
"Jadi, gimana dengan urusan dua manager dan tiga orang dewan direksi itu Hendri, Dian?" tanya Papi kepada anak dan calon menantunya itu.
Pembicaraan sudah mengarah menuju permasalahan yang ditemukan oleh Hendri dan Dian. Mereka semua akan fokus kepada masalah itu.
"Semua bukti sudah kami kumpulkan Papi. Kita hanya tinggal melempar kepada mereka berlima bukti bukti itu" ujar Hendri menjawab pertanyaan dari Papi.
"Papi, Dina nggak nyambung dengan apa yang Papi ceritakan. Jadi, apa sebenarnya yang terjadi Papi?" tanya Dina yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Dian saja yang cerita Dina. Papi juga kurang paham" ujar Papi yang meminta Dian yang langsung menceritakan kepada Dina dan Deli.
Dian menatap Hendri. Dian memberikan kode kepada Hendri, kalau Hendri saja yang menceritakan kepada Dina dan Deli tentang permasalahan yang mereka temukan di perusahaan.
"Jadi begini, saat aku ke perusahaan Sanjaya grub hari itu, aku bertanya kepada Dian. Apa pembukuan semuanya sudah dilihat dan diperiksa oleh Dian. Ternyata sama sekali tidak. Nah aku mintak lah Dian untuk memeriksa." ujar Hendri memulai ceritanya.
"Dan ternyata memang terjadi korupsi. Dan untungnya lagi, Pak Hans orang bagian database Perusahaan menyimpan data sebenarnya. Data data tentang pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Semuanya disimpan oleh Pak Hans." ujar Hendri melanjutkan ceritanya.
Hendri kemudian menceritakan semua temuan dan juga semua bukti bukti yang sudah dikantonginya. Deli dan Dina menyimak dengan saksama cerita yang disampaikan oleh Hendri.
"Jadi semua bukti sudah Kak Hendri kantongi?" tanya Dina yang masih penasaran dengan semua cerita yang diceritakan oleh Hendri.
"Sudah. Kita hanya tinggal penggil mereka dan melemparkan semua bukti ke depan mereka. Mereka harus tahu apa yang telah mereka lakukan terhadap perusahaan. Mereka benar benar telah merugikan perusahaan." ujar Hendri.
"Jadi, kapan Papi akan menindak mereka?" tanya Dina yang tidak sabaran lagi mendengar apa yang akan terjadi dengan dua manager dan tiga dewan direksi itu.
"Yang pasti, Papi besok akan ke perusahaan. Papi akan meminta kepada mereka semua laporan baik laporan uang masuk maupun laporan uang keluar. Papi tidak akan setengah setengah menindak mereka. Papi akan berikan tindakan keras." ujar Papi selanjutnya.
"Mereka mungkin selama ini berpikiran kalau Papi akan bersikap biasa saja dan murah saja kepada mereka. Tetapi maaf untuk sekarang Papi beneran udah muak dengan gaya mereka. Papi akan memberikan tindakan yang bisa membuat mereka berpikir ulang untuk melakukan hal yang sama" ujar Papi menatap tajam dan jauh menembus langit malam hari.
"Dina setuju Papi. Apalagi kalau mereka di pecat, maka Dina yakin, tidak akan ada satupun perusahaan yang akan mau menerima mereka lagi" ujar Dina mendukung keputusan yang diucapkan oleh Papi barusan.
__ADS_1
"Bener juga kamu Din. Dimana mana, kalau di pecat oleh perusahaan besar, perusahaan lain tidak akan menerima mereka kembali untuk berkerja di perusahaan mereka." ujar Hendri setuju dengan apa yang dikatakan oleh Dina tentang seseorang yang kalau sudah kena pecat tidak akan diterima di perusahaan manapun.
"Perusahaan Bramantya dulu juga pernah memecat kalau tidak salah dua ntah tiga manager. Akhirnya ya mereka nggak bisa kerja dimana mana. Karena perusahaan lain tau, setiap yang keluar dari Bramantya pasti di pecat. Jarang yang mengundurkan diri" ujar Hendri memberikan contoh bagaimana perusahaan lain tidak akan menerima seseorang bekerja di perusahaan mereka karena dipecat.
"Jadi, kesimpulan nya, Papi akan memecat mereka berlima. Terus siapa yang akan kita angkat jadi manager keuangan dan pengadaan Papi?" tanya Mami yang mengerti Papi saat marah dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang orang yang dipercayainya itu.
"Papi akan mengangkat dari staff mereka saja Mi. Semua manager asalnya dulu kan dari staff juga. Papi dan Hendri akan melihat bagaimana cara kerja dan tanggung jawab mereka. Papi juga akan minta pertimbangan dari Pak Hans" ujar Papi menjawab pertanyaan dari Mami.
"Oh oke Pi. Satu lagi, kapan Papu akan memperkenalkan Hendri sebagai CEO baru di perusahaan Sanjaya Grub?" ujar Mami yang sudah tidak sabar lagi menghabiskan hari tuanya dengan Papi di mansion saja.
"Besok kami akan selesaikan masalah lima orang itu dulu. Setelah itu kita akan mengajar manager dua orang. Setelah selesai permasalahan ini, baru kita akan memperkenalkan Hendri sebagai calon menantu kita dan juga akan menjadi CEO di perusahaan kita" ujar Papi menjelaskan rencananya kepada Mami.
