Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku
BAB 10


__ADS_3

Jero yang telah bangun dipagi hari mengambil ponselnya untuk melakukan video call dengan Frenya. Dia memiliki perasaan kurang enak terhadap Frenya.


"Frenya kemana ya, kenapa video call aku tidak diangkatnya." kata Jero sambil menatap layar ponselnya.


Jero kembali mengulang panggilan itu, dia berharap pada panggilan kedua, panggilannya akan diangkat oleh Frenya.


"Dia kemana ya?" lanjut Jero yang panggilannya masih tidak diangkat oleh Frenya.


Jero yang langsung tidak mood karena Frenya tidak mengangkat videocallnya langsung saja pergi mandi. Dia berdiri di bawah shower yang mengucurkan air panas. Jero bener bener kesal. Ingin rasanya Jero untuk datang ke rumah Frenya, tetapi karena waktu dan keadaan yang membuat Jero tidak bisa ke sana sekarang.


"Aaaaaggggggggg"


Jero meninju dinding kamar mandinya. Dia sangat sangat merasa kesal. Biasanya kalau berada di negara A, kalau Jero kesal maka dia akan meninju samsak di gym miliknya. Sekarang dia berada di negara I, di rumah ini Jero tidak menyediakan ruangan gym. Jero yang merasa badannya sudah panas karena tersiram air hangat dari shower langsung keluar menuju ruang pakaiannya. Jero harus tetap pergi ke kantor untuk meeting walaupun dia dalam kondisi kesal. Jero selesai berpakaian dan merapikan dirinya, langsung saja keluar kamar dan menuju meja makan. Sarapan dan kopi sudah tersedia di meja makan. Begitu juga dengan Felix yang sudah duduk manis di sana.


"Kenapa bray?" tanya Felix yang melihat Jero sedang tidak mood itu.


"Lagi kesal" jawab Jero.


"Frenya lagi?" Felix pura pura bertanya saja, Felix sudah tau kalau yang membuat Jero menjadi tidak baik moodnya adalah Frenya.


"Yup. Kesal gue, dia nggak angkat video call dari gue. Ntah apa yang dilakuinnya sekarang" kata Jero sambil menyuap roti bakarnya. Jero benar benar marah sekarang.


"Samperin aja kalau penasaran" kata Felix.


"Biarin ajalah. Palingan nanti dia juga nelpon gue dan datang ke kantor" kata Jero yang hafal betul gaya Frenya.


"Serah Jer. Saran gue loe pikir pikir lagi aja untuk terus sama dia. Kedua orang tua loe nggak setuju sama sekali." ujar Felix berusaha memberikan masukan kepada Jero untuk tidak dekat kembali dengan Frenya.


"Mami karena belum dan tidak tau dia aja. Makanya jadi tidak suka" Jero masih membela dirinya dan Frenya.


Felix tidak mau memperpanjang lagi. Felix tidak ingin membuat Jero semakin tidak mood. Mereka sekarang memiliki pekerjaan segunung yang harus mereka urus dan selesaikan dengan cepat. Waktu mereka di sini hanya satu minggu itu termasuk dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan terbesar di negara I.

__ADS_1


Mereka berdua selesai menikmati sarapan pagi dengan roti bakar dan kopi. Dua pria tampan itu langsung naik ke atas mobil. Felix melajukan mobilnya menuju kantor mereka. Felix melaju dengan kencang, karena di negara itu jarang orang memakai kendaraan pribadi, mereka selalu memakai moda transportasi umum. Tidak butuh waktu lama mereka telah sampai di kantor. Felix memberhentikan mobilnya tepat di pintu masuk kantor. Jero turun dan langsung berjalan dengan dinginmya menuju ruangannya di lantai tujuh gedung itu. Sedangkan Felix akan memarkir mobil terlebih dahulu, baru setelah itu dia akan menyusul Jero diruangannya.


Jero dan Felix memulai kerja mereka hari ini yaitu meeting dengan bagian keuangan. Semua karyawan bagian keuangan sudah menunggu mereka diruangan meeting. Felix membukakan Jero pintu ruangan. Jero yang memang sudah tidak mood masuk ke dalam ruangan dengan wajah kesal dan amarah, semua yang berada di sana menjadi takut setengah mati.


"Selamat pagi untuk kita semua. Hari ini kita akan meeting tentang pengeluaran yang kami lihat berdua ada sesuatu yang sengaja anda lakukan. Sekarang saya meminta penjelasan langsung dari manager ada apa sebenarnya dengan pembengkakan dana yang lumayan banyak itu." kata Felix memulai meeting dengan langsung ke pokok masalah.


Manager keuangan yang sudah lumayan tua itu menjadi takut kalau kedoknya akan terbongkar.


"Sebelumnya saya minta maaf Tuan Felix, saya tidak tau kalau ada masalah pembengkakan dibagian pengeluaran. Saya rasa di sini ada permainan staf saya Tuan Felix." ucap manager membela dirinya.


