Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku
181


__ADS_3

Beberapa bulan berada di Indonesia. Keluarga Fatima mengalami beberapa masalah.


Keluarga sudah mengetahui tentang kehamilan Fatima yang bukan merupakan benih dari Syakir, suami SAHnya.


Kehidupan keluarga besar Fatima benar -benar sedang di uji. Aby Fatih yang tak kunjung sembuh bahkan harus mendapatkan perawatn intensif di luar negeri. Beberapa usaha Aby Fatih pun mengalami kehancuran dan kebangkrutan.


Fatima duduk di tepi ranjang dimana Aby Fatih tergolek lemah dan tak berdaya. Semenjak pengakuannya kepada kedua orang tuanya tentang apa yang ia lakukan dan apa yang terjadi pada dirinya. Aby Fatih semakin tak mau melihat Fatima. Semakin lama kondisinya semakin memburuk. Bahkan Andrew anak angkatnya pun tak pernah datang menjenguk.


Fatima menangis di samping tubuh Aby Fatih. Dosanya begitu besar. Banyak orang yang telah ia sakiti dengan ucapan dan perlakuannya. Sikapnya yang egois membuahkan karma di akhir kehidupannya seperti ini.

__ADS_1


"Maafkan Fatima, Aby ... Maafkan Fatima," ucap Fatima lirih dan setengah berbisik sambil memegang tangan Aby Fatih lalu berkali -kali ia ciumi sebagai permintaan maaf dan rasa hormatnya.


Umi Amira masuk ke dalam kamar dan berdiri di samping Fatima sambil.membawa sebuah map.


"Rumah ini adalah asset terakhir yang akan Umi jual untuk biaya pengobatan Aby di luar negeri. Umi harap kamu bisa mengikhlaskan semuanya dengan sebaik -baiknya. Jangan pernah menyalahkan Tuhan- Mu atas apa yang telah menimpa keluarga kita. Semua itu sudah suratan takdir. Kita mampu menjalani semuanya dengan baik dengan keimanan dan ketakwaan. Umi hanya berpesan, jangan pernah kau torehkan dosa lagi. Minta cerai pada Syakir dan minta maaflah pada Kirana sebelum semuanya terlambat Fatima," ucap Umi Amira menasehati.


Semua asset yang selama ini di miliki oleh keluarga Fatima sudah habis untuk biaya pengobatan Aby Fatih yang tak kunjung sembuh.


Umi Amira hanya mengangguk pelan. Wajahnya begitu sendu. Ketulusan dan keikhlasannya begitu kentara sekali. Umi Amira begitu sabar sekali. Apakah seperti ini hati yang di miliki oleh Kirana.

__ADS_1


"Fatima ikut Umi. Fatima mau cari Mbak Kirana. Fatima mau bersujud dan meminta maaf lalu minta di ceraikan secepatnya oleh Mas Syakir," ucap Fatima pelan.


Beberapa bulan ini, Fatima benar -benar banyak bertibat dengan beristighfar terus menrus tiada henti. Ia memohon kepada Allah SWT agar mau menerima pertobatannya dan mengabulkan doa -doanya yang penuh dosa ini.


"Kamu yakin? Kamu sudah putuskan. Umi bangga kalau kamu benar bisa mengambil sikap itu. Masih banyak hal positif yang bisa kamu lakukan walaupun kamu sudah tidak bersama Syakir. Lebih baik kamu fokus sama bayi kamu yang sebentar lagi akan lahir," ucap Umi Amira pelan menyemangati Fatima.


"Iya Umi. Fatima hanya tidak tahu keberadaan Mas Syakir saat ini. Semoga saja memang benar ia ada di Amerika bersama Mbak Kirana," ucap Fatima pelan.


"Selesaikan baik -baik. Jangan sampai ada masalah baru di atas masalah. Putuskan dan lepaskan. Ikhlaskan Syakir, Fatima. Jangan kamu rusak lagi dengan dosa baru," ucap Umi Amira menasehati.

__ADS_1


Fatima berdiri dan memeluk Umi Amira dengan sangat erat. Fatima beruntung seklai memiliki orang tua sebaik dan sepengertian Umi Amira.


Bukan hanya kebaukannya. Tapi juga memberikan solusi terbaik bagi Fatima. Tidak membenci dan bahkan meangkul kembali Fatima yang sudah berlumur dosa dan terpuruk.


__ADS_2