
Syakir mulai menjelaskan semua yang terjadi setelah kepergiannya dari apartemen Kirana malam itu.
Syakir mendapatkan tugas terakhir dari bos mafia yang duku memberikan pekerjaan hingga akhirbya ia bisa kembali ke amerika dan bertemu dengan Kirana.
Sebagai tanda terima kasih Syakir. Syakir pun menyanggupi pekerjaan terakhir tersebut sebagai kurir barang haram.
Namun, Syakir terlalu polos. Ia tidak tahu bagaimana cara bermain para mafia dengan sengaja menumbalkan para kurirnya untuk memutus mata rantai jika sudah tersudut dan terpojokkan.
Begitu juga dengan Syakir yang memang sengaja di tumbalkan oleh bos Mafia karena tekanan dari pusat. Bukan hanya itu saja, Syakir yang sudah mengetahui rahasia besar luar dalam harus segera di hempas karena todak ada satu lun orang yang bisa di percaya dalam hal ini. Walaupun oeang iru sudah bersumpah. Bisa saja ia menjadi cepu (celir pulisi) para petinggi penumpas penjahat di muka bumi ini.
"Kamu tahu Kirana. Aku bersumpah tidak mau ikut ikuran sepeeri itu lagi. Lebih baik aku mati kelaparan daei pada harus makan dari hasil haram," ucap Syakir pelan menjelaskan.
Syakir bercerita saat malam kejadian itu. Memang benar ia di jadikan tumbal dan di tembak. Tepat saat itu, dokter Fahad melintasi jalan itu dengan mobilnya dan Syakir di tolong oleh Fahad.
Saat itu kondisi Syakir kritis dan terluka parah di bagian pelipis matanya dan percikan api mengenai kedua bola mata Syakir yang menyebabkan kebutaan.
"Hah? Kamu buta Mas?" tanya Kirana pelan sambil menggoyangkan tangannya ke kiri dan ke kanan.
"Sekarang sudah tidak, sayang. Ada orang baik yang mendonorkan kedua matanya untuk Mas. Agar Mas bisa biaa melihat wajah cantik kamu lagi dan Mas bisa menemani kamu di sisa umur Mas ini serta merawat dan menjaga amanah tiga anak yang ada bersama kita sekarang. Kebersamaan ini tentu membuat Mas sangat bahagia dan sangat beruntung memiliki kamu, Kirana," ucap Syakir sendu.
Ia berdiri di depan Kirana dan memegang erat kedua tangan Kirana lalu di kecip lembut punggung tangan Kirana penuh kasih sayang dan kemesraan. Syakir mencium kening Kirana dan memeluk istrinya.
__ADS_1
Ia juga rindu. Ia sangat rindu. Selama ini ia juga tersiksa batinnya. Apalagi saat ia tahu ia buta untuk selamaya dan bisa sembuh bila ada pendonor mata sehat yang memang cocok untuk dirinya maka Syakir akan bisa melihat lagi.
"Mas tersiksa dengan keadaan ini, Kirana," lirih Syakir sambil mennenggelamkan kepalanya di ceruk leher Kirana dan menangis tersedu.
Perjalanan cintanya tak semulus harapannya dulu. Tebing terjal dan jurang pemisah saat itu jelas ada di hadapannya. Pilihan yang sangat berat.
Lagi lagi mereka mampu melewati semuanya atas nama cinta.
Kirana langsung menatap Syakir yang meletakkan di bahu Kirana.
"Mas pikir? Kirana gak tersiksa dengan keadaan ini? Mas pergi begitu saja? Hanua pamit tanpa memberikan tujuan yang nelas. Lalu kabar itu menghilang begitu saja? Kamu tega Mas? Terus? Fajad juga tak mengabaruku sama sekali? Sahabat macam apa dia?" teriak Kirana kesal.
