
""Bener juga ya. kok nggak kepikiran Deli dari tadi sama gue. Gue akan tanya ke Deli besok, kalau Dina merajuk apa yang harus gue lakukan. " ujar Felix yang memang sama sekali pikirannya tidak sampai kepada Deli.
Seandainya pikiran Felix sampai ke Deli, pasti dia sudah bisa membujuk Dina dari kemaren kemaren.
"Sial kok bisa gue nggak ingat sama sekali ke Deli. Otak gue kececer dimana ya kemaren" ujar Felix sambil meraba raba kepalanya.
"Biasalah orang lagi panik karena cinta, otaknya memang nggak nyampe. Otaknya digrogiti rayap. Makanya jadi ngehank dia." jawab Jero mulai meledek Felix.
"Alah padahal loe juga gitu. Saat loe jatuh cinta loe juga akan ngeblack. Gaya loe banyak." ujar Felix membalas ledekan Jero.
"Udah, hentikan ledekan tak berujung ini. Kita bahas masalah perusahaan aja. Capek gue masalah cinta. Loe enak disetujui Mami Papi, lah gue?" ujar Jero menambah topik yang akan mereka bahas lagi.
Mereka berdua kemudian melanjutkan obrolan ringan seputar perusahaan. Mereka tinggal menunggu panggilan makan malam dari Ketua pelayan. Mereka akan makan malam berdua saja karena Papi dan Mami ada acara jamuan makan malam di luar.
....................................................
Mobil yang dikendarai oleh Dian sudah sampai di rumah Deli. Mereka bertiga kemudian turun dari dalam mobil.
"Sayang" teriak Bunda saat melihat Deli dan Dina yang sudah pulang dari perjalanan bisnis mereka ke luar negeri.
"Bunda" teriak Deli dan Dina berbarengan.
Mereka berdua kemudian memeluk Bunda.
"Kamu gimana?" tanya Bunda kepada Deli yang sangat tau kalau Deli bener bener trauma dengan penerbangan.
"Sehat Bunda, aman. Aku udah agak kurang rasa takut untuk melakukan perjalanan memakai pesawat" ujar Deli menjawab kekhawatiran Bundanya itu.
"Syukur alhamdulillah kalau kamu memang sudah tidak takut lagi sayang. Bunda jadi bahagia mendengarnya" ujar Bunda yang memang sangat bersyukur kalau Deli sudah bisa berpergian dengan pesawat.
"Udah sana istirahat lagi. Jangan banyak cerita lagi." ujar Bunda meminta Deli, Dina dan Dian untuk istirahat.
"Ayah sama Kak Hendri mana Bun?" tanya Deli yang tidak melihat dua pria yang paling disayanginya itu.
"Ayah sama Kak Hendri, sedang ke toko bangunan. Ntah apa lagi yang akan mereka buat di bagian sana" ujar Bunda menunjuk tanah kosong yang ada di bagian ujung rumah mereka.
"Ayah sama Kak Hendri nggak bisa diam. Kurang dari satu minggu aku pergi udah ada aja yang berubah dari kafe. Apalagi kalau pergi sebulan" ujar Deli saat melihat perubahan yang terjadi di kafe mereka saat ini.
__ADS_1
"Biasalah sayang, Ayah sama Kak Hendri kan memang nggak bisa diam. Jadi, Bunda membiarkan saja mereka berkreasi mau seperti apa." ujar Bunda menjawab apa yang dikatakan oleh Deli tadi.
Semua yang dikatakan oleh Deli adalah benar. Ayah dan Kak Hendri benar benar selalu berkreasi untuk mempercantik dan mengubah bentuk dari kafe.
"Bunda, kami bertiga istirahat bentar ya. Capek Bunda, kami mau beristirahat" ujar Deli pamit kepada Bunda.
Bunda kembali menuju kafe. Siang ini kafe memang tutup karena Bunda tinggal sendirian, Ayah dan Kak Hendri sedang pergi membeli bahan bahan untuk membangun beberapa bagian lagi di kafe. Tetapi malam barulah kafe dibuka kembali seperti jam normal.
Deli ternyata sama sekali tidak bisa tidur. Dia sudah putar kiri putar kanan, tapi masih juga tidak bisa tidur. Akhirnya Deli memutuskan untuk bangun saja dari tidurnya. Deli kemudian pergi ke mencari Bunda.
"Bunda dimana?" ujar Deli mencari Bunda ke luar rumah.
"Bunda di dapur sayang. Kamu kemana mencari Bunda?" ujar Bunda menjawab dari dapur rumah.
