Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku
BAB 140


__ADS_3

Mereka kemudian melanjutkan pembicaraan membahas tentang kerjasama yang akan dilakukan oleh perusahaan Sanjaya group di bawah kepemimpinan Hendry dengan perusahaan KW Grub di bawah kepemimpinan Juan.


antara barusan saja yang grup dengan kami grup mereka berencana untuk membangun sebuah pusat berbelanja yang besar di pusat kota. rencananya pembangunan itu akan dilakukan mulai bulan kedepan.


Hendri terlebih dahulu akan membuat desain dari pusat perbelanjaan yang akan mereka bangun tersebut. Mereka berencana membuat pusat perbelanjaan itu terdiri atas lima lantai. Lantai yang pertama akan digunakan sebagai pusat perbelanjaan yang terdiri atas pakaian, sepatu dan tas di mana di situ akan ada toko-toko barang-barang brandid kesukaan para ibu-ibu sosialita dan juga para kaum wanita muda lainnya.


Sedangkan di lantai dua akan digunakan sebagai pusat penjualan barang-barang elektronik termasuk juga ponsel. Sedangkan untuk di lantai tiga di sana akan dibuat seperti supermarket yang sangat besar diperkirakan harga-harga di sana akan bersaing dengan harga harga di pusat perbelanjaan lainnya. Sedangkan di lantai empat di sana akan dibuat tempat permainan bagi anak-anak. Untuk di lantai lima pusat perbelanjaan itu akan dibangun atau di sana rencananya akan ada restoran restoran dan cafe-cafe tempat nongkrong kaula muda. Mereka di sana bebas mau berbuat apa saja. Mulai dari ingin bermain musik sampai dengan hanya untuk nongkrong saja bisa mereka lakukan di sana.


tiba-tiba saat mereka asik berbincang-bincang tentang pembangunan sabar belanjaan terbesar itu bahasa milik Hendry bergetar dengan sangat kuat. Hendri melihat layar ponselnya yang ternyata di sana terlihat nama Demian yang muncul di layar ponsel milik Hendry.


Juan dan Dian menatap ke arah Hendry mereka penasaran siapa yang telah menghubungi ponsel milik Hendry dan membuat Hendry mengerutkan keningnya seperti itu.


" Siapa Hendri?" tanya Juan kepada Hendri saat melihat kening Hendri yang berkerut setelah Hendry melihat siapa yang menghubunginya.


" Demian" jawab Hendri sambil menatap ke arah Dian dan Juan.


Dian kaget mendengar nama orang yang disebut oleh Hendri sebentar ini. Dia tidak menyangka Demian akan menghubungi Hendri secepat itu.


"Siapa Demian?" tanya Juan yang tidak mengenal sama sekali orang yang bernama Demian.


Hendri menetap ke arah Dian, dia tidak tahu bagaimana cara menjawab pertanyaan dari Juan tersebut.


" Dian, Hendri siapa Demian?" ujar Juan menanyakan hal yang sama karena belum mendapatkan jawaban kepada sepasang kekasih yang terlihat saling memandang tersebut.


"Demian itu adalah pengusaha muda yang sangat terkenal di negara ini. Demian berasal dari keluarga yang dulunya adalah bisnis hebat. Tetapi karena kelakuan ayahnya membuat perusahaan menjadi bangkrut. Kemudian Demian menghidupkan kembali bisnis ayahnya, setelah dia menamatkan kuliah di negara A" ujar Hendri memberitahukan kepada Juan siapa Demian tersebut.

__ADS_1


"Kenapa aku tidak pernah mendengar nama tersebut ya disebut-sebut oleh orang-orang di dunia bisnis ini." ujar Juan yang memang tidak pernah mendengar nama Demian disebut oleh kolega bisnis Juan yang banyak tersebar di berbagai negara.


"atau mungkin karena dia tidak bergerak di bidang yang sama dengan kita" kata Hendri menjawab apa yang dikatakan oleh Juan sebentar ini.


"tapi nggak mungkin bisnis gue bergerak di bidang apapun. Tetapi kolega bisnis Gue tidak pernah menyebut nama Demian atau perusahaannya itu atau mungkin saja perusahaannya tidak menjalin kerjasama dengan perusahaan kolega bisnis gue" ujar Juan yang memang menggeluti semua jenis bisnis yang ada di dunia ini


"bisa jadi juga Juan atau bisa jadi juga Demian tidak melakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar, karena dia ingin menguasai dan membuat perusahaan kecil itu menjadi tergantung kepada perusahaan dia" kata Hendri memberikan analisanya sendiri terhadap bisnis yang sedang dilakukan oleh Demian.


"bisa jadi juga seperti itu, gue juga yakin akan hal itu. Berarti Demian sengaja menargetkan perusahaan kecil supaya dia tetap bisa berada di dunia bisnis" ujar Juan yang mendukung analisa yang diberikan oleh Hendri sebentar ini.


