
Hari beranjak malam dengan begitu cepatnya. Ayah, Hendri dan Juan berdiri dari duduk mereka.
"Papi, kami izin untuk pulang ke rumah sebelah dulu ya. Terimakasih atas pesta yang sangat luar biasa ini. Kami sangat bahagia dengan apa yang dilakukan oleh keluarga Edwardo" ujar Ayah berpamitan kepada Papi.
"Tidur di sini aja Ayah. Kamar banyak yang kosong. Bisa untuk keluarga Bramanstya menginap" ujar Papi yang menawarkan kepada Ayah untuk menginap saja di rumah peristirahatan keluarga Edwardo.
"Kami di rumah sebelah saja Papi. Ada beberapa hal yang harus kami lakukan di sana malam ini. Jadi, dengan sangat terpaksa kami harus pergi dari sini" ujar Ayah yang tetap bersikeras untuk izin pulang ke rumah peristirahatan milik Dian.
Papi menatap ke arah Jero dan Felix. Jero dan Felix mengangguk, memberikan kode kepada Papi kalau Papi harus membolehkan keluarga Bramanstya untuk pulang ke rumah mereka.
"Baiklah Ayah, dengan sangat berat hati, saya terpaksa memperbolehkan Ayah untuk pulang ke rumah. Tapi, kami harap besok pagi keluarga Ayah bersedia menerima kedatangan kami ke sana untuk makan siang bersama" ujar Papi yang mengajukan diri untuk diundang makan siang di rumah keluarga Bramanstya.
"Tenang Papi. Sekarang kami undang secara resmi keluarga Edwardo untuk datang ke rumah kami, undangan makan siang." ujar Ayah sambil tersenyum kepada Papi.
"Makasi Ayah. Kami pasti akan datang jam satu siang" jawab Papi yang langsung saja menentukan waktu kedatangan mereka tanpa meminta saran terlebih dahulu kepada Ayah.
"Oke Papi, jam satu siang. Kami akan menyiapkan hidangan yang istimewa untuk kita semua" ujar Ayah menyetujui jam makan siang yang akan diadakan besok.
Semua laki laki berjalan menuju tempat para wanita berkumpul. Ayah menuju ke tempat Bunda dan yang lainnya berada.
"Mami, keluarga Bramanstya berencana untuk pamit kembali pulang ke rumah mereka" ujar Papi kepada Mami yang terlihat sedang mengobrol serius dengan Bunda dan ketiga putri keluarga Bramanstya.
"Ayah pulang sekarang?" tanya Deli yang kaget mendengar Ayah dan keluarganya yang lain akan pulang sekarang ke rumah mereka.
"Iya sayang. Hari sudah terlalu malam." ujar Ayah menjawab pertanyaan putri mereka yang sekarang sudah menjadi putri keluarga Edwardo.
Deli terlihat sedih mendengar keluarganya akan pulang ke rumah mereka. Sedangkan dia akan tinggal di rumah ini sendirian.
"Sayang jangan bersedih gitu sayang. Besok siang keluarga kamu akan makan siang di rumah, jadi kamu akan bertemu kami kembali" ujar Ayah berusaha menenangkan Deli yang sudah berwajah sedih tersebut.
__ADS_1
"Sayang, kamu harus mengingat pesan dari Ayah dan Bunda kemaren. Kamu tidak boleh sedih, kamu harus kuat. Kan keluarga Edwardo sangat menyayangi kamu" lanjut Ayah memberikan nasehat kepada Deli.
"Iya Ayah. Deli nggak sedih. Cuma kaget aja Ayah dan Bunda serta yang lainnya akan pulang sekarang. Deli kira akan menginap di sini" ujar Deli sambil bergelayut manja di tangan Ayah.
"Deli" panggil Jero dengan nada sangat lembut.
Deli menatap ke arah Jero. Jero kemudian menggeleng lemah kepada Deli. Jero tidak mau Deli terlihat lemah dan tidak bisa melepaskan kepulangan keluarga besarnya itu.
"Ayah, Bunda, hati hati ya. Besok siang Deli akan ke rumah. Bunda masakin Deli makanan kesukaan Deli ya" ujar Deli sambil menatap penuh harap ke Bunda supaya Bunda mau membuatkan makanan kesukaan dari Deli yang selama ini selalu dibuatkan oleh Bunda.
