
Azkar membawa Athala langsung menuju ke mobilnya, dia membawa Athala pulang, Edward melihat Athala pergi dengan Azkar,
"apa yang terjadi?" tanya Edward pada Riko yang berada di sampingnya,
"Athala di bully sama cewek-cewek yang suka sama Azkar" jelas Riko,
"tadi kayaknya parah banget lo, soalnya banyak lukannya" sahut Indra,
"ayo cari cewek-cewek itu!" kata Edward dingin, Indra dan Riko hanya ikut saja,
Edward melihat lima cewek berkumpul sambil tertawa senang, Edward mendekati mereka,
"kalian yang ngganguin Athala!" Edward memgeng kasar tangan Tasya, ketua dari cewek-cewek itu,
"apaan sih, nggak jelas banget" sahut Tasya sambil menarik paksa tangannya,
"kalau iya kenapa? emang lo siapanya Athala?" kata Dewi, Edward hanya tersenyum kecut,
"aku kakaknya Athala!" mereka semua terkejut mendengar perkataan Edward,
"kalau kalian berani gangguin Athala lagi, Azkar yang langsung turun tangan" kata Riko,
"aku juga akan turun tangan lo!" kata Edward, dia lalu berbalik dan pergi.
—————————————————
Azkar melihat Athala, tatapannya kosong dan hampa, itu membuat Azkar mengigat gadis kecil waktu itu,
"Atta kamu nggak pa-pa?" tanya Azkar khawatir,
"hm!" Athala hanya berdehem,
__ADS_1
"haaah, kamu jangan gitu dong!" Azkar menepikan mobilnya dan berhenti,
Azkar memeluk Athala, Athala membalas pelukannya dan menangis di pelukan Azkar,
"nggak pa-pa, aku bakalan lindungin kamu" Azkar menenangkan Athala,
"liat deh, ada bunga bagus itu" Azkar menunjuk bunga-bunga yang berjatuhan dari pohon, pas sekali karena Azkar berhenti di tempat yang banyak pohon bunganya,
Azkar lalu mengajak Athala keluar dari mobil, Athala lalu duduk di tempat duduk yang sudah disediakan, Azkar hanya berdiri,
Athala lalu tersenyum melihat Azkar yang mengangkat tangannya agar bunganya berjatuhan di tangannya,
"kenapa senyum kayak gitu, apa yang lucu?" Azkar melihat Athala bingung,
"kamu yang lucu, kak Martin" Athala tersenyum manis,
"aku panggil kamu Atta, kamu panggil aku kak Martin, setuju?" kata Akar sambil memberikan kelingkingnya pada Athala, Athala memberikan kelingkingnya juga sambil mengangguk,
"setuju gini?" kata Athala,
"pulang yuk, nanti kamu demam, pakaian kamu itu basah!" Azkar mengajak Athala masuk mobil dan pulang,
—————————————————
Edward menunggu Athala pulang, tapi ternyata sudah di tunggu satu jam nggak pulang-pulang,
"Athala mana, katanya tadi pulang duluan dengan Azkar?" tanya Papanya,
__ADS_1
"nggak tau ah, nodo!" Edward mulai kesal dan masuk ke dalam rumah, August lalu ikut masuk juga,
Tak lama kemudian pintu terbuka, Athala datang sendiri tidak ditemani Azkar, Edward lalu menghampiri Athala,
"mana Azkar, kayaknya tadi pulang bareng dia kamu?"
"dia ada urusan, ayahnya marahin dia gara-gara bakar dokumen penting" jawab Athala santai, dia lalu pergi ke kamarnya untuk mandi,
"sifat Athala memang kayak gitu ya?" tanya August,
"papa kan tau kalau dia kayak gitu gara-gara kematian mama!" jawab Edward malas,
Athala keluar dari kamarnya, dia sudah mandi dan badannya sangat segar,
"Athala kamu masak sana!" perintah Edward,
"kamu berani perintah aku kayak gitu?" kata Athala sambil menatap tajam Edward,
"iya, aku kan kakak kamu, emang nggak boleh?" balas Edward sambil berdiri di hadapan Athala,
"asal kakak tau ya? aku nggak suka disuruh-suruh, kecuali kemauan aku sendiri!"
"heh? kamu berani ngelawan aku?"
"asal kau tau, aku nggak peduli kamu kakak aku!"
Athala dan Edward malam bertengkar gara-gara hanya menyuruh Athala masak, August hanya melihat mereka tanpa melerai atau bagaimana gitu,
'kekanakan sekali mereka berdua' batin August.
Selamat membaca 📖 Semoga pembaca senang 😊
__ADS_1
Jangan lupa like 👍 favorit ❤ dan komentar 👄