Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku
154


__ADS_3

'Deli. apa yang terjadi kepada dirimu saat ini sobat? apa pernikahan ini membuat kamu tertekan? apa pernikahan ini sebenarnya tidak membuat kamu bahagia? pernikahan yang tidak seperti yang kamu Tampilkan kepada kami semua pada saat ini?' kata Dina berkata dalam hati dan pikirannya sendiri.


Dina semakin sangat yakin kalau Deli sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja saat ini. apalagi dengan melihat cara diri menatap kosong ke depan seperti tadi. hal itu semakin memperkuat dugaan Dina kalau Deli tidak dalam keadaan baik-baik saja seperti apa yang ditampilkan oleh Deli beberapa hari ini.


" Aku titip deli kepada kalian. kalian berdua harus bertanggung jawab kepada istri tercinta aku, karena kalian berdua sudah membuat dirinya menjadi sedih, karena tidak melihat wajah kalian berdua saat dia sadar dari tidur panjangnya itu" kata Jero kepada Dina dan Dian yang sekarang sedang berada di seberang wajah jero.


" kami akan menjaga dia sebaik-baiknya. Kami tidak akan pernah membuat dia berada di dalam kesulitan yang dibuat oleh seseorang yang penting dalam hidupnya" kata Dina menjawab perkataan yang diajukan oleh jero kepada dirinya dan juga dian.


Jero menatap tajam ke arah Dina. Rina membalas Tatapan yang diberikan oleh jero kepada dirinya. Dina sama sekali tidak takut dengan tatapan yang diberikan oleh Jero kepada dirinya saat ini. Dina balik menantang ke arah Jero. Dian yang melihat suasana semakin tidak kondusif itu, memilih untuk memegang tangan Dina supaya Dina menghentikan tatapan yang diberikan oleh Dina kepada jero itu.


jero kemudian lebih memilih untuk pergi. dia tidak mau Dina menjadi lebih curiga lagi kepada dirinya. Jero sangat tahu kalau Dina memiliki insting yang sangat kuat kepada Deli saat ini.


" Kenapa loe menatap Jero seperti itu Din?" kata Deli bertanya kepada Dina.


Deli pura-pura tidak tahu kenapa Dina memberikan tatapan mematikan itu kepada Jero. Deli tidak ingin Dina melakukan sesuatu yang akan berakibat kepada keluarganya. Deli tidak ingin ayah dan bunda menanggung akibat dari keegoisan seorang Jero. Deli akan menanggung sendiri Akibat dari semua perbuatan yang telah dilakukan oleh semua orang terhadap Jero selama ini. Deli akan menanggung semua itu sendirian.


" Deli, gue mohon jangan tutupi lagi Deli." kata Dina sambil menatap ke arah Deli dengan tatapan memohon supaya Deli tidak lagi menutupi apapun Dari dirinya saat ini.

__ADS_1


" nggak ada yang gue tutupin kok Din. apa yang harus ditutupin dari loe berdua?" ujar Deli yang balik bertanya kepada Dina dan Dian, sambil menatap bergantian wajah kedua sahabatnya itu yang di wajah mereka berdua terlihat jelas kalau mereka berdua sedang merasa curiga kepada Deli.


Dina dan Dian menatap tidak percaya ke arah Deli. Delia mendapat tatapan seperti itu, langsung saja memalingkan wajahnya melihat ke arah lain. Deli tidak mau kedua sahabatnya bisa membaca kebohongan yang berada di mata indahnya itu. Deli sama sekali tidak akan pernah bisa berbohong kepada kedua sahabatnya. apalagi berbohong kepada Dina, itu adalah sesuatu yang tidak akan bisa dilakukan oleh Deli maupun Dian.


tiba-tiba, saat Dinda mau memaksa diri untuk mengatakan semuanya. pintu ruang rawat dari terbuka lebar, Hendri, Juan dan Felix masuk ke dalam ruangan tersebut. mereka bertiga langsung menuju ke arah ranjang tempat Deli dirawat.


Jero yang melihat ketika pria itu masuk ke dalam kamar rawat Deli, akhirnya menyusul mereka bertiga. Jero tidak mau kalau Deli akhirnya bercerita tentang apa yang terjadi dalam pernikahan mereka yang sebenarnya kepada lima orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


" Hai adikku sayang, Apa kamu sudah sehat?" kata Henry menyapa adik perempuannya itu.


