Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku
BAB 66


__ADS_3

Akhirnya selesai juga barang barang elo di preloved Yan. Gue capek banget. Ini barang terlalu banyak." ujar Deli saat melihat tas tas dan sepatu sepatu aerta sandal sandal yang akan dijual kembali di preloved.


Mereka kemudian duduk di atas ranjang yang di atasnya sudah ada tas tas yang akan dijual kembali.


Tiba tiba sebuah notifikasi pesan masuk ke sosial media yang digunakan oleh Deli untuk berjualan barang barang yang di preloved tersebut.


"Ada pesan masuk ini" ujar Deli kepada kedua sahabatnya.


"Buka Del, mana tau dia ada yang minat dengan tas atau yang lainnya" ujar Dian dengan semangat empat lima meminta Deli untuk membuka komentar yang masuk.


Deli membuka sosial media nya. Ternyata memang ada beberapa orang berkomentar terhadap beberapa fhoto yang sudah diupload oleh Deli.


"Dian, orang ini nanyak tas yang ini berapa loe jual?" ujar Deli sambil menunjukkan fhoto tas yang diinginkan oleh calon pembeli itu.


Dian mengambil tas tersebut. Dia menatap lama tas itu.


"Mau di tarok berapa ini Din?" tanya Dian kepada Dina yang lebih hafal harga harga tas yang akan mereka preloved itu.


"Jual delapan puluh aja gimana?" ujar Dina memberikan saran di harga berapa pantasnya tas itu dijual kembali.


"Oke delapan puluh. Gue makai baru dua kali kalau nggak salah." ujar Dian memberikan informasi berapa kali tas itu baru dipakainya.


Deli kemudian meminta peminat tas itu untuk melakukan panggilan video kepada Deli. Deli mengirimkan nomor panggilan videonya yang baru kepada calon pembeli itu.


Deli, Dina dan Dian menunggu panggilan video dari calon pembeli yang telah menanyakan berapa harga dari tas yang akan dibelinya itu.


Calon pembeli kemudian melakukan video call. Deli mengajukan berapa harga dari tas yang diminati calon pembeli dan juga Deli menyampaikan berapa kali baru tas itu dipakai oleh pemiliknya.


"Gimana Nyonya? Apakah kita sepakat dengan harga segitu?" tanya Deli kepada calon pembeli tas.


"Oke sepakat. Kirim nomor rekeningnya ya say. Bentar lagi akan saya kirim biaya pembelian tasnya" ujar Ibu Ibu itu.


"Baik Bu. Ibu silahkan kirimkan alamat tempat tinggal ibuk, kalau bisa di share lock aja. Nanti akan saya antarkan langsung tasnya ke rumah Ibu" ujar Deli yang akhirnya pada hari ini berhasil menjual satu tas Dian. Padahal toko preloved mereka baru buka beberapa jam yang lewat.


Deli mengirim nomor rekening yang telah disiapkan untuk penjualan barang preloved kepada Ibu Ibu yang telah sepakat untuk membeli tas milik Dian.


Sebuah notifikasi transferan suda masuk ke dalam ponsel Deli. Deli mencek melalui aplikasi mobile banking miliknya. Ternyata memang benar, uang pembayaran tas seharga delapan puluh telah dikirimkan oleh Ibu ibu tadi.


"Uang loe mau gue kirim ke rekening loe sekarang atau bagaiman Yan?" tanya Deli kepada Dian.

__ADS_1


"Kumpulin aja dulu Del. Nanti baru kirim ke gue." jawab Dian yang memang berniat untuk melakukan Preloved barang barangnya untuk menambah keuangan Deli.


"Oke besok kalau udah laku empat atau tiga, gue kirim ke elo ya uangnya" ujar Deli kepada Dian.


"Kita antar sekarang barangnya bagaimana?" tanya Deli kepada kedua sahabatnya.


"Kan ada satu komen lagi tuh Del. Mana tau orang itu minat juga, jadi sekaligus aja kita antar" ujar Dina yang ingat tadi ada dua barang yang dikomentari oleh orang orang yang berminat membeli tas milik Dian.


"Iya ya. Bentar gue bales dulu komennya" ujar Deli.


Deli kemudian membalas komentar calon pembeli kedua mereka. Ternyata calon pembeli juga ingin membeli tas Dian. Dian untuk tas keduanya mematok harga tujuh puluh lima saja. Karena tas itu sudah lebih lima kali di pakai oleh Dian.


