Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku
BAB 9


__ADS_3

Jero dan Felix menuju bandara. Mereka akan segera melakukan penerbangan. Jero masih sibuk dengan kegiatannya membaca buku yang dibawanya dari rumah Deli. Jero sama sekali tidak menikmati perjalanan menuju bandara. Padahal selama ini Jero selalu melihat jalanan. Katanya dulu, dia nggak pernah ada waktu untuk melihat kesibukan orang orang di jalanan.


"Felix, tadi Deli ngomong kalau dulu ayahnya adalah pengusaha, tetapi Ayahnya kena tipu oleh rekan bisnisnya. Siapa sebenarnya ayahnya Deli? Apa kamu tau?" ujar Jero yang teringat dengan cerita Deli tadi saat dia sibuk memilih buku yang akan dibacanya.


"Saya juga tidak tau. Tapi kalau melihat dari nama Deli. Sepertinya Deli anak tuan Bramantya yang perusahaannya di take ofer temannya sendiri Jer." jawab Felix yang mengambil kesimpulan berdasarkan nama belakang keluarga Deli yaitu Bramantya.


"Cari tau Felix ada apa sebenarnya dengan perusahaan Bramantya. Saya tidak mau sekretaris saya adalah mata mata dari perusahaan lain." ujar Jero yang sekarang berpikiran negatif kepada Deli.


"Siap Pak Jero yang sudah mulai memiliki pemikiran negatif terhadap sekretarisnya sendiri" ujar Felix menggoda Jero.


Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam, mereka akhirnya sampai di bandara. Jero dan Felix langsung saja menuju ruang khusus para pemakai privet jet.Setelah melalui segala jenis administrasi untuk melakukan penerbangan, Jero dan Felix menaiki pesawat yang sudah menunggu mereka dan siap mengantarkan mereka ke negara I melakukan perjalanan bisnis.


Dua orang pilot dan dua pramugari cantik sudah berdiri di tangga pesawat menanti kehadiran Jero dan Felix. Jero dan Felix langsung naik ke atas pesawat. Mereka akan terbang menuju negara I. Tempat akan diadakannya pertemuan bisnis mereka dengan salah satu perusahaan ternama di situ.


Selama pernerbangan Jero lebih memilih untuk tidur, sedangkan Felix membaca beberapa dokumen yang akan dibicarakan dengan presiden direktu perusahaan di negara I. Felix tidak ingin, saat mereka mengadakan meeting, mereka kehabisan bahan atau sama sekali tidak menguasai materi meeting. Felix tidak ingin nama buruk melekat kepada perusahaan mereka.


Penerbangan selama empat jam itu telah selesai. Pesawat sudah mendarat dengan sangat mulus tanpa kendala sedikitpun. Sang pilot berhasil menerbangkan pesawat dengan selamat.


Pilot sudah berdiri di depan pintu cokpit. Dua pramugari sudah membukakan pintu pesawat.


"Penerbangan yang sangat bagus dan mulus Peter. Sampai bertemu seminggu lagi" ucap Jero kepada pilot pesawatnya yang juga temannya waktu SMA.


"Sama sama Jero. Selamat bekerja" ucap Peter.


Jeoro dan Felix turun dari pesawat. Mereka langsung menuju rumah Jero yang ada di negara I. Perjalanan mereka lanjutkan dengan berkendara darat menuju rumah yang terletak di pesisir pantai negara I, perjalanan darat yang memakan waktu lumayan lama yaitu dua jam perjalanan dari bandara. Jero sangat menikmati perjalanan menuju rumahnya itu. Salah satu hal yang membuat Jero tertarik untuk membuat rumah di negara I ini adalah karena pemandangannya yang sangat elok.


Akhirnya Jero dan Felix sampai juga di rumah. Mereka langsung masuk ke kamar masing masing untuk beristirahat. Jero sebelum beristirahat pergi membersihkan dirinya dulu di kamar mandi. Selesai itu Jero istirahat dan mengeluarkan ponselnya.


✉️Jero

__ADS_1


Sayang aku udah di rumah. Malam nanti aku akan keapartemen.


✉️ Fenya


Sayang aku hari ini masih di rumah Mami. Besok baru pulang. Kamu lamakan di sini?


✉️ Jero


Lama seminggu. Oke. Besok saja aku ke rumah kamu. Besok pagi aku harus perusahaan dulu, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu.