Henry berusaha terlihat seperti biasa saja. padahal sekarang hati dan pikirannya sudah tidak bisa lagi mempercayai akting yang ditampilkan oleh Deli dan Jero.


Deli sekarang semakin yakin, kalau kakak dan juga sahabat-sahabatnya itu, sedang mencurigai dirinya. tetapi Deli akan tetap berusaha untuk bisa meyakinkan mereka semua, kalau pernikahan antara dirinya dengan Jero berjalan dengan apa yang terlihat. tidak ada sedikit kebohongan pun yang ditampilkan oleh Deli dan Jero.


" syukurlah sayang kalau kamu memang dalam kondisi yang baik-baik saja. kalau sempat kamu dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, maka orang yang membuat kamu seperti itu, akan merasakan kemarahan yang sangat luar biasa dari seorang kakak laki-laki" kata Hendri yang dengan sengaja mengatakan hal seperti itu dengan suara besar, supaya terdengar oleh jeru yang sekarang sedang duduk di sofa bersebelahan dengan tempat Felix sedang duduk.


" benar itu Deli. kalau ada seseorang berani menyakiti kamu, ayah dan bunda. maka dia akan menghadapi aku. Aku adalah Juan Wijaya Kusuma. Siapa yang tidak mengenal aku kalau aku sedang marah" kata Juan memperkuat apa yang dikatakan oleh Henry sebentar ini kepada Deli.

__ADS_1


Dina dan Dian mana tapi tak percaya ke arah Henry dan Juan yang dengan terang-terangan memberikan ancaman kepada Zero untuk tidak berbuat sesuatu yang lebih parah lagi kepada Deli. Dian dengan sengaja melihat ke arah jeruk. Dian melihat wajah ceru yang sudah merah padam tersebut.


" Hai, adik ipar" kata Hendri memanggil jero untuk melihat ke arah dirinya saat ini.


" kamu dengarkan tadi, apa yang aku katakan?" ujar Hendri bertanya kepada Jero, apakah Jero mendengar apa yang dikatakan oleh Hendri tadi atau tidak.


Jero mengangguk.


" dengarlah kakak ipar, Aku tidak akan mungkin membuat diri menjadi sakit atau bersedih" jawab Jero sambil melihat ke arah Deli dengan memberikan Deli senyuman terindah.


" pegang ucapan kamu adik ipar. kalau sempat adik saya kenapa-kenapa oleh kamu, maka kamu akan menerima kemarahan yang luar biasa dari diri saya sendiri. ingat-ingat hal itu ya adik ipar" kata Hendri sambil menepuk nepuk pundak Jero dengan tangan kirinya.


Jero sangat paham kalau ini adalah sebuah ancaman yang diberikan oleh seorang kakak ipar kepada adik ipar. jeruk sekarang harus bermain lebih hati-hati lagi. Jero tidak ingin, siapapun dari mereka yang ada di dalam ruangan ini mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Jero terhadap Deli.


' gue Sepertinya harus bermain halus dan rapi sekarang. gue tidak boleh gegabah dalam memberikan penyiksaan terhadap diri, apalagi sekarang Juan Kusuma Wijaya berada di pihak Deli. bisa-bisa perusahaan gue bangkrut nanti' kata Jero di dalam hatinya sambil melihat ke arah setiap orang yang berada di dalam ruangan itu.


mereka yang berada di sana, adalah orang-orang yang mencintai dan menyayangi deli dengan sungguh-sungguh. Jero tidak ingin perbuatannya yang dilakukan dengan gegabah bisa berakibat fatal. dia akan menghentikan dulu perbuatannya dan tindakannya terhadap Deli. Jero tidak ingin, kedua sahabat Deli serta Henry dan Juan menjadi curiga kepada dirinya.

__ADS_1


' gue akan hentikan perbuatan gue sebentar. aku akan membiarkan deli merasa aman dan nyaman terlebih dahulu. setelah itu mari kita mainkan kembali kartunya' lanjut jero berkata di dalam hati dan pikirannya.


__ADS_2