Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku
BAB 128


__ADS_3

"Sayang, boleh Ayah memberikan saran dan usulan kepada kamu Nak?" ujar Ayah saat sudah berada di dekat Dina yang sekarang sedang duduk bersama dengan Deli.


Dina dan Deli saling bertatapan berdua. Mereka berdua tidak mengerti Ayah mau berbicara dengan siapa antara mereka berdua. Mereka berdua saling menggeleng karena tidak tahu, ke siapa Ayah sebenarnya berbicara, ntah ke Dina ntah ke Deli.


"Ayah sebelumnya maaf, Ayah mau berbicara ke Deli atau ke Dina?" ujar Dina yang akhirnya memutuskan bertanya kepada Ayah. Dina dan Deli memang ragu kepada siapa sebenarnya tujuan Ayah tadi bertanya.


"Ke kamu sayang. Ayah ingin memberikan saran dan masukan kepada kamu. Ada sesuatu yang rasanya sampai sekarang masih mengganjal dan membuat beberapa orang salah paham dengan kamu sayang. Ayah tidak mau hal itu terjadi" kata Ayah sambil menatap ke arah Dina.


Deli yang mendengar apa yang dikatakan oleh Ayah, langsung berdiri dari duduknya. Dia akan berpindah ke arah Bunda dan Mami yang terlihat sedang serius berbincang bincang. Tetapi karena Mami dan Bunda sedang serius, Deli memutar arahnya menuju Dian yang sedang sibuk dengan laptopnya.


"Hay gue duduk di sini ya. Tidak ganggu kan?" tanya Deli kepada Dian sambil menatap ke arah Dian yang sedang konsentrasi dengan laptop yang terbuka di depan dirinya saat ini.


Dian menatap ke arah Deli. Dia tidak menyangka kalau Deli akan duduk di sebelah dirinya sambil memandang ke arah laptop miliknya itu.


"Apa yang sedang loe kerjakan?" tanya Deli kepada Dian yang terlihat sangat serius dengan apa yang sedang dikerjakan oleh dirinya di depan laptop itu


"Ini sedang mengerjakan sebuah desain pakaian. Ada client yang minta untuk dijahitkan pakaian pesta. Gue lupa, tadi dia mengirim pesan chat ke gue. Gue ingat karena dia ngirim pesan chat ke gue. Kalau tidak maka gue nggak akan ingat sama sekali" ujar Dian yang tetap mengerjakan desainnya yang tinggal sedikit lagi.


Deli melihat apa yang dilakukan oleh Dian. Deli sangat salut dengan sahabatnya yang satu ini, dia benar benar mendalami semua keahlian dan semua yang diinginkan olehnya sejak dahulu. Dian mewujudkan semua yang dicita citakannya waktu dia masih sekolah sampai kuliah. Tidak satupun cita cita Dian yang tidak diwujudkan oleh Dian.

__ADS_1


Deli yang tidak mungkin mengganggu Dian bekerja, memilih untuk mengeluarkan ponsel miliknya. Dia membuka sosial media yang sama sekali tidak pernah dibukanya dalam beberapa bulan ini. Sedangkan Dian sibuk dengan pekerjaannya.


"Ada apa Ayah?" ujar Dina saat Ayah sudah duduk di dekat Dina.


"Sayang apa kamu sudah memperkenalkan Juan kepada keluarga Edwardo?" tanya Ayah kepada Dina.


Ayah melihat ke arah Dina, Dina melihat kepada Ayah sekilas. Dina kemudian menggeleng. Dia memang belum memperkenalkan Juan kepada Papi dan Mami. Dia hanya mengenalkan Juan kepada Felix, itupun tidak secara resmi.


"Sayang, lebih baik sekarang kamu memperkenalkan Juan kepada semua anggota keluarga kita. Ayah tidak mau mereka beranggapan kalau kamu berbuat yang aneh aneh." ujar Ayah sambil melihat ke arah Dina.