Deli kemudian kembali masuk ke dalam rumah. Dia menuju dapur tempat Bunda sedang berada.
"Bunda sedang ngapain?" tanya Deli saat dia sudah berada di dekat Bunda.
"Ini sayang, Bunda sedang membuat pesanan kue ulang tahun dari tetangga kita. Diambil besok pagi." ujar Bunda memberi tahukan kepada Deli, Bunda sedang membuat apa sekarang.
"Kamu bantu buat cream aja gimana. Bunda butuh warna merah seperti ini" ujar Bunda sambil menunjukkan warna merah yang dibutuhkan olehnya.
"Aman Bunda, biar itu bagian Deli" ujar Deli sambil mengambil bahan bahan untuk membuat Butercream sesuai dengan warna yang diminta oleh Bunda.
Deli mengerjakan apa yang diminta oleh Bunda nya. Dia bekerja sambil tersenyum bahagia. Sudah lama sekali Deli tidak membuat Butercream seperti yang diminta oleh Bunda.
Deli mengocok semua bahan bahan Butercream tersebut, setelah mengocok semua bahan, Deli kemudian memasukkan Butercream tersebut ke dalam almari pendingin.
"Apa lagi yang harus Deli kerjakan Bun?" tanya Deli yang telah selesai memasukkan Butercream ke dalam kulkas.
"Tinggal mencuci ayam sama daging sayang. Itu menu makanan nanti malam." ujar Bunda meminta Deli untuk mencuci ayam dan daging.
"Udah Bunda keluarin dari kulkas kan Bun?" tanya Deli kepada Bunda.
"Udah sayang, Bunda taruh di tempat mencuci piring" ujar Bunda memberitahukan kepada Deli dimana Bunda meletakkan ayam dan daging yang harus dicuci oleh Deli.
Deli kemudian mencuci ayam dan daging tersebut. Deli mencuci dengan sangat teliti. Dia tidak mau meninggalkan darah atau kotoran sedikitpun di ayam atau daging.
__ADS_1
Setelah selesai mencuci ayam dan daging, Deli menari nage ayam dan daging itu dengan bumbu yang sudah disiapkan oleh Bunda.
Setelah selesai dengan semua urusan ayam dan daging, Deli berpindah ke bagian sayur sayuran. Deli menyiapkan sayur sayur pendukung untuk menu kafe nanti malam. Deli membersihkan dan memotong motong sayur sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Bunda.
"Bunda, sayurnya tarok dimana?" tanya Deli saat telah selesai menyiapkan sayuran.
"Kulkas aja sayang" ujar Bunda menjawab.
Deli meletakkan sayuran yang telah dibersihkannya ke dalam kulkas. Setelah itu Deli melihat Bunda yang sedang mengeluarkan brownis dari dalam cetakan.
"Wangi Bun" ujar Deli.
"Tenang Bunda sudah melebihkan satu untuk kita makan sendiri" ujar Bunda yang tau kalau ketiga putrinya itu sangat senang dengan brownis.
Deli kembali ke kulkas, dia mengambil udah, cumi dan lobster. Deli mencuci semuanya, dia tidak ingin nanti Bunda susah, karena harus mencuci dan mengolah bahan makanan.
Setelah selesai dengan urusan cuci mencuci. Deli menuju kafe. Dia membersihkan sekeliling kafe. Deli menyapu dan mengumpulkan segala jenis sampah yang bertebaran di kafe.
Saat Deli sedang bersih bersih. Sebuah mobil L300 masuk mengantarkan bahan bangunan yang dibeli oleh Ayah dan Kak Hendri.
"Nona, dimana harus kami letakan semua bahan bahan ini?" tanya sopir mobil.
"Belakang aja pak." ujar Deli menunjuk tempat untuk meletakkan barang barang yang dibeli oleh Ayah dan Kak Hendri.
Sopir kemudian meletakkan barang barang yang dibelinya ke bagian belakang rumah.
"Hay kapan pulang?" ujar Ayah menyapa anak perempuannya itu.
"Tadi sore sampai Ayah." jawab Deli sambil mencium tangan Ayah.
"Lah baru sampai kok udah kerja aja?" tanya Ayah.
"Nggak bisa tidur Ayah" Jawab Deli.
"Ayah ke belakang dulu ya" ujar Ayah meninggalkan Deli sendirian.
Deli kembali melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Ayah dan Kak Hendri berada di belakang untuk melihat sopir meletakkan barang barang yang tadi di beli Ayah.
__ADS_1