Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku
BAB 108


__ADS_3

Hendri yang telah mengantarkan Bunda ke rumah sakit, dan menunggu sampai Bunda tidak terlihat lagi, langsung menuju ke perusahaan. Hari ini dia harus kerja lembur karena besok dan lusa sudah bisa dipastikan Hendri tidak akan bisa masuk kantor karena adik semata wayangnya akan menikah. Apalagi calon adik iparnya adalah kolega bisnis perusahaan Sanjaya yang baru. Bisnis yang bergerak di bidang properti. Bisnis baru yang di masuki oleh perusahaan Sanjaya dengan kemampuan membaca peluang yang dimiliki oleh Hendri.


Hendri dalam melakukan bisnis properti tidak membidik masyarakat menengah ke atas. Tetapi, membidik pasar masyarakat kelas menengah ke bawah, dengan membuat perumahan masyarakat dengan subsidi dari pemerintah. Salah satu peluang bisnis properti yang dilihat oleh Hendri sangat bagus untuk dikembangkan.


Hendri mengajukan kerjasama dengan beberapa perusahaan. Tetapi yang akhirnya mau dan bersedia melakukan kontrak kerjasama adalah perusahaan Edwardo yang juga menjadikan masyarakat ekonomi menengah ke bawah sebagai target pasar mereka yang baru


Perusahaan lain sempat mempertanyakan kenapa perusahaan Sanjaya dan juga perusahaan Edwardo mau membidik kalangan ekonomi menengah ke bawah dengan memberikan kredit untuk membeli perumahan. Tetapi, karena perusahaan Edwardo sudah berhasil satu kali, maka mereka dengan tenangnya setuju dengan ajakan dari perusahaan Sanjaya untuk melakukan kerjasama.


Deli, Dina dan Dian berkendara menuju butik milik Dian yang memang menjual pakaian pengantin. Mereka akan memilih salah satu pakaian yang ada di sana untuk Deli. Dian tidak mau sahabatnya itu menikah hanya memakai kebaya biasa saja. Dia ingin membuat Deli tampil cantik maksimal, walaupun pernikahan itu dilakukan secara mendadak dan hanya Deli yang tahu kenapa dia mau melakukan hal itu.


"Jadi, loe mau ngasih gue salah satu koleksi pakaian loe yang terbaru gitu?" tanya Deli kepada Dian yang membawa mobil.


"Iyalah. Loe bebas milih gaun mana yang mau loe pakai untuk pesta pernikahan elo besok. Itu hadiah pernikahan dari gue untuk elo." ujar Dian menjawab pertanyaan dari Deli.


"Yan, kita berdua juga pakai pakaian yang sama lah. Masak ndak. Loe juga harus kasih Bunda satu. Ayah dan Hendri juga" ujar Dina mengingatkan Dian untuk menyediakan buat anggota keluarga mereka yang lainnya.


"siap siap. Nanti tinggal pilih aja mana yang mau" jawab Dian yang siap menghadang semua keinginan dari Dina dan Deli.


"Itu baru keren" ujar Dina kepada Dian.


Dina memberikan dua jempolnya kepada Dian.


"Nah loe sendiri apa?" tanya Dian kepada Dina yang dari tadi tukang kasih semangat saja.


"Loe tenang aja. Pesta pernikahan mereka berdua gue yang kelola semuanya" ujar Dina yang nanti akan mengatakan hal itu kepada kedua keluarga besar setelah acara pernikahan Deli dan Jero


"Gue juga ikut. Masak loe sendiri aja. Nggak mau gue" ujar Dian yang juga ingin ikut dalam pesta pernikahan Deli dan Jero

__ADS_1


"Tentu iya loe harus ikut. Mana bisa gue sendirian. Minimal untuk baju pesta datangnya dari elo lagi" ujar Dina mengatakan apa yang harus dipersiapkan oleh Dian.


"Itu masalah gampang. Kita tinggal menjahit nya saja lagi. Smeua ukuran kita udah ada sama tukang jahit gue. Nanti malam gue akan begadang bikin desainnya" ujar Dian yang sudah sangat semangat untuk membuat desain baju pengantin untuk pesta pernikahan Jero dan Deli.


Karena keasikan mengobrol. Mereka bertiga tidak sadar kalau sudah sampai di depan salah satu butik milih Dian.


"Ayuk turun. Siap ini kita ke salon gue. Kita akan memanjakan tubuh kita ini. Apalagi untuk sahabat gue ini, gue akan minta karyawan untuk memberikan dia paket pengantin. Biar wangi luar dan dalam" ujar Dian sambil menahan senyumnya saat mengatakan hal itu kepada Deli.