"Apalagi tadi saat kita sarapan. Ayah melihat mereka agak melihat kamu bercanda dengan Juan sedikit aneh. Makanya Ayah berani bertanya kepada kamu, apakah kamu sudah memperkenalkan Juan kepada mereka. Ternyata memang belum sama sekali. Makanya tidak heran tadi Papi dan Mami memandang ke arah kamu dan Juan seperti itu." ujar Ayah mengatakan alasannya berani bertanya kepada Dina saat ini.


Dina menatap ke arah Ayah. Dina mendengarkan semua yang dikatakan oleh Ayah kepada dirinya. Dia memang sama sekali belum memperkenalkan Juan kepada Papi dan Mami.


"Baiklah Ayah, Dina akan memperkenalkan Juan kepada keluarga kita sekarang. Dina juga salah karena tidak mengenalkan Juan kepada keluarga kita secara formal dan resmi" ujar Dina setuju dengan apa yang disarankan oleh Ayah kepada dirinya.


"Tapi Ayah bantu Dina ya untuk mengumpulkan keluarga kita, biar Dina bisa memperkenalkan Juan kepada mereka semua." ujar Dina meminta pertolongan kepada Ayah untuk menolong mengumpulkan anggota keluarga mereka, karena Dina akan memperkenalkan Juan kepada keluarga besarnya.


"Siap sayang, Ayah akan bantu kamu untuk mengumpulkan semua anggota keluarga kita. Tapi alangkah baiknya kalau kamu bertanya dulu kepada Juan, apakah Juan mau diperkenalkan kepada keluarga kita atau tidak" ujar Ayah memberikan saran kepada Dina untuk menanyakan kepada Juan apakah Juan bersedia untuk dikenalkan dengan anggota keluarga atau tidak sama sekali.

__ADS_1


"Oke Ayah, Dina akan menemui Kak Juan dulu. Dina akan tanya apakah Kak Juan mau diperkenalkan dengan keluarga kita atau tidak" ujar Dina yang akan bertanya terlebih dahulu kepada Juan, apakah dia memang mau diperkenalkan kepada keluarga besar kita atau tidak sama sekali.


"Oke Ayah tunggu keputusan dari kamu ya. Ayah akan ke sana dulu" ujar Ayah.


Ayah dan Deli sama sama berdiri dari tempat duduk mereka masing masing. Ayah berjalan menuju Papi dan Hendri yang sedang duduk bersama. Sedangkan Deli akan menuju ke tempat Juan, untuk bertanya apakah Juan bersedia untuk diperkenalkan atau tidak kepada keluarga besarnya.


"Kak, bisa bicara sebentar?" tanya Dina kepada Juan.


"Ada apa Din?" tanya Juan kepada Dina yang terlihat serius untuk berbicara dengan dirinya.


Juan mengikuti Dina yang berjalan sedikit menjauh dari tempat mereka berada sekarang. Juan melihat kalau itu adalah masalah serius yang memang akan mereka bahas.


"Kak, apakah kakak bersedia untuk diperkenalkan dengan keluarga besar sekarang?" tanya Dina kepada Juan sambil menatap mata Juan.


Juan melihat kalau dari pandangan mata Dina, Dina sangat ingin Juan menjawab dia mau diperkenalkan dengan keluarga besar itu


"Menurut kamu bagaimana bagusnya?" ujar Juan balik bertanya kepada Dina.


"Aku mau kamu berkenalan dengan keluarga besar ini." jawab Dina dengan nada pasti. Dina memang sangat ingin memperkenalkan Juan dengan semua anggota keluarganya. Dina tidak mau mereka berpikiran macam macam kepada Juan.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Aku bersedia kamu kenalkan dengan keluarga besar ini. Untuk kamu aku bersedia melakukan apapun. Karena hanya kita berdua yang ada di atas dunia ini sekarang" ujar Juan sambil membawa Dina ke dalam pelukannya.


Dina menangis tersedu sedu mendengar ucapan dari Juan. Juan selalu berjuang untuk Dina selama ini. Makanya apapun yang terjadi dan diinginkan oleh Dina, Juan akan selalu menuruti. Bagi Juan apapun itu pasti akan Juan turuti.


__ADS_2