Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin
Bab 6


__ADS_3

Edward terlihat panik ketika menggendong Athala menuju ke UKS, dia tidak mau jika sampai adik kecilnya ini kenapa - napa. Edward meletakkan Athala di tempat tidur yang ada di UKS dan seorang guru membantunya untuk menyadarkan Athala.


"maaf, gue bener nggak tau kalau bakal kayak gini, hey Edward" Azkar meminta maaf pada Edward, tapi Edward tidak memperdulikannya,


"hey Ed, Lo nggak maafin Azkar" Indra menepuk pundak Edward,


"haah, I forgive you. But, If you repeat it I will not forgive you!" kata Edward tegas pada Azkar,


"tes, I will not repeat it" balas Azkar dengan bahasa Inggris juga,


Athala mulai terbangun, ia melihat kakaknya, Azkar, Riko, dan seorang yang tidak dikenal oleh Athala,


"kakak, bagaimana Mama?" tanya Athala pada Edward, Edward terkejut mendengar pertanyaan Athala,


"dia nggak apa - apa, nggak usah dipikirin ya?" kata Edward sambil memeluk Athala, Azkar tidak faham apa yang terjadi pada Athala,


"kakak bohongkan, kakak bilang Mama nggak apa - apa kakak bohongkan" Athala mulai menangis, Edward panik melihat Athala menangis,


"kita pulang aja ya, kakak izinin ke guru kamu dulu. Azkar jaga Athala bentar, Indra ikut aku" Edward pergi dari UKS dengan Indra,


Edward membuka pintu kelas Athala, dia melihat guru sedang mengajarkan pelajaran Biologi, guru itu berhenti sejenak dan melihat Edward,

__ADS_1


"cari siapa ya?" tanya guru itu pada Edward,


"maaf Bu, saya mau minta izin untuk Athala pulang sekarang soalnya dia nggak enak badan" Edward menjelaskan maksudnya pad guru perempuan itu,


"kamu siapanya emang?" selidik guru itu,


" saya kakak kandung Athala, Edward" semua siswa yang mendengar ucapan Edward langsung terkejut terutama, orang yang ada di meja tengah, karena orang itu mulai ingin mencelakai Athala karena rasa cemburunya.


" oh, baiklah kalau begitu silakan" guru itu memperbolehkan Athala untuk pulang duluan.


Edward berjalan kembali menuju UKS, Indra merasa bahwa Edward adalah kakak yang sangat baik untuk Athala,


"Lo bener - bener kakak yang baik" kata Indra pada Edward,


"ibu kalian sudah meninggal, tapi kenapa Athala menanyakannya tadi?" tanya Indra,


"Athala nggak bisa menerima kenyataan bahwa Mama sudah meninggal, ketika dia berada di tempat yang ramai dia akan mengingat kejadian saat Mama bunuh diri" jawab Edward,


"Mama kalian bunuh diri, kenapa?" Indra mulai penasaran,


"masalah....." Edward langsung teringat sesuatu,

__ADS_1


"Sorry, aku nggak bisa cerita ke kamu" Edward langsung mempercepat langkahnya menuju ke UKS,


Didalam UKS Azkar menenangkan Athala, sedang Riko entah pergi kemana tadi,


"Kakak, makasih ya udah tolongin Atta" Athala tersenyum pada Azkar, Azkar terkejut karena suara Athala saat menyebutnya kakak terdengar tidak asing,


"anuu....bisa kau.." pintu UKS itu terbuka dan memperlihatkan Edward yang masuk ke dalam,


"ayo Atta, kita pulang" Edward membantu Athala untuk berdiri, Edward lalu membawanya pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Azkar, Azkar duduk di pinggir tempat tidur, Riko masuk kedalam UKS sambil membawa minuman, dia melihat Azkar duduk termenung.


"ke kelas yuk!" Riko mengajak Azkar untuk menuju ke kelas, Azkar laluanggauk setuju,


"ini minumannya buat gue kan?" Azkar meraih minuman yang dibawa Riko dan langsung meminumnya,


"hey, itu buat Athala" Riko mencoba meraih minuman yang dibawa oleh Azkar,


"dia sudah pulang" Azkar berlari menjauh dan Riko mengejarnya,


"awas Lo, AZKAAAR!!!" Riko berteriak pada Azkar, Azkar lalu melemparkan botol minuman itu pada Riko,


"berisik!" kata Azkar santai, sedang Riko menahan sakit.Mereka lalu tertawa bersama.

__ADS_1


Semoga pembaca suka😉


jangan lupa like👍 favorit❤ dan komentar👄


__ADS_2