Mami memandang ke arah Hendri. Mami berharap Hendri sudah siap untuk semua resiko yang akan diterimanya nanti.
"Hendri, Mami mau tanya sama kamu. Apa kamu siap dengan semua resiko saat kamu menerima menjadi CEO di Sanjaya Grub?" tanya Mami kepada Hendri.
Mami sama sekali tidak meragukan kemampuan Hendri dalam mengurus bisnis. Tetapi, Mami takut Hendri berkecil hati karena dia menjadi CEO di perusahaan mertuanya sendiri.
Deli memandang Hendri. Hendri menatap adiknya itu. Hendri mengangguk kepada Deli. Deli tersenyum kepada Hendri. Kode kodean dua beradik ini di lihat jelas oleh Mami.
"Deli, maaf ya kalau Deli tersinggung dengan pertanyaan Mami kepada Hendri." ujar Mami menatap anak perempuan dari sahabat terbaiknya itu.
"Mami tidak bermaksud ke sana nak. Bagi, Mami, Mami sangat senang Dian berjodoh dengan Hendri. Mami sudah tau bagaimana Bunda kalian membesarkan kalian berdua" lanjut Mami yang tidak mau Deli salah paham dengan Mami.
"yang Mami takutkan kalau nantinya, Hendri tidak tahan dengan omongan omongan orang lain. Itu saja Nak. Tidak ada maksud yang lain lagi" ujar Mami berusaha meyakinkan Deli makna pertanyaan dari Mami tadi.
"Mami, Deli nggak berpikir seperti itu. Deli sangat tau sekali bagaimana sifat dan sikap Mami dan Papi kepada keluarga kami" jawab Deli yang tidak mau Mami berprasangka buruk kepada dirinya karena memberikan kode kepada Hendri.
"Mami, tadi Deli memandang Kak Hendri, supaya Kak Hendri kuat nanti menghadapi apa yang dikatakan orang orang. Deli tidak mau Kak Hendri tiba tiba menjadi baper, karena mendengar omongan orang luar sana" lanjut Deli juga menjelaskan maksud dirinya kode kodean dengan Hendri tadi.
__ADS_1
"Mami, tenang saja ya. Kak Hendri pasti akan memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Mami jangan ragukan itu." ujar Deli selanjutnya.
"makasi sayang, kalian bertiga betul betul anak Mami. Kalian sangat membantu kami sekeluarga" ujar Mami mengusap air matanya yang jatuh di sudut.
Deli, Dina dan Dian memeluk Mami. Mereka bertiga sangat sayang dengan Mami dan Bunda serta Ayah dan Papi.
"Mami jangan nangis ya. Mami, Bunda, Papi dan Ayah adalah orang tua kami bertiga" ujar Dina memeluk erat Mami.
"mommy dan daddy di atas sana pasti sangat senang melihat aku punya dua pasang orang tua pengganti mereka" lanjut Dina lagi.
Empat wanita cantik keluarga Sanjaya saling menguatkan. Papi dan Hendri menatap mengangguk. Mereka pasti akan menjaga kelima wanita yang berharga dalam hidup mereka.
"udah belum tangid tangisannya. Kita besok mau kerja di kantor. Lebih baik sekarang kita beristirahat karena hari sudah larut malam. " ujar Papi mengajak keluarga besarnya untuk beristirahat.
"Papi, Aku pulang dulu ya. Besok pagi pagi sekali akan ke sini lagi" ujar Hendri yang tidak mungkin menginap di rumah kekasihnya
"Baik Hendri. Papi sangat tahu alasan kamu meminta pulang. Kamu hati hati di jalan ya. Kalau udah sampai rumah kabari Dian. Kamu pakai saja salah satu mobil yang kamu suka" ujar Papi yang langsung paham kenapa Hendri tidak menginap di mansion mereka.
"Sayang, udah malam kenapa tidak menginap di sini saja. Papi juga, bolehin kak Hendri pergi. Udah malam Papi." ujar Dian yang nggak habis pikir dengan pikiran Papi dan Hendri.
"Dian, bukan Papi tega. Tapi prinsip Hendri dan Ayah Bramantya sudah mengajarkan anak laki lakinya untuk tidak menginap di rumah kekasihnya sampai mereka menikah" ujar Papi menjelaskan kenapa Papi mengizinkan Hendri untuk pulang.
"Lah Dian sering tinggal di rumah Deli" ujar Dian yang masih tidak juga paham.
"Nah, kamu di sana statusnya sahabat Deli. Kalau di sini Hendri mau jadi sahabat siapa Nak" ujar Papi menjelaskan kepada Dian supaya Dian mengerti dengan maksud kenapa Papi mengizinkan Hendri untuk pulang.
"Oooo. Begitu. Okelah aku setuju kalau kak Hendri pulang" jawab Dian yang akhirnya paham dengan maksud Hendri meminta izin untuk pulang.
"Makasi sayang. Nanti aku sampai akan kabari kamu" ujar Hendri.
__ADS_1
Hendri kemudian bersalaman dengan Papi, Mami dan Dian serta Deli dan Dina. Setelah itu Hendri pulang ke rumah dengan membawa salah satu mobil sport kepunyaan Papi.
Setelah melihat Hendri yang sudah hilang ditikungan jalan. Mereka semua kembali masuk ke dalam mansion. Mereka akan beristirahat untuk menyambut hari esok yang membutuhkan energi lebih. Terutama energi Papi dan Dian yang akan memecat lima orang karyawan kepercayaan Papi selama ini.