Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku
BAB 136


__ADS_3

"Nona muda kita apakah langsung ke rumah sakit atau singgah dahulu mengantarkan semua barang-barang ini ke Mansion Nona atau ke rumah Bunda" kata pengawasan mereka sudah berada di dalam ibu kota.


"Kita langsung saja ke rumah sakit sama barang-barang Biarkan saja di dalam mobil Deli lebih penting daripada semua barang-barang itu" Dina menjawab perkataan dari pengawal yang sekaligus segera menjadi sopir pribadinya.


Juan yang berada di sebelah Dina hanya bisa sedikit tertawa, mendengar jawaban dari adiknya tersebut.


Semua mobil bergerak menuju rumah sakit tidak ada satu pun mobil yang menyimpang atau mengarahkan tujuannya ke tempat lain, misalnya mension keluarga Eduardo, mension Dian atau rumah Bunda.


"Kak, boleh aku ngomong sesuatu?" ujar Dina yang sudah bangun dari tidurnya.


Setengah perjalanan dari rumah peristirahatan ke rumah sakit, Dina hanya tidur saja. Dia sama sekali tidak. Membuka matanya. Dina benar benar mengantuk. Barulah sampai di pintu gerbang masuk ibu kota, Dina bangun dari tidurnya itu.


"Apa yang mau kamu tanyakan ke kakak?" ujar Juan melihat ke arah Dina.


Dina sekarang posisinya kepalanya di sandarkan ke pundak Juan. Juan sangat bahagia adiknya berubah manja kepada dirinya. Sudah lama Dina tidak bermanja manja seperti ini kepada dirinya.


"Ini menurut Kakak ya. Sekali lagi ini menurut kakak" ujar Dina menekankan berkali-kali kata menurut Kakak kepada Juan.


"Oke. Ini menurut kakak. Jadi, apa yang mau kamu tanyakan kepada kakak" kata Juan sambil menatap ke arah Dina.


"Menurut Kakak apakah hubungan Deli dengan jeruk itu terlihat sangat sehat?" Kata Dina bertanya kepada Juan bagaimana pendapat Juan tentang pernikahan antara Jero dengan Deli.

__ADS_1


Juan terdiam mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Dina. Juan sama sekali tidak menyangka kalau Rina akan menanyakan hal itu kepada dirinya.


Juan sebenarnya juga memiliki pemikiran yang hampir sama dengan Dina. Pernikahan yang dijalani oleh Jero dan Deli terlihat tidak seperti apa yang ditampilkan oleh Jero saat pagi hari di meja makan. Suatu hal yang tidak mungkin seseorang yang baru kenal dan dekat akan bisa dengan santainya memanggil sayang kepada seseorang tersebut.


"Kakak kok Kakak diam, Aku bertanya kepada kakak. Apakah menurut kakak hubungan yang dijalani Jero dengan Deli itu sehat?" ujar Dina kembali mengulang pertanyaan yang sama kepada Juan.


"Ini menurut Kakak ya Din. Hanya menurut kakak" ujar Juan meniru apa yang dikatakan oleh Dina tadi kepada dirinya.


"Hahaha hahaha hahaha"


Dina tertawa mendengar cara bicara Juan yang meniru dengan pasih cara bicara Dina tadi, saat Dina bertanya kepada Juan tentang pernikahan yang dilalui oleh Deli.


"Loh kok kamu ketawa, Tadi kan kamu bertanya kepada kakak, menurut Kakak. Nah...... Kakak kan menjawab,,,,, ini menurut Kakak..... di mana letak lucunya Dina" ujar Juan yang heran melihat Dina tertawa.


"Ya ya ya dan ya"


"Terserah Kakak aja lah, sekarang yang paling penting, Kakak jawab dulu pertanyaan Dina. Menurut Kakak apakah pernikahan antara deli dengan Jero merupakan pernikahan yang sehat?" kata Dina sekali lagi menanyakan hal yang sama kepada Juan.


Juan kembali terdiam mendengar apa yang ditanyakan oleh Dina kepada dirinya. Sebenarnya Juan tidak ingin menjawab, tetapi karena kali ini adalah Dina yang bertanya, Adiknya sendiri mau tidak mau Juan terpaksa harus menjawab pertanyaan itu.


