
"Siap Nona, saya sudah menghubungi mereka semua sesuai dengan yang Nona minta tadi. Mereka akan datang dan sampe di sini dalam tiga puluh menit paling lama." jawab kepala ruangan penyakit dalam kepada Dina sambil melihat ke arah Dina.
"Kok lama sekali?" ujar Dina yang tidak terima harus menunggu tiga puluh menit lagi untuk kedatangan dokter dan perawat dari bagian penyakit dalam.
"Maaf Nona, ruangan kami letaknya paling jauh Nona, untuk kesini membutuhkan waktu lebih kurang dua puluh menit." jawab kepala ruangan memberitahukan kepada Dina betapa jauhnya letak ruangan mereka.
"Apa tidak ada mobil buggy yang mengantarkan dokter dan perawat ke sana?" ujar Dina bertanya kepada kepala ruangan penyakit dalam.
"Sudah kami minta Nona, tetapi belum di realisasikan" jawab kepala ruangan sambil memberikan keluhannya kepada Dina.
"Rasanya sudah saya izinkan." kata Dina sambil berpikir keras.
Dina memang sudah mengizinkan managemen rumah sakit untuk membeli buggy car untuk digunakan oleh para dokter dan perawat yang ruangan mereka letaknya sangat jauh dari parkiran. Tetapi pada kenyataannya sama sekali tidak ada buggy car yang dibeli oleh managemen rumah sakit.
"Abang kayaknya ada lagi ini. Sepertinya penyakit ini semakin luas saja dan merembet kemana mana" ujar Dina kepada Juan sambil geleng geleng kepala melihat bagaimana keadaan rumah sakit miliknya itu. Sebuah keadaan yang di luar kendali Dina dan Juan. Mereka berdua tidak menyangka kalau keadaan akan serumit ini.
"Ya." kata Juan dengan jawaban sinisnya.
"Kita akan lihat lagi nanti hal hal yang akan membuat kita berdua terpesona Dina. Kamu harus bersiap siap" ujar Juan meminta Dina untuk bersiap siap menerima kejutan yang lainnya.
"Sepertinya Bang. Kita harus bisa menahan nahan diri untuk tidak melenyapkan siapa saja yang udah buat kita menjadi seperti ini" ujar Dina menjawab pernyataan yang diajukan oleh Juan kepada dirinya.
"Yup Din. Abang bisa merasakan akan begitu banyak waktu yang disita karena ulah mereka yang serakah" lanjut Juan menekankan setiap kata kata yang diucapkan oleh dirinya.
__ADS_1
Pintu ruang meeting terbuka lebar. Dua orang dokter dan juga enam orang suster masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Permisi Nona, kami yang Nona minta untuk berjaga jaga di depan ruangan meeting" lanjut dokter memperkenalkan kepada Dina mereka yang masuk ke dalam ruangan itu siapa saja dan ada keperluan apa.
"Oh ya, terimakasih sudah datang. Silahkan dokter dan suster untuk berjaga jaga di depan ruangan. Kalau kursinya tidak ada, minta saja sama office boy untuk menyediakan" kata Dina memberikan perintah selanjutnya kepada dokter dan suster tersebut.
"Baik Nona. Kami akan berjaga jaga di luar" ujar Dokter meminta izin untuk berjaga jaga di pintu ke luar ruangan.
Dokter dan Suster yang diminta oleh Dina untuk berjaga jaga di depan pintu ruang meeting kembali keluar dan duduk di sana. Pintu kemudian kembali tertutup. Sudah saatnya mereka harus memulai pembicaraan itu.
"Bisa kita mulai Bang?" tanya Dina kepada Juan yang sudah tidak sabar lagi ingin memulai percakapan mereka yang sempat tertunda karena berbagai hal
" Oke mari kita mulai." kata Juan yang sebenarnya juga sudah tidak sabar lagi untuk memulai pembicaraan tentang permasalahan yang sedang terjadi di rumah sakit mereka
Setiap anggota direksi yang ditetapkan seperti itu sudah langsung berubah menjadi takut. Mereka sekarang yakin kalau permasalahan ini ditujukan bukan untuk kepala ruangan melainkan diri mereka sendiri.