Para karyawan langsung khasak khusuk siapa pula yang mau menipu perusahaan tempat mereka bekerja itu. Mereka saling pandang pandangan dengan pandangan menuduh. Suara mereka sudah mulai terdengar diruangan meeting, dari yang berbisik sampai akhirnya mengeluarkan suara mereka.


Felix tiba tiba memukul mejanya, dia menunjuk memakai jari kiri kepada manager keuangan. "Anda masih mengelak, baik saya akan langsung share di grub perusahaan bukti bukti aliran dana dari kantor ke kantong pribadi Anda." Felix kemudian mengirim file bukti bukti penggelapan uang kantor ke grub kantor.


Manager dan semua karyawan bagian keuangan terkejut dengan semua bukti itu. Pada bukti yang dibagikan Jero terlihat kalau manager sudah menyalahgukan kekuasaannya. Dia memperkaya dirinya sendiri dengan cara merugikan perusahaan.


"Anda masih mengelak manager?" tatap tajam dan dingin Felix.


"Dengan sangat tidak hormat Tuan, anda saya keluarkan dari perusahaan tanpa sedikitpun pesangon. Serta kerugian perusahaan yang anda akibatkan akan diambil melalui penyitaan harta benda Anda." kata Felix.


"Tuan Andro masuk" lanjut Felix


Masuklah seorang pengacara muda yang tidak kalah terkenal kejamnya keruangan meeting itu. Dia langsung mengeluarkan jumlah kerugian yang diakibatkan manager dan juga mengeluarkan harta harta apa saja yang disita oleh perusahaan.


Manager keuangan yang melihat apa saja yang disita hanya bisa mengurut dadanya saja. Semua pencariannya selama ini hilang lenyap dalam hitungan detik. Manager tidak tau akan berbicara apa kepada keluarganya. Mereka semua tidak menikmati hasil korupsi manager. Semua hasil korupsi yang menikmati adalah Frenya tak lain kekasih Jero presiden direkturnya sendiri.


"Silahkan keluar manager. Keluarga anda juga sudah saya usir dari rumah itu. Rumah itu sekarang resmi menjadi milik perusahaan" kata Jero dengan dingin.


Manager keluar dari ruangan dengan muka menunduk yang penuh penyesalan. Dia kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Frenya.


"Sayang kamu dimana?" kata manager.

__ADS_1


"Diapartemen honey. Ada apa?" jawab Frenya yang baru saja siap mandi bersih.


"Aku kesana sekarang. Aku butuh kamu" kata manager.


"Datang aja honey. Aku akan menemanimu" kata Frenya.


Manager kemudian menyetop sebuah taksi. Dia langsung menuju apartemen Frenya yang dibelikannya dari hasil korupsi di perusahaan Jero. Manager yang sampai di apartemen langsung menuju unit milik Frenya. Manager menekan bel. Frenya kemudian menyambutnya dengan pakaian yang sangat seksi.


"Kenapa dengan wajahmu honey?" kata Frenya yang melihat manager dalam keadaan tidak baik baik saja.


" Aku di pecat sayang" kata manager.


"Apa di pecat???? Oh bagus. Sekarang juga kamu keluar dari apartemen ku. Aku tidak sudi tidur dengan pengangguran seperti kamu." teriak Frenya dengan murka. Frenya mana mau dengan seorang pria tua yang sekarang juga sudah pengangguran itu.


"Tapi sayang, semua korupsiku aku berikan ke kamu sayang." kata manager dengan mengibanya.


" Peduli amat. Semua uang dan fasilitas yang kamu berikan sudah saya bayar lunas dengan kenikmatan yang kamu terima dari saya. Sekarang juga silahkan keluar atau saya panggil security" ancam Frenya.


"Dasar wanita ******. Aku sumpahin kamu akan menerima batunya" teriak manager.


Frenya menutup dua telinganya dengan kedua tangannya. Dia kemudian mengusir manager dengan tangannya.


"Mana ada pengangguran bisa menikmati aku. Mimpi aja lo sono tua bangka nggak tau diri" kata Frenya dengan nyaringnya.


Manager keluar dari apartemen Frenya, dia sangat menyesal telah mengenal Frenya. Ternyata Frenya tidak sebaik yang dia kira. Apalah daya manager nasi sudah jadi bubur.


Jero dan Felix melanjutkan pekerjaan mereka yang lain. Hari ini mereka berencana untuk tidak lembur. Jadi pas jam pulang tiba mereka langsung juga pulang.


" Nggak juga ada kabar Jer?"


"Nggak Felix. Biarin ajalah Felix. Nanti dia baik sendiri" kata Jero sambil memejamkan matanya. Jero sangat lelah sekali hari ini.

__ADS_1


__ADS_2