
Dina yang merasa kesepian di dalam kamar Deli berjalan keluar menuju tempat Dian Juan dan Hendry berada. Dina melihat ketiga saudaranya itu sedang bercerita dengan sangat serius seperti ada sesuatu yang berat yang sedang ceritakan.
Dina kemudian duduk tepat di sebelah Juan guna melihat ke arah Dian Juan dan Hendri dengan Tatapan yang bermakna Apa yang sedang kalian bicarakan sepertinya sangat serius sekali. tetapi sayangnya, Dina sama sekali tidak mendapat jawaban dari tetapan yang diberikannya kepada ketiga keluarganya yang sekarang duduk berhadap-hadapan itu.
" kakak apa yang kalian bicarakan sepertinya sangat serius sekali. Aku penasaran ini" kata Dina bertanya kepada Juan yang duduk di sebelah Dina saat ini
" kamu penasaran?" ujar Juan bertanya kepada Dina.
Dina menganggukkan kepalanya. dia memang benar-benar penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Juan Dian dan Hendri. Kenapa mereka bertiga tidak mengajak dirinya untuk membicarakan masalah yang sedang mereka bicarakan itu.
" Iyalah penasaran. sepertinya masalah yang dibicarakan sangat berat sekali. tetapi sayangnya aku tidak diajak untuk membicarakan masalah tersebut" hujan Dina dengan sedikit cemberut kepada ketiga saudaranya yang sekarang sedang duduk di dekat Dina
" ya kamunya dari tadi sibuk di dalam. nggak mau duduk dekat kami" kata Juan yang tidak mau disalahkan karena mereka bertiga tidak mengajak Dina Untuk melakukan pembicaraan yang sedang mereka bicarakan itu.
" Makanya kasih tahu aku Kak biar aku tidak penasaran. serta aku menjadi tahu apa yang terjadi. aku juga menjadi tahu apa yang kakak bicarakan tadi" jawab Cina yang memang penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan oleh ketiga saudaranya itu saat dirinya berada di dalam kamar awak Deli menemani keempat orang tua mereka yang sedang duduk di dalam menunggu Deli yang masih sakit dan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan
Juan Henry dan Dian kompak untuk diam dan tidak mengatakan dan menceritakan apa yang mereka diskusikan tadi kepada Dina. mereka bertiga sengaja melakukan hal itu agar membuat Dina menjadi kesal sendiri dengan kelakuan ketiga saudaranya tersebut. mereka bertiga juga ingin melihat sampai mana Batas kesabaran dari seorang Dina dalam menunggu cerita yang akan diceritakan oleh ketiga anggota keluarganya itu.
__ADS_1
" Ayolah Kak, Dian, Kak Hendri. ceritakan apa yang sedang kalian diskusikan bertiga. Aku benar-benar penasaran dengan apa yang kalian bahas sebentar ini. jangan buat aku memiliki pikiran-pikiran aneh lah. dalam bertiga kan tahu kalau aku sedang penasaran maka aku akan selalu berpikiran yang aneh-aneh" kata Dina yang memang memiliki sifat buruk seperti itu.
Dina akan selalu berpikiran buruk kalau dia tidak tahu Apa masalah yang sebenarnya terjadi. hal itu terjadi semenjak, Dina kehilangan kedua orang tuanya secara mendadak. semenjak hari itu, Dina akan selalu waspada, hati-hati, dan akan selalu bertanya tentang apa yang terjadi kepada keluarga besarnya. apalagi kalau itu sudah berkaitan dengan keluarga Deli dan keluarga Dian yang sudah dianggap oleh Dina sebagai keluarganya saat ini di samping Juan yang memang keluarga intinya sendiri.
" haha haha haha, kamu memang la ya din. memang tidak sabaran sama sekali. selalu ingin tahu dan penasaran dengan apa yang sedang diskusikan oleh keluarga kamu." kata Juan sambil geleng-geleng kepala ke arah Dina
" kamu kurangilah sifat seperti itu ya Dek, sifat seperti itu tidak baik kalau kamu pakai lama-lama, kakak tahu alasan kamu memakai sifat seperti itu, sekarang kita sudah tidak kecil lagi, kita memiliki ratusan pengawal yang akan selalu mendampingi kegiatan kita. jadi kakak mohon kamu tidak perlu menjadi sangat kencang masuk seperti itu dan sangat paranoid" lanjut Juan meminta Dina untuk berubah menjadi manusia yang tidak selalu mencemaskan keadaan yang terjadi di sekitarnya.
Dina mengangguk, dia akan memikirkan apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya sebentar ini. Dina juga tidak ingin menjadi seseorang yang paranoid terhadap apa yang sedang dibicarakan oleh dilakukan oleh orang orang terdekatnya itu.