✉️ Fenya


Oke sayang. Makasi atas perhatiannya.


"Siapa sayang?" kata om om yang sedang memeluk Fenya.


"Sepupu sayang. Katanya dia udah di rumah" ujap Fenya menipu sugar daddynya.


"Mana ada sayang. Aku hanya milikmu seorang" jawab Fenya dengan manjanya.


Kedua insan manusia itu kembali melakukan hubungan yang membuat siapa saja akan kehilangan mata mereka saat merengkuh nikmatnya hal yang satu itu. Mereka kembali meneguk nikmatnya dunia. Mereka sama sama dimabuk asmara. Mereka tidak lagi memikirkan perasaan dari pasangan mereka masing masing, mabuk pejun sudah menguasai mereka berdua.


"Sayang udah ya aku lelah sayang" kata Frenya.


"Tapi aku belum ada meninggalkan jejak sayang"


"Jangan tinggalkan apa apa. Aku tidak suka itu" ucap Frenya sambil pura pura merajuk.


"Becanda sayang" ucap sugar daddy.

__ADS_1


Frenya kemudian meraih ponselnya. Dia berselancar di dunia maya melihat lihat brand ternama dunia yang mengeluarkan produk terbarunya.


Frenya dari Jero tidak pernah bisa membeli barang mewah. Frenya benar benar tulus mencintai Jero. Tetapi pola hidup mewah dan glamour menuntut Frenya untuk berselingkuh dan menjadi simpanan beberapa sugar daddy yang tertarik dengan tubuhnya dan mau membayar dengan harga tinggi.


"Sayang, ini kelihatannya sangat bagus sayang. Aku suka" ucap Frenya dengan jurus manjanya.


"Pesan aja sayang. Kamu kan tau akun aku. Tapi syaratnya ada" ucap sugar deddy sambil tersenyum cabul ke Frenya.


"Malam nanti sayang. Sekarang aku mau belanja belanja dulu. Aku kan pulang besok pagi sayang" ucap Frenya dengan manja.


"Kiss juga boleh. Kalau nggak kamu nggak boleh belanja" kata sugar daddy yang bener benar hipersex itu.


Frenya yang tidak mau ketinggalan model tas dan dress baru langsung saja ******* bibir sugar daddynya dengan rakus. Sugar daddy yang sudah horny langsung meremas kedua gundukan kecil Frenya.


"Sabar. Nanti malam" ucap Frenya sambil melepas ciuman hot mereka.


Frenya langsung saja belanja barang barang baru yang dikeluarkan beberapa brand ternama dunia. Semua baju dan barang barang mewahnya di simpan di apartemen tempat dia tinggal kalau Jero tidak berada di negara I.


"Sayang aku udah selesai belanja. Nominalnya gede tapi sebanding dengan apa yang akan aku lakukan kepadamu nanti malam" kata Frenya sambil mengambil handuk untuk membersihkan dirinya.


Jero yang sudah terlalu lelah dan tidak jadi ke rumah Frenya berencana untuk berendam di jacuzzi yang ada di rumahnya. Sedangkan Felix sedang asik melihat lihat kebun anggur yang berada tepat di belakang rumah. Spot favorit Felix saat berada di sini.


Malam harinya Jero dan Felix sepakat untuk berkendara sepanjang jalan di negara I. Mereka belum mengantuk mungkin akibat jatleg melanda mereka berdua.


"Nggak kerumah Frenya, Jer?" tanya Felix sambil menatap Jero.


"Frenya lagi di rumah nyokapnya." jawab Jero.


"Jer jer. Kapan loe akan buka mata loe Jer. Frenya tidak selugu dan sebaik yang loe kira Jer." ucap Felix di dalam hatinya.

__ADS_1


Felix sudah tau siapa Frenya sebenarnya. Frenya adalah simpanan para pengusaha tua yang haus akan belaian para gadis. Kebetulan Frenya membutuhkan uang untuk menutupi pola hidup mewahnya. Makanya Frenya mau menjadi simpanan para sugar daddy. Tetapi Felix tidak bisa mengatakan hal itu kepada Jero, karena sampai sekarang Felix belum juga menemukan bukti bukti yang menguatkan semua argumennya. Felix juga sudah meminta orang suruhannya untuk mengamati tindak tanduk Frenya.


__ADS_2