"Gimana Nyonya sepakat dengan harga segitu?" tanya Deli saat calon pembeli melakukan video call dengan dirinya.


"Oke sepakat. Saya kirim sekarang uangnya. Nanti saya akan share lock lokasi rumah saya" ujar Nyonya pembeli kedua yang juga ternyata mencapai kata sepakat dengan Deli.


Notifikasi dari mobile banking milik Deli kembali berdenting.


"Yup pembayaran kedua." ujar Deli memperlihatkan notifikasinya kepada Dian.


"Yes. Keren Del. Lanjutkan" ujar Dian yang semangat telah berhasil menjual dua tasnya di toko preloved milik mereka yang baru.


Dian mengambilkan kotak tas itu, sedangkan sertifikatnya sudah ada di dalam tas. Dian tidak pernah mengeluarkan sertifikat tas tas miliknya dari dalam tas. Akhirnya keputusan itu berguna untuk saat ini. Jadi, Dian tidak pusing mencari dimana letak sertifikatnya.


Mereka bertiga kemudian meluncur ke rumah Nyonya pertama yang membeli tas milik Dian. Seorang satpam membukakan pintu pagar setelah menghubungi Nyonya rumah dan mengatakan kalau Deli sudah datang.


"Ini Nyonya tasnya. Semoga Nyonya suka dan berkenan membeli model lainnya di toko preloved kami" ujar Deli memberikan tas yang dibeli oleh Nyonya tadi dengan harga delapan puluh juta.


"Sertifikat keasliannya ada di dalam tas Nyonya" ujar Deli mengatakan dimana letak sertifikat tas itu.


Nyonya membuka kotak tas. Dia sangat terkesima dengan tas yang masih sangat terlihat baru.


"Nona Deli ini tidak terlihat seperti barang preloved saya suka. Saya akan berbelanja lagi dengan Nona Deli." ujar Nyonya itu dengan sangat bahagia. Dia sangat luas menerima tas yang diberikan oleh Deli kepada dirinya.


Deli kemudian berpamitan dengan Nyonya itu. Dia masuk kembali ke dalam mobil.


"Gimana Del respon Nyonya itu?" tanya Dian penasaran karena Deli cukup lama bercerita dengan Nyonya tersebut.


"Dia sangat senang melihat barangnya. Katanya dia akan belanja lagi di toko kita" ujar Deli kepada Dian dan Dina.

__ADS_1


"Keren" ujar Dina dengan semangat.


Mereka melanjutkan mengantar barang yang kedua. Ternyata sambutan yang sama yang didapat oleh Deli. Pembeli merasa senang mendapatkan barang yang terlihat masih baru itu.


Setelah mengantarkan semua barang yang dibeli, Dina mengarahkan mobil pulang menuju kefe Bunda. Mereka akan menceritakan pengalaman seru ini kepada semua orang yang ada di rumah. Pengalaman baru dengan berjuta pesonanya


Dimana ini baru mereka melakukan pemilihan barang yang akan dijual, pemotretan, pemasaran, sampai menentukan harga dan mengantarkan kepada pembeli. Mereka benar benar menikmati proses kerja yang ternyata cukup sulit itu.


"Jadi, berapa tas yang terjual?" tanya kak Hendri saat Deli selesai menceritakan kegiatan mereka hari ini kepada keluarganya.


"Dua bang. Harusnya kan tiga, cuma Nyonya yang satu lagi mengatakan mahal harga tas Dian. Jadi ya batal tidak menemukan kata sepakat" lanjut Deli menjawab pertanyaan dari Hendri.


"Baru sekian jam aja udah dua yang terjual. Apalagi kalau udah seharian Del. Malam kamu masih buka tokonya?" tanya Bunda yang takut Deli kelelahan.


"Buka Bun. Tapi hanya sekedar membalas komentar. Kalau mereka Oke dan mau, maka brang besok sore di antar" ujar Deli menjawab pertanyaan Bunda nya.


"Biar kakak aja yang ngantar barangnya Del. Kan kakak kerja nggak seperti kalian" ujar Hendri menawarkan diri untuk mengantarkan barang barang yang dibeli.


"Nggak" jawab Dian dengan sangat lantang.


Semua orang menatap Dian lama.


...****************...


**Ada apa dengan Dian???


Nantikan kelanjutannya kakak.


Stay cun ya kakak.


baca juga


Kesetiaan Seorang Istri


Kepahitan Sebuah Cinta


My Affairs


It's My Dream**

__ADS_1


__ADS_2