
"Kenapa Ava selalu seperti itu, padahal kan aku juga bermaksud baik" Reva menatap kepergian Rava,
"kau terlalu posesif dengannya, tentu dia kesal dan karena itu juga dia jadi tidak memiliki teman" Azkar masih menggendong Reyhan sambil menepuk-nepuk punggungnya,
"kan Ava sudah punya aku!" Reva berkata tegas pada Azkar,
"kau tidak boleh egois seperti itu, Rava bisa saja bukan menyayangimu tapi malah membencimu" Reva terkejut dengan perkataan Athala,
"apa kau ingin Rava membencimu?"
"TIDAK!! aku tidak ingin Ava membenciku!" Rev langsung
berlari mengejar Rava yang pergi ke taman depan,
"dia terlalu sayang pada Rava, bagaimana jika dia sampai terobsesi?" Azkar menatap Athala, tapi Athala hanya diam, Azkar menghembuskan nafasnya kasar karena tidak mendapat respon dari Athala,
__________________________________
Di taman depan,
"apanya yang sayang, justru itu membuatku tamah terkekang!" Rava melempar batu-batu kecil ke kolam ikan di depannya,
"tingkahnya malah seperti istriku dari pada kakakku, bodoh, posesif, egois, arogan!!" Rava berdiri dan langsung menendang batu besar di depannya dan....
__ADS_1
"AAWW, bagaimana bisa sekeras ini sih!" Rava malah marah-marah tidak jelas, padahal itu ulahnya sendiri,
"itu kan batu, tentu saja keras!". Reva muncul dari belakang Rava, Rava yang melihatnya langsung memalingkan mukanya,
"ada perlu apa? mau marahin, ngomel-ngomel..." Reva langsung menutup mulut Rava dengan tangannya sebelum bicara hal yang tidak berguna,
"aku...aku..." Reva sedikit menundukkan kepalanya,
"apa?" ucap Rava ketus,
"aku minta maaf, karena terlalu posesif" Tas terkejut dengan ucapan Reva, selama ini setiap mereka bertengkar pasti Rava yang akan minta maaf duluan, tapi kali ini malah Reva, padahal biasanya dia tidak mau jika disuruh minta maaf duluan,
"iya, aku maafin" Rava tersenyum lebar pada Reva, Reva yang terlalu senang langsung memeluk Rava, karena keadaan Rava tidak seimbang akhirnya mereka berdua tercebur di kolam ikan,
BYUUR!!
Azkar dan Athala langsung menoleh begitu mendengar suara sesuatu tercebur, ternyata Reyhan ikut-ikutan nyebut ke kolam ikan itu,
"hey kalian, buruan keluar! nanti ikannya pada mati semua lho!" Azkar berteriak pada tiga anak itu yang mlalah bermain di dalam kolam bukannya segera keluar,
"Atta, boleh aku bertanya"
"apa?"
__ADS_1
"waktu aku bertemu dengan Rava untuk pertama kalinya, dia di kejar oleh beberapa orang, mereka ingin memiliki kepintarannya, tapi dilihat sekarang dia nampak seperti anak pada umumnya"
"kalau seperti ini, mungkin orang akan mengira mereka anak biasa, tapi jika kau beri mereka kerjaan layaknya orang dewasa mereka pasti akan menyelesaikannya dengan baik dan juga mereka menciptakan sesuatu yang luar biasa" Athala tersenyum bangga,
"apa yang mereka ciptakan?" Azkar sangat penasaran,
"sesuatu yang dapat menaklukkan dunia" Azkar hanya terdiam mendengar ucapan Athala,
"mom, dad, ayo turun sini!" teriak Reva yang basah kuyub, Reyhan dan Rava juga,
"baiklah, tinggi sebentar" Azkar segera masuk dan turun kebawah, Athala juga mengikutinya,
_____________________________________
Miria menatap laki-laki itu, dia berpakaian serba hitam dan juga memiliki anak buah di belakangnya,
"nyonya, bisa kau bantu aku menemukan anak dalam foto ini?" suaranya lembut tapi tersebar sangat menakutkan, Miria menatap foto yang diperlihatkan oleh laki-laki itu,
"ini!" Miria terkejut dengan yang dilihatnya, itu foto anak kecil yang diakui Azkar sebagai anaknya.
Happy Reading 📖
Don't forget to like 👍 and comment 👄
__ADS_1
+vote