
Felix yang tau Deli sangat kecewa dengan ucapan dari Jero, berusaha mencari keberadaan Deli saat ini. Felix tidak mau gara gara perkataan Jero tadi, Deli akan keluar dari perusahaan. Felix tidak mau itu terjadi.
"Jangan sampai Dina mengetahui hal ini, bisa di bunuh gue" ujar Felix yang nggak bisa dibayangkan olehnya kalau Dina sampai tau apa yang dikatakan oleh Jero kepada Deli.
"Gue harus cepat cari Deli. Jangan sampai dia bercerita kepada Dina ataupun Dian. Bisa gawat dunia persilatan kalau Dina tau" lanjut Felix.
"ini semua gara gara Jero. Jero yang membuat semua ini menjadi rumit" kata Felix lagi.
Felix keluar dari ruang kerjanya, dia menuju meja kerja Deli. Felix berharap Deli suda berada kembali di meja kerjanya saat ini.
"Kemana tu anak ya, cepet banget ngilangnya" ujar Felix yang tidak melihat Deli berada di meja kerjanya.
Felix kemudian mengambil ponsel miliknya. Dia menekan nomor ponsel Deli yang sudah dihafal oleh dirinya. Tetapi sambungan telpon itu sama sekali tidak diangkat oleh Deli. Felix mencoba sekali lagi peruntungannya, tetapi hasilnya tetap. sama. Deli sama sekali tidak mengangkat panggilan dari Felix.
"Deli kemana kamu, kenapa panggilan gue tidak kamu jawab" ujar Felix yang tidak tau mau mencari Deli kemana.
"Coba tengok mobilnya dulu. Semoga aja tu mobil masih di parkiran. Jadi, gue bisa lebih gampang mencari dia" ujar Felix.
Felix kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan lantai tempat ruangannya berada. Felix masuk ke dalam lift dan langsung menekan tombol untuk menuju besmant tempat Deli biasa memarkir mobilnya. Felix merasa kalau lift berjalan dengan sangat lambat menuju bestman. Dia benar benar ingin cepat sampai di bestman untuk memastikan apakah mobil milik Deli ada di sana atau tidak.
Felix yang sibuk mencari keberadaan Deli, berbanding terbalik dengan Deli yang sedang duduk duduk manja di kantin perusahaan sambil menikmati jus jeruk dingin dan juga sepiring mie goreng kesukaannya. Tambah lagi Deli menatap kearah karyawan yang sedang duduk bergerombol dan saling bercerita.
"Ponsel milik gue mana ya? Pasti tinggal di dalam tas. Huft, dasar otak gue sedang invalid" ujar Deli memukul otaknya dengan ujung tangannya.
Deli sama sekali tidak mengetahui kalau dia dicari cari oleh Felix sekarang. Apalagi Felix sudah berkali kali pula menghubunginya.
Akhirnya Felix sampai juga di bestman perusahaan. Dia langsung keluar menuju parkiran. Felix melangkahkan kakinya dengan sangat cepat, Felix ingin memastikan apakah mobil Deli ada atau tidak di parkiran. Felix melihat kalau mobil Deli masih berada di parkiran. Malahan tepat di sebelah mobil Felix parkirnya.
"Lah, kemana tu anak. Mobilnya masih ada di parkiran" ujar Felix sambil memastikan kalau itu memang mobil Deli.
__ADS_1
"Nggak mungkin dia ngerumpi kan ya. Dia aja nggak banyak punya teman di sini" lanjut Felix ngomong sendirian. Sambil tetap melihat keadaan mobil Deli.
"Kemana lagi harus gue cari ya tu anak" ujar Felix yang kehabisan akal mau mencari keberadaan Deli dimana saat ini.
"Gue bener bener nggak habis pikir dengan Deli. Kemana dia sekarang" lanjut Felix. Felix masih terus berkeliling mencari keberadaan Deli. Kegiatan yang sebenarnya tidak berguna dilakukan oleh Felix.
Satpam yang melihat Felix berada di parkiran, berjalan mendekati Felix. Satpam ingin memastikan apa yang sedang dicari oleh Bos mereka itu.
"Maaf Tuan, Tuan Felix sedang mencari apa ya?" tanya satpam saat melihat Felix sibuk mencari sesuatu yang hilang.
