Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin
S2 Bab 46


__ADS_3

Athala berjalan santai di depan Azkar, siapa yang bilang dia tidak menyukai Azkar, dia suka tapi juga membencinya,


"kamu jalan jangan cepet-cepet gitu dong, nggak takut apa sama penjahat di pinggir jalan?" ucap Azkar, Athala menoleh dan menatap tajam Azkar,


"jangan ungkit-ungkit itu lagi, aku masih trauma tau!"


"gitu ya, kalau begitu sini!" Azkar mempercepat langkahnya dan langsung merangkul Athala, Athala mencoba melepas tangan Azkar, tapi percuma saja,


"nggak usah ngelawan kali, aku bukan Azkar yang dulu, yang bakalan dengan mudah melepas kamu lagi, aku yang sekarang nggak akan pernah melepaskanmu!" Azkar membalik badan Athala dan menciumnya, Athala hanya diam tanpa memberontak sedikitpun,


"aku sangar mencintaimu Atta, jangan pernah meninggalkanku lagi" Azkar memeluk erat Athala,


Hujan turun dengan derasnya, tapi tidak ada tanda-tanda Azkar akan melepaskan Athala dan mereka terguyur hujan bersama,


"aku tidak ingin basah, minggir kau!" Athala mendorong Azkar dan dirinya berteduh di tempat yang sudah biasa disediakan,


"tega sekali dia" Azkar menyusul Athala. Hari menjelang malam, tapi hujannya tidak juga reda,


"kita menginap di hotel saja ya? hujan deras banget dan lagi tempat parkir mobilnya jauh" ucap Azkar,


"serah kamu aja, setiap ikut kamu aku hanya kena sialnya aja,


"hah, ayo cepetan!" Azkar menarik Athala menuju ke hotel di seberang jalan,

__ADS_1


"kamu check-in, aku tunggu kamu" Athala menunggu Azkar selesai check-in, setelah selesai mereka menuju ke kamar,


"kamarnya cuma satu?" tanya Athala,


"iya, banyak yang nginap disini juga, jadi kamar tinggal satu ini, kita beruntung lho, tadi ada yang nggak dapat kamar" Azkar tersenyum sambil menunjukkan satu kartu kamar pada Athala,


"terserah deh, kamu tidur di sofa, akunya di tempat tidur!" Athala meraih kartu itu dan membuka pintu kamar hotel,


"aku mau mandi dulu!" Athala meletakkan tas yang dibawanya dan masuk ke kamar mandi, Azkar hanya tersenyum,


"tidak boleh ada kesalahan lagi!" gumam Azkar, dia merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, Athala keluar dengan memakai handuk yang di sediakan, seketika wajah Azkar langsung memerah karena terpesona,


"menyingkir dari tempat tidur!" ucap Athala dingin, Azkar duduk dan menarik Athala, seorang posisi Azkar ada di atas Athala,


"jangan lakukan, aku bukan istrimu!"


"kalau kau istriku, kau mau dong?" kata Azkar sambil tersenyum,


"aku tidak akan pernah menjadi istrimu!" Azkar tidak menjawab, dia lalu melepas handuk yang di pakai Athala dan kemudian melepas pakaiannya juga, setelah itu Azkar melakukan aksinya.


_____________________________________________________________


Athala terbangun, dilihatnya Azkar yang tidur disampingnya, Athala mencoba untuk berdiri, tapi pangkal pahanya terasa sangat sakit,

__ADS_1


"apa sakit?" Azkar terbangun dan mengikuti Athala duduk dan memeluknya dari belakang,


"kalau tau kenapa masih nanya!" jawab Athala jutek,


"jangan marah-marah gitu dong, atau kau mau lagi?" Azkar tersenyum,


"menjauh dariku!" Athala berlari ke kamar mandi sambil membalut dirinya dengan selimut,


"dasar!"


———————————


Athala masuk ke dalam rumah dengan geram, bagaimana bisa Azkar melakukan hal seperti itu padanya,


"wah, mom sudah pulang!" Reva berlari dan langsung melompat ke pelukan Athala, karena kaki Athala sakit tentu saja mereka terjatuh,


"mom, are you right?" tanya Rava, pikirnya Momnya tidak akan jatuh karena dipeluk oleh Reva, jadi pasti Momnya sedang tidak sehat atau dalam masalah lain,


"yes, l right" balas Athala singkat,


"betulkah? kelihatan sepertinya kaki Mom sakit" Azkar langsung menoleh, putranya ternyata adalah seorang yang sangat pandai memahami situasi.


Happy Reading 📖

__ADS_1


Don't forget to like 👍 and comment 👄


__ADS_2