
"Kemana lagi?" Ujar Jero menghadap ke arah Dina dan Deli.
" Makan siang. Lapar." Ujar Dina sambil memegang perutnya yang terasa lapar.
Felix melakukan mobil menuju restoran yang ternama di negara J. Mereka akan makan siang di sana sesuai dengan permintaan Dina. Jero dan yang lain juga merasakan lapar yang luar biasa di perut mereka. Saat meeting di perusahaan tadi, mereka hanya menghidangkan snack kotak sederhana. Jadi, tidak bisa mengganjal perut mereka yang kelaparan.
Felix membelokkan mobil masuk ke dalam parkiran restoran tempat terviral yang ada di negara J. Mereka berempat turun dari dalam mobil. Mereka masuk ke dalam restoran. Deli dan Dina berjalan paling depan. Sedangkan Jero dan Felix berjalan di belakang mereka berdua.
Deli dan Dina memilih makan di lantai paling atas restoran. Mereka berdua ingin melihat pemandangan kota dari lantai atas restoran.
Deli dan Dina melihat lihat tempat duduk yang sekiranya nyaman bagi mereka. Jero dan Felix hanya menunggu dimana pilihan kedua wanita cantik itu untuk duduk.
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk makan di meja yang berada di balkon restoran. Tempat paling mantap untuk menyaksikan pemandangan yang disajikan oleh restoran tersebut.
Pelayan datang dan memberikan buku menu makanan yang disajikan oleh restoran. Mereka berempat memilih makanan yang berbeda beda masing masing nya. Setelah mendapatkan pesanannya, pelayan kemudian pergi untuk mengambilkan pesanan mereka berempat.
"Deli, kapan kamu memperbaiki materi meeting yang dipresentasikan Felix tadi? " Tanya Jero yang sama sekali tidak tau kalau Deli masih sempat memperbaiki materi meeting yang dikirimnya hanya beberapa jam sebelum mereka berangkat.
"Malam sebelum berangkat Tuan." Jawab Deli dengan jujur kepada Jero.
"Oh" Ujar Jero yang tidak tau harus komen apa lagi atas cara kerja Deli yang benar benar tidak disangka sangka nya bisa bekerja seperti itu.
"Makanya Tuan Jero Edward, kamu harus bersyukur dapat sekretaris yang seperti ini. Jarang jarang sekretaris mau bekerja sampai tengah malam saat membaca dokumen yang hanya sekian jam dari keberangkatan bisa dibaca." Ujar Dina memuji Deli secara terang terangan di depan Felix dan Jero.
"Jangan salah Nona Dina Wijaya Kusuma. Saya saat bangga dan bersyukur memiliki sekretaris seperti Nona Deli Bramantya." jawab Jero membalas apa yang dikatakan oleh Dina.
Ketegangan ternyata masih ada antara mereka berdua. Felix menendang kaki Jero. Sedangkan Deli menggenggam tangan Dina.
"Din udah, masalah sarapan tadi tinggalkan lagi. Jangan diperpanjang." Ujar Deli mencegah keributan makin menjadi di antara mereka berdua.
__ADS_1
Tidak beberapa lama pelayan datang meletakkan makanan yang dipesan oleh Jero dan yang lainnya. Mereka kemudian makan makanan tersebut dalam diam. Seperti kebiasaan selama ini, apalagi ini adalah restoran mewah. Mereka harus menjaga etika saat makan.
"Jero kapan kita pulang ke negara kita? " Tanya Felix saat mereka sudah selesai makan siang.
"Kasihan Dina yang sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan nya." Kata Felix yang memang sudah membayangkan bagaimana sibuknya Dina saat dia sampai di negara mereka.
"Besok. Gue udah menghubungi pilot untuk terbang ke mari nanti malam. " Ujar Jero memberitahukan kapan jadwal mereka pulang kembali ke negara mereka.
"Batalkan saja Jero. Pesawat kami masih ada di bandara. Kita pulang satu pesawat saja. " ujar Dina yang meminta Jero membatalkan pesawat milik dia untuk datang ke negara J.
"Oke." Jawab Jero dengan singkat.
