
" Kamu tahu nggak semua Dokter rasanya ingin aku bunuh karena tidak juga berhasil menyadarkan kamu" ujar Jero dengan sengaja membesar besarkan suaranya, supaya terdengar oleh keempat orang tua mereka.
" Oh terima kasih banyak Sayang, karena kamu sudah mencemaskan aku. Aku tidak menyangka kalau kamu sangat begitu cemas terhadap aku" kata Deli menjawab rasa cemas yang dikatakan oleh Jero sebentar ini.
Jero dan Deli sama sama memainkan perasaan mereka masing masing. Mereka berdua sangat lihai dengan pertunjukan yang ditampilkan di depan semua orang tua mereka tersebut. Jero dan Deli memainkan peranan sepasang suami istri yang berbahagia dengan begitu apain dan patut di acungi jempol.
Mami dan Bunda yang melihat semua itu langsung saja tersenyum bahagia. Mereka mengira kalau Jero dan Deli memang benar benar terlihat bersedih saat melihat salah satu dari mereka terbaring sakit seperti ini.
Kesenangan itu sangat terlihat dari raut wajah Bunda yang tidak bisa di pungkiri lagi. Bunda benar benar telihat sangat bahagia sekali. Hal ini semakin membuat Jero berada di atas angin. Sedangkan Deli semakin terpuruk karena Bundanya sama sekali tidak bisa melihat keadaan dirinya yang sebenarnya.
Jero mengusap kepala Deli dengan usapan yang lembut. Jero betul betul ingin menampilkan kepada semua anggota keluarganya kalau dia benar benar mencintai istrinya.
"Sayang sayang. Coba siang itu kamu mendengarkan apa yang aku katakan. Pasti kamu nggak akan terbaring sakit kayak gini" ujar Jero mulai kembali mengatakan hal hal yang mustahil kepada Deli.
"Maafkan aku sayang" jawab Deli sambil memberikan tatapan membunuh ke arah Jero.
Jero juga melakukan hal yang sama dengan Deli. Jero juga ikut ikutan memberikan tatapan membunuhnya kepada Deli. Mereka berdua saling memberikan tatapan tajam antara satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Makanya Deli. Besok besok denger apa yang dikatakan oleh suami kamu. Suami kamu sangat cemas dengan keadaan kamu, nak." ujar Ayah menambahkan apa yang dikatakan oleh Jero sebentar ini.
"Iya Ayah, tolong katakan ke Deli supaya dia mendengar apa yang aku katakan Ayah." ujar Jero sambil melihat ke Ayah dan melirik sekilas ke arah Deli dengan tatapan gue di atas angin.
Deli membalas tatapan itu sambil membuang wajahnya ke arah lain. Dia benar benar muak dengan drama yang ditampilkan oleh Jero saat ini. Drama yang benar benar menempatkan posisi Deli ke dalam posisi yang di bawah angin.
" Sayang kalau suami ngasih tahu hal yang baik itu. kamu tidak boleh memalingkan wajah kamu. Kamu mau menjadi istri yang berdosa" kata bunda ikut ikutan menambah nasehat untuk Deli.
Hal itu semakin membuat Jero merasa di atas angin. Sedangkan Deli hanya bisa mengurut dadanya, karena sekarang posisinya, dia yang tidak menurut apa yang dikatakan oleh Jero. Padahal sebenarnya kalau orang tahu maka mereka tidak akan mengatakan hal ini kepada Deli.
Deli yang mendengar apa yang dikatakan oleh Jero merasa sangat kesal sendiri dan tidak menyangka kalau Jero akan menggunakan sakitnya saat ini menjadi suatu hal yang dapat memberikan dukungan lebih kepada dirinya
Jero benar benar tidak menyia nyiakan kesempatan ini untuk menunjukkan kepada semua anggota keluarganya kalau dia benar benar sayang dan mencintai Deli sebagai seorang istri.
" deli deli seharusnya kamu sangat bangga mendapatkan suami seperti di Jero ini sayang" kata Bunda yang memuji dengan setinggi tingginya Jero kepada Deli di hadapan kedua mertua Deli saat ini.
" selain Dia sebagai seorang CEO dan pebisnis handal. Ternyata dia juga mencintai istrinya dengan begitu besarnya. Kamu memang benar-benar harus menghargai Jeri sebagai seorang suami sayang. Jangan pernah mengatakan tidak, menggerutu bahkan membantah kepada suami kamu" lanjut Bunda memberikan pesan kepada Deli.
__ADS_1
" Makasih Bunda. Udah memberikan pesan dan nasehat kepada Deli. Aku sangat yakin kalau Deli pasti akan memperlakukan Aku, menghormati aku, serta melakukan apa yang aku katakan. Karena dia merupakan anak yang baik, yang menurut kepada kedua orang tuanya" kata Jero sambil melihat ke arah Bunda dan melirik sekilas ke arah Deli yang sekarang sedang menatap keempat orang tua mereka yang sedang duduk di sofa ruang perawatan deli tersebut.
" Sayang kenapa kamu diam aja? kamu marah dengan bunda dan ayah, karena sudah memberikan nasehat kepada kamu saat ini?" tanya Bunda saat melihat Deli hanya diam saja dari tadi.
Bunda mengira kalau Deli marah kepada dirinya dan juga kepada ayah karena memberikan nasehat yang bertubi-tubi kepada Deli tentang bagaimana cara mengurus rumah tangga yang baik serta bagaimana menjadi seorang istri yang baik kepada suami.
" tidak Bun, sama sekali tidak. Deli tidak mungkin marah kepada kedua orang tua Deli." kata Deli yang nggak mau Bunda merasa bersedih karena sudah memberikan nasehatnya kepada Deli tadi.
"Malahan gini Bunda. Deli sangat senang kalau bunda dan ayah serta Papi dan Mami memberikan nasehat pernikahan kepada Deli dan Jero." lanjut Deli berkata kepada keempat orang tua mereka.
"Kami memang sama sekali awam dengan masalah pernikahan. Sehingga dengan Ayah, Bunda, Papi dan mami memberikan nasehat dan juga pesan kepada kami, bisa membuat kami berdua, untuk bisa memperbaiki sifat buruk kami terhadap pasangan kami" ujar Deli melanjutkan menjawab pertanyaan dari bundanya sambil melirik ke arah Jero yang raut wajahnya menjadi berubah saat mendengar apa yang dikatakan oleh Deli kepada keempat orang tua mereka.
"Syukurlah sayang kalau kamu memang tidak marah kepada kami. Kami takut kalau kamu ternyata marah dengan kami, sehingga membuat kami menjadi merasa bersalah karena sudah memberikan nasehat kepada kamu" kata Bunda menjelaskan dan sangat bersyukur kalau Deli sama sekali tidak marah kepada dirinya.
Bunda sangat bahagia kalau Deli mau menerima nasehat yang diberikan oleh dirinya. Bunda akan selalu berusaha menasehati, mengingatkan serta menegur Deli kalau Deli bersikap tidak semestinya atau tidak seperti istri yang harus bisa menyanyangi, menghormati serta menghargai suaminya sendiri.
" benar apa yang dikatakan oleh deli bunda. aku dan Deli sangat bersyukur Kalau Bunda mau menasehati kami berdua sehingga kami bisa melakukan sesuatu yang seharusnya memang boleh kami lakukan. Kami tidak akan melanggar apa yang dilarang dalam hubungan rumah tangga" ujar Jero yang bisa terlihat seperti orang yang benar benar betul dan mengerti apa itu yang dinamakan dengan urusan rumah tangga
__ADS_1