"Sejujurnya ya Din, kakak paling malas menjawab pertanyaan dari kamu yang membahas masalah ini. Karena menurut Kakak, ini bukanlah urusan kita. Walaupun Deli sahabat kamu tetapi tetap ada batasannya juga." kata Juan memberikan nasehat kepada adiknya itu.

__ADS_1


Dina mendengar apa yang dikatakan oleh Juan. Dia sebenarnya sependapat dengan Juan, tetapi entah kenapa, Dina tidak ingin melihat Deli yang tersiksa seperti itu. Makanya Dina selalu ingin mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga Deli.


"Aku setuju dengan kakak, tetapi aku nggak bisa mambiarkan Deli menanggung semuanya itu sendirian Kak. Dia selama ini sangat baik kepada aku. Apalagi Ayah dan Bunda yang sudah menganggap aku seperti anak mereka sendiri. Jadi, aku tidak mungkin membiarkan Deli tersiksa dalam rumah tangganya dengan Jero." ujar Dina memberikan alasan kenapa dia sangat peduli kepada Deli sahabatnya itu.


"Kakak paham dengan apa yang kamu katakan Dina. Tetapi tidak semua orang akan mengerti akan hal itu. Mereka tentu berpikiran kalau kamu selalu ingin tahu urusan orang lain, hal itu tidak baik Din" kata Johan memberikan pandangannya kepada Dina tentang apa yang sekarang sedang dilakukan oleh Dina.


Dina mendengar semua yang dikatakan oleh Juan. Dia paham apa yang dikatakan oleh Jua kepada dirinya. Tetapi karena ini berhubungan dengan Deli atau pun suatu saat terjadi juga dengan Dian, maka Dina tidak akan ambil pusing dengan omongan orang lain dia akan melakukan apapun untuk kedua sahabatnya itu.


"Kakak, sekarang jawab aja pertanyaan aku. Apakah kakak memiliki pandangan yang sama dengan aku tentang pernikahan Jero dengan Deli" kata Dina kembali menanyakan hal yang sama kepada Juan.


"Sejujurnya iya, tetapi Kakak tidak mau ambil pusing akan hal itu, jadi biarkan sajalah." Kata Iwan menjawab pertanyaan dari Dina.


"Tetapi, kalau Deli meminta tolong kepada kamu. Kamu sebagai sahabatnya wajib menolong dirinya. Kakak pasti akan membantu dirimu, saat dirimu akan menolong Deli. Semua itu janji Kakak kepada kamu" kata Juan yang tidak ingin Dina mengatakan atau menilai dirinya tidak solidaritas terhadap orang yang telah menolong Dina selama ini.


"Makasih Kakak, aku sangat menghargai pendapat dari Kakak. Sekarang aku yakin kalau rumah tangga Jeo dengan Deli memang tidak sebaik yang ditampilkan oleh Jero tadi pagi" kata Dina sambil menatap ke arah Juan.


"Kakak setuju dengan kamu rumah tangga mereka memang berjalan tidak dengan semestinya. Tetapi selagi mereka tidak meminta tolong kepada kamu, Kakak harap dan kakak minta kamu tidak melakukan suatu hal yang akan membuat dirimu menjadi rugi sendiri. Tolong kamu mendengar apa yang kakak katakan kali ini ya. Semua ini hanya untuk kebaikan kamu" kata Juan meminta sesuatu kepada Dina adiknya itu.


Dina mengangguk menyetujui permintaan dari Juan. Dina yakin saat Deli meminta bantuan kepada dirinya Juan akan maju paling depan untuk membantu Deli.


Tak terasa iring-iringan mobil telah masuk ke dalam parkiran rumah sakit milik Dina dan Juan. Para pengawal sudah memarkir mobil tersebut di tempat parkiran khusus pemilik Rumah Sakit.

__ADS_1


Dina, Dian, Hendri dan Juan turun dari dalam mobil mereka masing-masing. Mereka menuju ruangan VIP tempat Deli dirawat. Tadi Bunda sudah menghubungi Deli dan mengatakan di kamar mana Deli dirawat. Tidak pun diberitahu oleh Bunda Deli dirawat dimana, Dina sudah tahu kalau Deli akan di rawat di ruangan VIP.


__ADS_2