"Mas yang suruh dia untuk tak mengabari kamu. Mas juga yang titip surat cerai itu, Kirana. Mas saat iru bingung dengan keadaan Mas. Kalau kamu masih mempertahankan Mas ... Kamu bodoh. Kamu punya segalanya dan tak perlu lagi suani buta macam Mas yang tak berguna," ucap Syakir lirih.
Ayah Basit sudah lama di penjara dan terakhir vonisnya adalah seumur hidup. Sedangkan Bunda Ayu menjadi gila dan di rawat di rumah sakit jiwa oleh asisten rumah tangganya. Setiap hari menjerit histeris san berteriak sambil marah marah dan menghitung uangnya yang ada di brankas. Bunda Ayu selalu ketakutan uangnya berkurang atau hilang.
Kehidupan keluarganya dan keluarga Fatima berakhir mengenaskan. Aby Fatih yang akhirnya juga meninggal dunia dan Umi Amira yang hingga kini tak di ketahui keberadaannya.
Seluruh asset dan harta kekayaan mereka habis tak bersisa. Mudah sekali Allah membalikkan kehidupan seseorang sekali pun orang itu bertakwa namun tak berbuat baik pada sesamanya bahkan malah menyakiti sesamanya.
"Mas malu dengan semua ini. Kamu terlalu baik untuk di miliki. Sampai Mas juga meminta Fahad untuk menikahi kamu, jika kamu menerima dan menada tangani surat cerai itu. Kenyataannya kamu tak pernah menanda tangani surat cerai itu. Memangnya Mas masih panamtas mendampingi kamu?" tanya Syakir pelan.
__ADS_1
"Kalau Mas Syakir sudah gak pantas buat Kiran. Sudah sejak lama, Kiran akan memilih pergi dan tak lagi mencari kabar Mas Syakir. Apalagi menunggu sesuatu hal yang tak pernah pasti," ucap Kirana lirih.
Air matanya masih menetes walaupun tak sebanyak tadi.
Keduanya saling menatap dan diam. Syakir masih malu untuk bersanding lagi bersama Kirana.
"Cincin ini masih utuh dan tak pernah lepas dari jari manis Kiran. Karena apa? Karena Kiran yakin badai pasti berlalu. Kiran yakin sama Mas Syakir yang masih mencintai Kiran. Bohong kalau Mas memang berniat menceraikan Kiran. Benar saja? Mas menceraikan Kiran karena ada sesuatu hal. Sebenarnya yang buat kecewa adalah kenapa Mas menutupi semua ini dari Kiran. Fahad juga," ucap Kiran kesal.
Syakir mengusap air mata Kirana dengan ibu jarinya dengan lembut.
"Berhenti menangis. Ini tangisan terakhir kamu di hadapan ku, Kirana. Mulai saat ini Mas pastikan kamu akan selalu tersenyum dan tertawa untuk Mas dan anak anak kita," titah Syakir pada Kirana.
Kirana masih sesegukan. Ia hanya mengangguk pasrah. Ia juga tak mau lagi menangis dan berpisah lagi dari suaminya.
"Jujurlah padaku, Mas. Apapun itu. Se -menyakitkan apapun itu," ucap Kirana pelan mengingatkan.
Dalam hubungan suami istri. Komunikasi adalah hal terpenting untuk mentatukan dua kepala dengan isi yang berbeda agar tak pernah terjadi salah paham atau salah sangka yang berakibat fatal.
Penyesalan akan selalu hadir di akhir cerita bukan di awal. Karena saat keputusan di ambil hanya emosi yang ada dan sikap egois tanla memperdulikan bagaimana ke depannya nanti.
Syakir mengangguk paham dan mencium Kirana. Ia memeluk kembali tubuh mungil istrinya itu.
__ADS_1
Hari ini bukan hanya tentang bertambahnya umur. Tapi juga hari bersejarah atas kembalinya Syakir kepada Kirana dan menerima semua perjalanan cerita yang sangat panjang dan rumit.
Ternyata semua berakhir pada kebahagiaan. Allah akan memberikan kebahagiaan bagi orang orang yang mau bersanar dan tetap berada di jalan Nya.