"Dasar otak gesrek bin mesum" ujar Dina sambil memukul kepala Dian dengan dompet kecil yang dibawanya.


"Eh bentar Din. Dompet loe tipis banget sekarang. Apa perusahaan loe jatuh bangkrut?" ujar Dian yang aka membully Dina.


"Enak aja loe. Mana ada perusahaan gue bangkrut. Loe no yang hampir bikin perusahaan Sanjaya bangkrut mendadak" ujar Dina menjawab olok olokan yang diberikan oleh Dian kepada dirinya.


"Kan hampir" jawab Dian dengan ekspresi biasa aja.


"Udah udah jangan pada ribut. Jadi nggak cari pakaiannya?" ujar Deli berusaha melerai keributan yang terjadi antara Dina dan Dian yang tidak akan jelas kapan berakhirnya keributan tersebut.


"Jadilah, masak ndak. Ayuk masuk" ujar Dian mengajak Deli dan Dina untuk masuk ke dalam butik miliknya itu


Mereka bertiga kemudian berjalan masuk ke dalam butik milik Dian. Mereka akan memilih pakaian yang akan mereka pakai untuk acara pernikahan Deli besok.


Dian membawa Deli ke bagian pakaian pernikahan yang sama sekali masih baru yang belum di lihat oleh orang ramai. Dian meminta Deli untuk melihat lihat yang mana yang diminati oleh Deli untuk dipakai di acara pernikahan dirinya besok.


Deli dibantu oleh Dina memilih sebuah pakaian kebaya untuk pernikahan yang banyak terpajang di patung patung yang ada di ruang kerja milik Dian.


Pada ruang kerja itu, pakaian yang diletakkan adalah model model yang akan dikeluarkan untuk bulan besok, Deli berkesempatan untuk memilih salah satu dari enam buah kebaya pengantin yang baru saja selesai dibuat oleh Dian.

__ADS_1


"Yang mana bagusnya Din?" tanya Deli kepada Dina.


"Gue pusing mau yang mana gue pilih. Semuanya bagus bagus" ujar Deli yang sudah berkali kali terlihat berpikir tetapi tidak tahu yang mana harus dipilihnya untuk dipakainya besok saat acara pernikahan dengan Jero.


"Terserah elo mau yang mana Del. Semuanya cocok untuk elo." jawab Dina yang sebenarnya juga pusing mau memilih yang mana dari enam kebaya yang ada di hadapan mereka saat ini.


"Yan, kalau ke elo gue tanya, yang mana yang akan loe rekomendasikan ke gue untuk gue pakai saat acara pernikahan gue dengan Jero?" ujar Deli bertanya kepada Dian yang membuat gaun tersebut.


"Kalau loe tanya ke gue, jawaban gue ya sama, semuanya bagus bagus." ujar Dian yang tidak mungkin memutuskan yang mana pakaian yang cocok untuk dipakai oleh Deli di acara pernikahan dia besok.


"Huft, loe sama aja dengan Dina. Bukannya meringankan beban gue, malah memperberat beban gue aja" ujar Deli sambil menatap ke arah Dian dan Dina bergantian.


"Pilih sendiri ajalah Del, yang mana menurut loe yang paling loe suka. Kalau loe suka ke enam enamnya, maka bawa aja semua" ujar Dian sang pemilik butik tersebut dengan entengnya meminta Deli untuk membawa keenam enam pakaian pengantin itu.


Deli kemudian berkeliling sekali lagi. Dia melihat lihat yang mana pakaian yang akan dikenakannya untuk acara pernikahan yang akan dilangsungkan besok.


Akhirnya setelah kelah memilih, Deli menjatuhkan pilihan kepada kebaya dengan model potongan leher huruf v. Kebaya modern yang dihias dengan batu batu permata yang sangat indah di beberapa bagian. Sebuah gaun dengan rancangan sederhana tetapi elegan.


"Ini gimana?" tanya Deli kepada kedua sahabatnya itu.


"Keren Deli. Gue suka simpel tapi elegan sesuai dengan kepribadian elo dan Jero yang simpel" ujar Dina mendukung piliha dari Deli.


"Gue juga setuju. Itu elo banget" ujar Dian yang memang saat membuat beberapa desain gaun pengantin ada yang memasukkan unsur unsur kepribadian kedua sahabatnya itu.


"Untuk baju yang kita pakai dan keluarga juga udah siap. Sekarang mari ke salon. Saatnya me time" ujar Dian bersorak kegirangan karena akan melakukan perawatan tubuh di salon miliknya.


"Yes.Sm Saatnya rehat dan me time" ujar Dina kesenangan karena di traktir Dian untuk perawatan full di salah satu salon miliknya.

__ADS_1


__ADS_2