" Baiklah saya tidak memberikan kata-kata pembukaan, karena waktu saya sudah banyak terbuang untuk menunggu anda-anda semua supaya berkumpul di ruangan ini" kata Juan dengan nada dingin dan sangat terlihat tidak bersahabat sekali
Semua mata tertuju kepada Juan. Mereka menatap Juan dengan tatapan takut dan juga menggambarkan rasa bersalah dan rasa penasaran dari setiap orang-orang yang berada di sana.
" Saya cuma mau bertanya satu hal kepada dewan direksi secara keseluruhan" kata Juan membuka awal percakapan antara dirinya dengan semua orang yang berada di ruangan tersebut terkhusus sekali kepada dewan direksi
" pertanyaan saya, Apakah benar kalau pemilik Rumah Sakit ini sudah bukan kami lagi? Apakah ada yang sudah mengakuisisi atau membeli rumah sakit ini dari kami?" Lanjut Juan bertanya kepada semua orang atau dewan direksi yang berada di ruangan tersebut
__ADS_1
Setiap dewan direksi saling memandang antara satu dengan yang lainnya. Juan dan Dina kemudian menatap ke arah setiap wajah dari anggota dewan direksi yang berjumlah 5 orang itu. Dari wajah mereka terlihat tiga orang raut wajahnya menggambarkan ketakutan, sedangkan yang dua orang lagi menggambarkan wajah yang bertanya-tanya tentang apa inti dari pertanyaan yang diajukan oleh Iwan kepada mereka sebagai pemilik Syah Rumah Sakit tersebut
" Maaf sebelumnya Tuan Juan dan Nona Dina, Apa maksud dari pertanyaan yang diajukan oleh Tuan Juan kepada kami?" kata salah seorang dari dewan direksi yang wajahnya tadi terlihat penasaran tentang apa yang terjadi.
" jadi begini" kata Juan membuka awal ceritanya kepada semua anggota dewan direksi
" tadi Saat kami berada di lobby gedung kaca ini, kami tidak sengaja melihat dan mendengar terjadinya sebuah perubahan tentang tujuan dibukanya rumah sakit ini oleh Dina"
" Saya ingin bertanya, karena saya tidak tahu apakah memang benar rumah sakit ini sudah berubah tujuannya atau memang sengaja diubah oleh beberapa orang saja" kata Juan menerangkan secara eksplisit kejadian apa yang terjadi sebenarnya di rumah sakit milik mereka itu
Juan kemudian menatap semua dewan direksi. Juan manatap dengan tatapan tajam ke setiap wajah-wajah dewan direksi yang berada di depannya saat ini
" tolong jawab pertanyaan dari saya tadi. Apakah rumah sakit ini sudah berubah kepemilikan atau sudah berubah tujuan?" Kata Juan masih dengan nada dinginnya.
Semua orang yang berada di dalam ruangan saling memandang satu dengan yang lainnya. Mereka semua tidak tahu harus menjawab apa kepada pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja tersebut.
Brak. Sebuah pukulan yang sangat keras terdengar di dalam ruangan tersebut. Juan memukul dengan sangat kuat meja yang berada di depannya saat ini.
Semua kepala yang ada di ruangan itu sontak menunduk saat melihat Juan yang sudah sangat emosi. Mereka semua tidak menyangka Juan akan memukul meja dengan sangat kuat.
"Saya tanya kepada Anda satu kali lagi. Apakah benar rumah sakit ini sudah berubah kepemilikan atau berubah tujuan?" kata Juan kembali bertanya kepada semua orang yang ada di sana.
Dina sudah mulai tidak sabar lagi. Dia sudah ingin berdiri dan menarik salah satu dewan direksi yang tadi ketahuan berbuat curang tersebut. Tetapi, Juan menahan Dina untuk tidak mengeluarkan emosinya saat ini.
__ADS_1