" gue juga yakin ke analisa itu. Kalau Demian memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan besar, maka dia tidak akan pernah bisa membuat perusahaan besar itu untuk bergantung kepada perusahaannya. Makanya dia memilih perusahaan kecil untuk menjadi target kerjasamanya itu" ujar Hendri memperkuat analisa yang diberikan oleh Juan sebentar ini.


"terus apakah perusahaan Sanjaya Grub melakukan kerjasama dengan perusahaan Demian?" ujar Juan bertanya dengan mengembalikan pertanyaan kembali ke jalur percakapan semestinya.


" Terus kalau tidak ada kerjasama dengan perusahaan Demian, kenapa Demian menghubungi kamu" kata Juan melanjutkan pertanyaannya kembali kepada Hendri dan Dian.


"kalau diceritakan akan panjang sekali Juan. Kamu pasti akan bosan mendengarnya" ujar Hendri menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Juan kepada dirinya dan Dian.


" ceritain aja lah poin-poinnya. Mana tahu gue bisa bantu kan ya." ujar Juan meminta Hendri dan Dian untuk tetap menceritakan tentang bagaimana Demian bisa mengenal mereka semua.


"baiklah baiklah Dian akan menceritakan kepada kamu kenapa demian akhirnya bisa mengenal kami semua" ujar hendri yang malas untuk menceritakan tentang kenapa demian bisa mengenal keluarga besar Bramantya.


"Jadi ceritanya begini Bang" ujar Dian mulai menceritakan tentang bagaimana Demian bisa mengenal mereka semua.


tetapi sebelum dian menceritakan kenapa Demian bisa mengenal mereka ponsel milik Henry kembali berbunyi. Henry melihat ponsel miliknya itu dan ternyata yang menghubungi adalah Demian.

__ADS_1


"gimana ini Dian, dia menelpon kembali. Apakah aku harus mengangkatnya?" ujar Hendri yang ragu untuk mengangkat panggilan telepon dari Demian tersebut.


"Angkat aja lah sayang. Tanya dia ada perlu apa sehingga menelpon kamu berkali-kali" kata dian memberikan saran kepada Hendri untuk mengangkat panggilan telepon dari damian.


Hendri yang sebenarnya malas terpaksa harus mengangkat panggilan telepon dari demian tersebut.


"Halo Demian ini saya Hendri. Maaf tadi saya dari kamar mandi sehingga tidak mendengar panggilan telepon dari kamu" kata Hendri yang memberikan alasan kenapa dia sudah dua kali tidak mengangkat panggilan telepon dari demian tersebut.


"tidak masalah Hendri" jawab Demian dengan sangat ramah dan tidak mempermasalahkan kalau Hendry sudah dua kali tidak mengangkat panggilan telepon dari dirinya itu.


Henry memandang ke arah Dian. Dia tidak tahu apa yang harus diungkapkannya lagi kepada Demian saat ini. Sedangkan Demian di ujung telepon sana juga terdiam tidak tahu apa yang akan dikatakannya kepada Henry saat ini juga. Mereka berdua terdiam cukup lama sekali sama-sama tidak mengerti dan tidak tahu apa yang akan mereka bicarakan antara satu dengan yang lainnya.


"Kenapa diam sayang?" tanya Dian yang melihat Hendry dan Demian tidak saling berbicara antara satu dengan yang lainnya hanya menaruh ponsel di telinga mereka masing-masing.


Hendry menjauhkan ponsel dari telinganya dan dari jangkauan suara yang bisa didengar oleh Demian saat ini.


"dia juga nggak ngomong sayang. jadi bagaimana aku mau ngomong. Aku juga nggak tahu apa yang harus aku omongin dengan dia" jawab Hendri sambil menetap ke arah Dian dan Juan


"Ya udah tutup aja" kata Juan yang tidak suka melihat orang membuang-buang waktu dengan tanpa alasan yang jelas seperti Demian saat sekarang ini.


"Halo Tuan Demian apa masih di sana?" tanya Hendry kepada Demian yang dari tadi hanya diam saja tidak mengatakan satu apapun saat dia menghubungi Hendri sekarang ini.


"Maaf tuan Hendry sepertinya saya tidak bisa melanjutkan pembicaraan kita ini. Saya ada urusan yang harus saya selesaikan terlebih dahulu. Nanti akan saya hubungi kembali Tuan Hendri. Terima kasih atas waktunya" ujar Demian menutup panggilan telepon antara dirinya dengan Hendri.


"Oh baiklah kalau begitu tuan. Saya paham" jawab Hendri yang sangat senang Demian telah menyelesaikan telepon yang tidak berguna tersebut.

__ADS_1


__ADS_2