Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin
Bab 22


__ADS_3

August terbangun dari tidurnya, seperti biasa rumahnya sangat sepi, anak-anak tinggal di Indonesia sedang dia tinggal sendirian di Jerman,


"baru kembali kesini beberapa hari sudah sangat merindukan dua anak sialan itu" August tertawa kecil,


"Rina apa kau masih belum bisa menerima Athala?" gumam August, dia lalu menuju ke kamar mandi.


——————————————————


Hari ini Azkar dan Athala pergi kencan di sebuah restoran mewah,


"kak cepetan!" Athala berjalan duluan,


"kalau kamu jalan cepet-cepet kayak gitu nanti ketemu preman lagi lo!" tiba-tiba Athala langsung berbalik dan mengandeng tangan Azkar,


"jangan ungkit-ungkit lagi!" Athala mengerutkan dahinya,


"hahaha, lagian aku juga mau kok terus lindungin kamu" Azkar tertawa pada Athala,


Mereka masuk ke dalam restoran dan segera memesan makanan kesukaan masing-masing, Athala pesan burger sedang Azkar pesan seafood,


"nanti setelah makan mau ngapain" tanya Azkar,


"em, terserah kamu, bagaimana kalau ke padang bunga" sahut Athala,


"baiklah, sesuai keinginan anda tuan putri" Azkar tersenyum jail pada Athala,


"kak, kamu tau ya kalau aku ini bukan..."


"nggak usah dilanjutin, hari ini kita happy-happy" sela Azkar, dia lalu mendekatkan wajahnya pada Athala, sebelum itu Athala sudah menutup bibir Azkar dan mendorong wajahnya menjauh,


"nggak liat apa kalau tempat ini ramai" Athala memasang tampang sebalnya,


"berarti kalau di tempat sepi boleh dong, malah lebih" goda Azkar,

__ADS_1


Athala langsung memukul kepala Azkar dengan buku menu,


"jangan mesum!" wajah Athala memerah,


"hahaha, kamunya mau juga kan?" Azkar tertawa, semua orang memperhatikan mereka,


"gara-gara kamu semua orang jadi ngeliat kita kan!" Athala sebal dan keluar dari restoran itu, Azkar tersenyum lalu menyusul Athala.


Sekarang mereka menuju ke kebun Bungan, tempat disana sangat indah dipenuhi hamparan bunga,


"kak fotoin aku!" Athala menghilangkan bunga,


"teryata narsis juga ni cewek!" Azkar mengeluarkan ponselnya dan memfoto Athala,


Setelah selesai berfoto Athala menghampiri Azkar untuk melihat hasilnya,



Hari sudah menjelang sore, mereka pun segera pulang, biasannya jika pulang malam Edward akan marah-marah.


Seperti biasa Edward menunggu Athala pulang sambil duduk diteras rumahnya,


"lam banget ni anak, awas aja jika terlambat pulang lagi" geram Edward,


Sebuah mobil berhenti di depan rumah, Athala keluar dari mobil dan langsung menghampiri kakaknya itu,


"lama nunggu ya, makanya lain kali nggak usah ditungguin kalau aku pulangnya lama" Athala bicara dengan nada santainya,


Edward mulai geram mendengar omongan Athala, sebelum mereka berdebat Azkar langsung mengalihkan topiknya,


"hey, bagaimana jika aku masak buat kalian lagi?" Azkar tersenyum pada dua orang kakak-adik ini yang mau adu mulut,


"wah, boleh-boleh" mata Edward berbinar-binar, dia lalu langsung menarik Azkar masuk,

__ADS_1


Azkar muali memasak, tapi ternyata dua orang itu masih beradu mulut di ruang makan,


"hah, kekanakan sekali Edward itu, apa salahnya sih dia mengalah" Azkar menghembuskan nafasnya kasar,


Azkar menyajikan makanannya dan langsung berpamitan untuk pulang,


——————————————————


Didalam rumah, semua kelurga Azkar berkumpul merundingkan sesuatu yang penting. Azkar masuk ke rumah dan langsung masuk ke kamarnya tanpa menghiraukan keluarganya itu,


"liat anak itu, sama sekali tidak punya sopan santun" kata kakeknya,


Belum Azkar masuk ke kamarnya, dia kembali turun ke bawah,


"wah aku merasa ada yang membicarakan ku, makanya aku turun lagi!" Azkar tersenyum sinis,


"Azkar bisakah kau sedikit bersifat baik hari ini, semua keluarga sedang berkumpul tapi kau malah asik bermain diluar" Reno berbicara pada Azkar dengan nada geram,


"apa pedulinya anda tuan Reno Martin, Anda saja...." sebelum Azkar menyelesaikan kata-katanya, Reno menamparnya, Azkar terkejut, dia diam tanpa berkata-kata Azkar pergi,


"Azkar kamu mau kemana?" tanya Anna,


"aku mau ke rumah Athala, walaupun disana hanya ada Athala dan Edward, tapi entah kenapa rumah itu lebih hangat, tidak seperti disini!" Azkar pergi keluar rumah,


"Reno! kau seharusnya bisa mengatur emosimu, sekarang lihat, Azkar lebih menganggap orang lain seperti keluarganya dari pada kita!" Anna menagis.


Azkar masih terdiam di depan rumahnya, dia menangis.


'aku iri dengan Athala, walau dia bukan anak dari hasil pernikahan, tapi dia begitu disayangi dikeluarganya'


Selamat membaca 📖 Semoga pembaca senang 😊


Jangan lupa like 👍 favorit ❤ dan komentar 👄

__ADS_1


__ADS_2