
ada meeting sebentar Jero tidak bisa menghadiri. sehingga harus aku yang menghadiri meeting tersebut. kamu mau ikut?" jawab Felix sambil membawa Dina untuk ikut dengan dirinya melakukan meeting pekerjaan yang seharusnya dihadiri oleh Jero tetapi karena Deli sedang sakit tapi memutuskan untuk Felix saja yang menghadiri meeting tersebut.
" Oke aku ikut, tapi tunggu bentar ya ambil tas dulu ke dalam." jawab Dina yang sangat semangat diajak oleh velg untuk pergi melakukan meeting. Dina juga sudah terlalu bosan berada di rumah sakit. dia ingin melihat-lihat daerah luar sekaligus ingin mengetahui dengan siapa Felix meeting hari ini
Juan, Hendry dan Dian yang mendengar Dina akan ikut dengan Felix, yang pergi menemani Felix meeting tersebut memutuskan untuk juga kembali ke rumah mengganti pakaian mereka yang sudah satu setengah hari mereka pakai dan belum diganti-ganti. kecuali Dian yang memang sempat mandi dan menukar pakaiannya sebelum mereka pergi membeli bubur ayam.
Mereka semua kemudian bergerak meninggalkan ruang perawatan Deli. Mereka semua tidak menyangka kalau saat mereka semua pergi Deli akan terbangun dari tidur panjangnya itu.
Deli yang baru bangun dari tidurnya yang terlalu panjang itu, berusaha menetralkan dan menyesuaikan mata indahnya dengan keadaan di sekitar. Cahaya matahari langsung menimpa mata indah Deli.
Jero yang berada tepat di sebelah Deli melihat kalau Deli sudah kembali bangun.
"Kamu udah bangun?" tanya Jero kepada Deli yang terlihat sedang berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk dengan matanya yang dari semalam tertidur dengan indah.
"Baru. Aku kenapa?" tanya Deli kepada Jero.
Deli heran kenapa dia bisa berada di rumah sakit saat ini. Deli sama sekali tidak mengingat kejadian sebelumnya. Kejadian yang membuat dia harus terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.
Bunda dan Mami yang melihat Deli sudah bangun dari tidur panjangnya langsung berjalan menuju ke arah ranjang tempat Deli berada.
" Hai sayang kamu sudah bangun?" tanya Mami kepada Deli yang lagi-lagi mendahului bunda untuk bertanya kepada anak gadisnya itu.
" udah Bunda, mami, aku udah udah bangun" jawab Deli sambil mengganggu ke arah Bunda ada mami yang terlihat sangat cemas saat ini.
__ADS_1
Deli sempat berpikir kenapa orang-orang begitu cemas dengan dirinya. Tetapi Deli juga berpikir, kenapa kedua sahabatnya tidak berada di dekat dirinya saat ini . Padahal dia dalam kondisi yang sakit. Tidak mungkin Dina dan Dian tidak mengetahui kalau Deli dalam keadaan sakit. Padahal mereka selalu bersama-sama dalam beberapa hari ini.
Bunda berjalan mendekat ke arah kepala Deli. Bunda mengelus kepala anak perempuannya itu dengan sangat lembut. Jero yang melihat sedikit tersentuh hatinya atas perlakuan Bunda kepada Deli. Tetapi hati Jero yang sudah membatu dan tetap menginginkan balas dendam kepada Deli, tetap berusaha menutup mata atas semua kebaikan dan ketulusan seorang Deli kepada dirinya dan keluarganya.
Padahal seharusnya Jero berpikir kalau dia berbuat seperti ini dengan Deli, apakah sudah sesuai dengan pengorbanan Deli yang bersedia menjadi istrinya, hanya karena permintaan mami saat mami sakit. Tetapi sayangnya Jero sama sekali tidak memikirkan hal itu. Jero tetap dengan keinginannya.
"Ama yang terjadi sama kamu nak? Kenapa kamu mendadak menjadi pingsan?" ujar Bunda bertanya kepada Deli.
Bunda sangat ingin tahu apa yang terjadi kepada Deli, makanya Bunda langsung bertanya kepada Deli apa yang terjadi sehingga membuat Deli menjadi pingsan.