Satpam dengan latahnya juga mencari apa yang dicari oleh Felix. Satpam melihat ke bawa, mencari suatu barang yang terlihat berharga berada di lantai.
"Saya sedang mencari keberadaan Deli. Pak satpam lihat Deli?" tanya Felix yang akhirnya mengatakan apa yang sedang dicarinya.
"Oo oo oo Nona Deli. Kalau Tuan cari Nona Deli di jam segini, biasanya dia nongkrong di kantin perusahaan Tuan." kata Satpam menjawab pertanyaan dari Felix.
"Nona Deli biasanya minum jus jeruk di kantin" ujar Satpam memberitahukan keberadaan Deli, yang sesuai dengan kebiasaan Deli setiap Deli punya waktu untuk ke kantin.
"Iya Tuan di kantin perusahaan" ujar satpam menyebutkan sekali lagi dimana tempat Deli berada biasanya kalau tidak ada di ruangan.
"Oh Oke. Makasi pak atas infonya" ujar Felix.
Felix kembali menekan tombol lift. Dia akan pergi ke kantin.
"Tuan kenapa mau masuk lift lagi?" ujar satpam yang heran melihat Felix akan masuk ke dalam lift kembali.
"Mau ke kantin" jawab Felix.
"Haha haha haha Tuan Tuan. Kantin itu letaknya di bestman ini juga Tuan. Paling belakang" ujar satpam memberitahukan kepada Felix dimana letak kantin perusahaan.
__ADS_1
"Oh maafkan saya. Saya tidak tau dimana letak kantin" ujar Felix.
Felix memang tidak tahu dimana letak kantin. Selama ini Felix tidak pernah sama sekali ke kantin. Dia selalu sarapan di rumah, atau Deli yang membawakan dari kafe bunda. Makan siang pun sama, Felix lebih sering makan siang di luar.
"Mari Tuan, saya antar ke kantin" ujar Satpam.
Felix dan Satpam kemudian berjalan menuju kantin perusahaan. Mereka berdua akan mencari keberadaan Deli di sana.
"Tuan itu Nona Deli" ujar Satpam memberitahukan keberadaan Deli kepada Felix.
"Oke makasi. Aku ke sana dulu ya" ujar Felix kepada satpam yang sudah mau mengantarkan dirinya ke kantin perusahaan.
Beberapa karyawan yang melihat kehadiran Felix di kantin langsung kaget. Mereka tidak menyangka kalau orang nomor dua di perusahaan tempat mereka bekerja berkunjung ke kantin tempat para karyawan rendahan biasa makan siang.
"Siang Pak" sapa salah satu karyawan.
"Pak" sapa yang lainnya.
Felix mengangguk menjawab sapaan dari setiap karyawan. Deli yang melihat siapa yang membuat keheningan mendadak itu, menatap tidak percaya ke wajah siapa yang berdiri di pintu masuk kantin. Seorang Felix, orang nomor dua di perusahaan mereka berdiri dengan gagahnya di depan pintu masuk.
Felix berjalan menuju Deli yang berada di meja paling pojok kantin perusahaan. Deli berdiri di sana sambil menatap tidak percaya ke arah Felix yang berjalan menuju meja dia.
"Tuan, kenapa ke sini? Kalau mau minuman dari kantin kan bisa Tuan meminta office boy untuk membelikan kesini" ujar Deli saat Felix sudah sampai di depan dirinya.
"Siapa bilang aku mencari minuman dan makanan. Aku ke sini cuma mau mencari kamu" ujar Felix sambil duduk di kursi yang ada di depan Deli.
"Lah ngapain cari saya Tuan Felix." tanya Deli sambil menunjuk dirinya dengan jari telunjuk nya sendiri.
"Kamu masih bertanya Deli? Atau kamu pura pura tidak tahu maksud kedatangan saya mencari kamu di sini?" kata Felix sambil menatap ke arah Deli.
__ADS_1
Deli menekurkan kepalanya dalam dalam. Dia sudah tau kemana arah pertanyaan Felix selanjutnya. Deli tidak akan bisa mengelak lagi dari pertanyaan yang akan diajukan oleh Felix nantinya.