"Oke sayang, akan Bunda buatkan semua masakan kesukaan kamu" ujar Bunda sambil tersenyum kepada anaknya itu.
"Sekarang jangan sedih lagi ya" ujar Bunda mengusap ujung mata Deli dengan jati telunjuk Bunda.
Deli menganggukkan kepalanya. Dia berusaha menahan rasa sedih harus berpisah dari keluarga besarnya.
"Deli, kita ikut ke rumah Ayah aja malam ini. Kita akan menginap di sana" ujar Jero dengan nada biasa saja.
Deli menatap ke arah Jero. Dia tidak menyangka Jero akan mengatakan hal itu kepada dirinya.
"Benarkah?" tanya Deli dengan nada tidak percaya mendengar apa yang dikatakan oleh Jero.
"Yup benar. Kita akan nginap di sana." jawab Jero.
Jero kemudian meminta salah seorang maid untuk menyiapkan pakaian ganti untuknya. Dia tidak mau nanti sampai di rumah sebelah sama sekali tidak ada pakaian
"Terimakasih Kak" ujar Deli sambil tersenyum bahagia.
Hari ini dia tidak jadi berpisah dengan keluarganya. Mereka akan tetap berada dalam satu rumah.
__ADS_1
Maid yang tadi diminta oleh Jero untuk mengambilkan dua stel pakaian sudah memberikan pakaian itu kepada Deli. Deli juga tidak sungkan sungkan mengucapkan terimakasih dengan tulus kepada Maid yang telah mengambilkan pakaian Jero yang seharusnya Deli yang melakukan. Tapi karena Deli tidak tahu dimana kamar Jero akhirnya yang mengambilkan untuk kali ini adalah maid yang bekerja di rumah peristirahatan itu.
"Jadi beneran mau ikut ke rumah sebelah Jero?" tanya Mami menatap anak laki lakinya itu.
"Iya Mami. Kami akan bermalam di sana untuk malam ini" jawab Jero dengan penuh keyakinan menjawab pertanyaan dari Mami.
"kalau gitu Mami dan Papi juga nginap di sana" ujar Mami yang tanpa menunggu keputusan dari Papi sudah langsung berjalan cepat menuju kamar untuk mengambil pakaian ganti untuk Mami dan Papi.
"Kalau Papi dan Mami juga ikut. Aku jugalah. Ngapain di rumah ini sendirian" ujar Felix yang akhirnya memilih untuk ikut ke rumah keluarga Bramanstya.
Papi melihat ke arah Ayah.
"Tenang saja Papi. Rumah peristirahatan Dian juga banyak kamarnya. Kami malahan senang kalau besan kami mau menginap di sana" ujar Ayah yang tau arti dari makna Papi melirik kepada Ayah.
"Terimakasih banyak atas kebaikan dan kemurahan hati Ayah menerima kami semua menginap di sana. Tapi kami juga menginginkan leluarga Bramanstya juga sekali sekali menginap di rumah kami" ujar Papi yang meminta kunjungan balasan dari keluarga Bramanstya.
"Wah siap kalau masalah kunjungan balasan itu Papi. Kami akan datang ke mansion keluarga Edwardo dan akan menginap di sana."ujar Ayah menjawab ajakan dari Papi untuk datang ke mansion mereka dan menginap juga di sana.
Juan melirik ke arah Dina. Dina membalas menatap ke arah Juan. Dina juga belum memperkenalkan Juan kepada keluarga Edwardo.
Mami dan Felix sudah kembali dengan tas di tangan mereka masing masing. Mereka berdua membawa tas yang tidak besar. Tas yang hanya muat untuk dua stel pakaian ganti.
"Nanti saja" ujar Juan memberikan kode kepada Dina.
Juan tahu kalau Dina akan memperkenalkan dirinya kepada keluarga Edwardo. Juan ingin Dina memperkenalkan Juan kepada mereka saat sudah di rumah peristirahatan Dian.
"ayo berangkat" ujar Papi
Kedua keluarga besar masuk ke dalam mobil. Mobil kemudian bergerak meninggalkan rumah keluarga Edwardo untuk menuju rumah keluarga Bramanstya yang berada di sebelah rumah Edwardo.
__ADS_1