"Sayang kenapa?" ujar Bunda berkata kepada Deli.
"Aku kemaren demam Bunda. Mungkin karena demam terlalu tinggi aku menjadi pingsan" ujar Deli menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Bunda kepada dirinya.
'Aku ternyata menikahi pria iblis seperti dia ' kata Deli dalam hatinya sambil melihat ke arah Jero yang sekarang terlihat sedang membaca pesan chat di ponsel miliknya.
Mami melihat ke arah pandangan Deli. Deli ternyata menatap tajam ke arah Jero.
"Kamu kangen sama suami kamu sayang?" ujar Mami yang menarik sendiri kesimpulan dari cara Deli menatap ke arah Jero.
Deli hanya bisa tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh mami sebentar ini kepada dirinya. Deli tidak percaya kalau mami bisa mengatakan hal itu saat dirinya sudah seperti ini
' Adakah semua tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Makanya mereka beranggapan kalau aku, dalam keadaan bahagia saat sekarang ini" kata Deli berkata dalam hatinya tentang apa yang dirasakannya saat sekarang ini.
__ADS_1
" bener mami aku benar-benar merindukan suami aku yang terbaik itu" kata Deli menjawab apa yang dikatakan manis sebentar ini kepada dirinya.
Papi, Ayah, mami dan Bunda tersenyum dan menatap kagum ke arah Dewi dan ternyata juga bisa merindukan suaminya itu.
" nak Jero Mari mendekat istri kamu sudah sangat kangen dengan kamu karena sudah satu setengah hari tidak menatap wajah keren kamu itu!" kata Bunda sambil mengajak bercanda Deli dan juga Jero.
Mami dan Bunda sama sama salah mengartikan arti pernikahan yang terjadi antara Deli dengan Jero. Mereka berdua benar-benar menganggap kalau pernikahan Deli dan Jero, adalah pernikahan yang bahagia, padahal Kalau Bunda tahu apa yang terjadi sebenarnya bunda akan sangat kecewa dan merasa tersakiti oleh kelakuan Jero saat ini kepada Deli.
Jero kemudian berjalan mendekat ke arah Deli. Bunda yang berada di sisi sebelah kanan Deli berjalan menjauh karena ingin memberikan tempat kepada Jero supaya Jero bisa mengusap kepala Deli dan membuat Deli merasa semakin nyaman.
" jadi kamu beneran kangen dengan Aku sayang?" tanya Jero kepada Deli sambil tersenyum dengan menampilan senyum paling menawan yang dimiliki oleh seorang Jero.
Senyuman Jero seperti seorang suami yang benar-benar mencintai istrinya. siapa tuh nama nggak Senyum Jero saat ini mereka semua sangat yakin kalau Jero benar-benar mencintai istrinya tersebut.
" Iya aku bener-bener kangen dengan kamu" jawab dari dengan nada yang dibuat semanis mungkin tetapi nada itu sangat disadari Jero kalau nada tersebut tidak semanis apa yang didengar oleh Jero saat ini.
" oh sayang aku juga sangat kangen kamu Kamu tidak akan bisa membayangkan betapa paniknya aku saat kamu tidak sadar selama satu setengah hari. " kata Jero dengan nada yang dibuat seperti sangat cemas dan Deli juga menyadari kalau itu hanyalah sebuah kepura-puraan.
" Kamu tahu nggak semua Dokter rasanya ingin aku bunuh karena tidak juga berhasil menyadarkan kamu" ujar Jero dengan sengaja membesar besarkan suaranya, supaya terdengar oleh keempat orang tua mereka.
" Oh terima kasih banyak Sayang, karena kamu sudah mencemaskan aku. Aku tidak menyangka kalau kamu sangat begitu cemas terhadap aku" kata Deli menjawab rasa cemas yang dikatakan oleh Jero sebentar ini.
Jero dan Deli sama sama memainkan perasaan mereka masing masing. Mereka berdua sangat lihai dengan pertunjukan yang ditampilkan di depan semua orang tua mereka tersebut. Jero dan Deli memainkan peranan sepasang suami istri yang berbahagia dengan begitu apain dan patut di acungi jempol.
__ADS_1