Si Gadis Dingin

Si Gadis Dingin
S2 Bab 39


__ADS_3

"besok umur Ev dan Ava enam tahun, terus bulan depan sekolah, yey yey" Reva melompat-lompat di atas sofa,


"turun sekarang, kayak anak kecil aja!" Rava menatap Reva sinis,


"kan benar, lagian umur kita besok baru enam tahun" Reva turun lalu menyangga kepalanya degan kedua tangannya,


"sudahlah, mana Rey?"


"Rava.....!" Reyhan masuk dari pintu depan dan langsung memeluk Rava,


"darimana kamu?" tanya Rava dingin, Reyhan lalu mendekatkan wajahnya ke Rava,


"Ra...ha...si...a" Reyhan langsung menjauhkan wajahnya dan berlari kecil meninggalkan Rava, Reva hanya tersenyum melihat adiknya itu,


__________________________________


Esoknya,


"nggak pa-pa kayak gini ya?" Elios duduk di samping Reva,


"tenang aja, nggak masalah, lagian Ava juga masih tidur kok" Reva tersenyum,


"hey, Arjun matikan lampunya!" ucap Reva jengkel,


"hah?" Arjun malah memasang tampang bodoh,


"matikan lampunya Jun!" kata Elios gemas,


"oh" Arjun mematikan lampunya dan duduk di samping Elios,


"Rey mana?" tanya Arjun,


"biar Ava nggak curiga aku suruh Rey buat bareng dia terus, soalnya Ava pinter banget kalau menebak sesuatu" jelas Reva,

__ADS_1


Mereka sudah merencanakan ini, orang tua mereka juga sedang sibuk dengan urusan masing-masing, jadi untuk merayakan ulang tahunnya mereka yang ngatur. Pintu kamar Rava terbuka, Reva langsung mengambil senter dan mengarahkan ke wajahnya,


"selamat ulang tahun kembaranku!" wajah Reva terlihat seperti setan,


"aaaaaaaaa!!" Rava langsung terkejut dan jatuh ke lantai, karena penasaran Reyhan yang di belakang Rava juga ikut melihat, seketika Reyhan langsung pingsan,


"Rey!" teriak mereka bersamaan,


__________________________________


Reyhan terbaring di sofa,


"kau ini bodoh sekali, memberi kejutan malah bikin orang jantungan!" Rava menatap tajam Reva, Reva hanya menundukkan kepalanya merasa bersalah,


"kamu itu adiknya, tapi malah lebih cocok jadi kakaknya!" Arjun berbicara dengan santai,


"Jun jangan gitu dong" Elios tersenyum kikuk,


"haaah, gimana ini, jika paman Riko tau, kita pasti dimarahi habis-habisan" Rava merebahkan tubuhnya ke sofa,


"jangan kasar dengan Rey dong!" Elios duduk di samping Rava, Reva masih terduduk di lantai,


Ting tong,


Keempat anak itu langsung menatap ke pintu,


"gimana ni?" Reva bingung,


"buang aja Rey ke sungai!" ucap Rava santai,


"bener juga!" Reva siap-siap mau menarik Reyhan tapi dihentikan oleh Arjun,


"kalian berdua ini psikopat ya!" Arjun menatap horor Reva dan Rava,

__ADS_1


"eeee!" Reva langsung bersembunyi dibelakang Rava,


"kalian lagi ngapain?" tanya Athala, dan di belakangnya ada empat laki-laki,


"eeeh? kenapa Rey bisa tidur di sofa gini?" Riko langsung menghampiri anaknya,


"emm" Reva menundukkan kepalanya,


"kenapa ini?" Indra menatap Arjun,


"itu, Reva mau membuat kejutan untuk Rava, tapi malah Rey yang kaget hingga akhirnya dia pingsan" jelas Arjun santai,


"anak baik" Indra mengusap kepala Arjun,


"Ev nggak sengaja kok, Ava tolongin aku" Reva bersembunyi dibelakang Rava dan matanya sudah berkaca-kaca, Riko berdiri di depan Rava dan ...


"kenapa? kamu berani marahin anak aku?" Athala menarik kerah baju Riko dan melemparnya, sehingga Riko terjatuh,


"kasar banget sih, aku mana berani marahin anak kamu" Riko langsung menghampiri kedua anak Athala dan mengusap kepalanya,


"bagus, awas aja ya!" Athala menatap tajam Riko,


"kalian ini kenapa takut banget sama bibi Athala sih?" tanya Arjun,


"emang kamu nggak takut apa sama Rava atau Reva gitu?" tanya Edward,


"nggak tuh, Reva itu cengeng dan Rava itu nggak pedulian alias cuek" kata Arjun santai,


"kamu santai banget ya?" Elios merangkul Arjun,


"heh" Arjun tersenyum miring,


Happy Reading 📖

__ADS_1


Don't forget to like 👍 and comment 👄


__ADS_2