Jero mengambil ponsel miliknya dari dalam saku jas bagian dalam. Jero kemudian menghubungi pilot mengatakan kalau mereka tidak perlu datang ke negara J. Jero akan pulang bersama dengan Felix dan Dina, memakai pesawat milik Dina.
"Sekarang kemana lagi tujuan kita? " tanya Jero sambil melihat ke Dina yang akan selalu memilih jalan jalan saat berada di luar negeri.
Felix memanggil pelayan. Pelayan datang dengan memberikan bill. Felix mengambil uang dari dalam dompetnya. Dia meletakkan beberapa lembar uang ke dalam map bill tersebut.
Setelah selesai melakukan pembayaran, mereka berempat kemudian keluar dari dalam restoran. Ternyata sampai di luar, matahari menyengat dengan sangat teriknya. Mereka berempat berjalan cepat menuju tempat mobil di parkir tadi.
Mereka kemudian masuk ke dalam mobil. Felix memfullkan hidup AC mobil karena panas yang sangat ekstrim yang mereka rasakan di luar tadi.
"Sayang, kita masuk mall ajalah. Aku nggak kuat kalau harus jalan jalan di tengah panas yang wow ini." Ujar Dina yang mengurungkan niatnya untuk jalan jalan. Dia akhirnya memilih untuk pergi ke mall saja pergi cuci mata.
"Oke sip." Ujar Felix setuju dengan permintaan Dina.
"Antar gue ke hotel dulu Felix. Gue ngantuk berat." Ujar Jero yang malas pergi ke mall. Makanya kantuk dijadikan Jero sebagai alasan.
"Gue antar mereka ke mall dulu. Nanti loe dan gue ke hotel." Ujar Felix mengambil jalan tengah sebelum keributan berikutnya bangkit kembali.
__ADS_1
"Oke." Jawab Jero.
"Kamu nggak ikut aku sayang? " tanya Dina memastikan Felix ikut atau tidak dengan dia.
"Kamu dengan Deli aja sayang. Nanti pulangnya aku jemput lagi." ujar Felix.
"Baiklah sayang. Nanti kalau aku udah hampir siap, aku telpon aja ya." ujar Dina yang setuju dengan keinginan Felix yang tidak bisa menemani dirinya ke mall bersama Deli.
"Okeh. Kalian berdua hati hati ya. Jangan sampai kenapa kenapa." ujar Felix yang sebenarnya ragu melepas Dina ke mall tampa dia. Tapi mengingat ada Deli, akhirnya Felix membiarkan Dina untuk pergi berdua dengan Deli saja.
Mobil sampai di depan mall. Dina dan Deli turun dari dalam mobil. Mereka kemudian masuk ke dalam mall yang luar biasa besar itu. Setelah memastikan Dina dan Deli masuk ke dalam mall, barulah Felix melakukan mobilnya menuju hotel tempat mereka menginap. Mereka akan istirahat sebentar setelah selesai meeting tadi. Meeting yang dikira tegang ternyata berjalan santai saja.
Setelah sampai di hotel, Jero dan Felix langsung beristirahat. Mereka benar benar lelah. Jero mematikan semua ponsel miliknya. Dia sedang tidak mau diganggu siapapun.
sedangkan Felix yang sebenarnya tidak ingin beristirahat, akhirnya duduk di sofa sambil membaca beberapa dokumen pekerjaan perusahaan yang dikirimkan oleh manager bagian keuangan. Felix membaca laporan tersebut, Felix melihat ada kejanggalan di pembukan stok barang yang terlihat sengaja di lebih lebihkan.
"Jero, loe udah tidur?" tanya Felix kepada Jero yang baru saja akan memajamkan matanya.
"Belum, baru mau akan. Ada apa?" tanya Jero sambil kembali duduk di atas ranjang.
"Ada yang bermain di bagian produksi" ujar Felix memberitahukan kepada Jero.
"Maksudnya?" tanya Jero tidak paham dengan maksud Felix.
Felix memberikan dokumen yang dicurigai nya itu. Jero membaca dokumen tersebut.
"keren.Makanan empuk besok." ujar Jero.
Jero kemudian kembali tidur. Dia benar benar butuh istirahat. Dia mengantuk berat
__ADS_1