ADS_1


Selamat membaca 📖 Semoga pembaca senang 😊


Jangan lupa like 👍 favorit ❤ dan komentar 👄


__ADS_2