" Baiklah Kak aku akan mengurangi rasa ingin tahu aku dan juga rasa paranoid ini yang sebenarnya juga mengganggu aku terus. Tetapi entah kenapa aku tidak bisa menghilangkannya" kata Dina sambil menatap ke arah Juan, kakak satu satunya yang dimiliki oleh Dina saat ini.
" caranya gimana?" tanya Dina kepada Juan tentang bagaimana cara dirinya harus mengurangi rasa paranoid itu
" hanya satu percaya kepada semua orang yang selalu kamu cemasi. hanya itu saja. kamu harus bisa melakukannya ya, karena aku tidak mau melihat kamu yang selalu ingin tahu dan paranoid dengan apa yang dibicarakan oleh orang-orang terdekatnya kamu sayangi" kata Juan melanjutkan dan mengatakan Jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh Dina kepada dirinya
" gue juga setuju dengan tujuan Din kalau memang harus percaya dengan orang-orang terdekat lu saat ini. lu nggak boleh selalu mencemaskan atau paranoid terhadap mereka. berikan saja kepercayaan kepada mereka. entah mereka juga udah besar dan bisa menjaga diri mereka masing-masing. Kamu percaya saja sama kami masing masing ya. Kami pasti akan bisa menjaga diri kami" ujar Dian yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Juan, supaya Dina mengurangi rasa cemas dan paranoidnya terhadap orang-orang yang disayangi oleh Dina
__ADS_1
sebenarnya Dian dan Deli sudah lama ingin mengatakan hal ini kepada Dina. tetapi mereka sama sekali belum menemukan momen yang tepat untuk mengatakan hal ini kepada Dina.
ternyata momen itu datang bertepatan dengan Deli yang sedang sakit sehingga mau tidak mau dia mengatakan tanpa Deli. tetapi Dian dibantu oleh Juan untuk mengatakan hal tersebut kepada Dina
" gue dan Dewi sebenarnya sudah lama ingin memberitahukan kepada kamu tentang masalah ini Din." lanjut Dian mengatakan apa yang telah ingin dikatakan oleh dirinya dan Deli kepada Dina selama ini
" kami berdua sebenarnya sangat senang kamu mencemaskan kami. tetapi kami juga kasihan dengan kamu karena kamu menyiksa diri kamu dengan mencemaskan kami terus. kalau kamu mencemaskan kami Terus apa gunanya pengawal yang kamu kirim untuk mengawal kami berdua?" kata Dian Membuka pikiran Dina yang selama ini selalu mencemaskan keluarganya itu.
Dina mendengar semua yang dikatakan oleh Juan dan Dian. Dina juga sadar kalau dia sudah sangat keterlaluan mencemaskan semua anggota keluarganya itu.
" benar juga ya Kenapa gue menaruh pengawal kalau gue sendiri masih mencemaskan semua orang-orang yang gue sayangi. Baiklah mulai hari ini gua akan mengurangi rasa cemas itu. bantu gue ya" kata Bima yang sudah setuju dan sangat yakin ingin mengurangi rasa paranoidnya terhadap Apa yang akan terjadi dan menimpa keluarganya itu.
tiba-tiba pintu kamar Deli terbuka. terlihat Felix berjalan dari arah dalam. Dia terlihat sudah sangat rapi dan seperti ingin pergi ke suatu tempat. Dina yang melihat Felix keluar itu langsung berdiri dari duduknya, Dia menuju ke arah kekasihnya itu
" mau ke mana sayang karena sudah sangat rapi sekali?" kata Dina bertanya kepada Felix yang memang sudah berpakaian sangat rapi
" ada meeting sebentar Jero tidak bisa menghadiri. sehingga harus aku yang menghadiri meeting tersebut. kamu mau ikut?" jawab Felix sambil membawa Dina untuk ikut dengan dirinya melakukan meeting pekerjaan yang seharusnya dihadiri oleh Jero tetapi karena Deli sedang sakit tapi memutuskan untuk Felix saja yang menghadiri meeting tersebut.
__ADS_1
" Oke aku ikut, tapi tunggu bentar ya ambil tas dulu ke dalam." jawab Dina yang sangat semangat diajak oleh velg untuk pergi melakukan meeting. Dina juga sudah terlalu bosan berada di rumah sakit. dia ingin melihat-lihat daerah luar sekaligus ingin mengetahui dengan siapa Felix meeting hari ini
Juan, Hendry dan Dian yanyang mendengar Dina akan ikut dengan Felix, yang pergi menemani Felix meeting tersebut memutuskan untuk juga kembali ke rumah mengganti pakaian mereka yang sudah satu setengah hari mereka pakai dan belum diganti-ganti. kecuali Dian yang memang sempat mandi dan menukar pakaiannya sebelum mereka pergi membeli bubur ayam.