
"Oh baiklah kalau begitu tuan. Saya paham" jawab Hendri yang sangat senang Demian telah menyelesaikan telepon yang tidak berguna tersebut.
"Kenapa Kak?" ujar Dian bertanya kepada Hendri saat melihat Hendri yang sudah memutuskan panggilannya dengan Demian.
"Katanya dia ada kerjaan yang harus dikerjakan oleh Demian. Jadi, dia mematikan ponselnya" ujar Hendri menjawab keingintahuan dari Dian kenapa Demian sudah memutuskan panggilan telponnya dengan Hendri padahal mereka sama sekali belum mengobrol antara satu dengan yang lainnya.
Juan mendengar apa yang diceritakan oleh sepasang kekasih itu. Juan sama sekali tidak mengerti siapa yang diceritakan oleh mereka. Sampai sampai membuat mereka begitu bersemangat menceritakan yang namanya Demian. Juan benar benar penasaran dengan Demian tersebut.
'Siapa Demian, sampai sampai Dian dan Hendri menceritakan tentang Demian sebegitunya. Gue rasa Demian ada kaitannya dengan mereka bertiga." ujar Juan sambil menatap ke arah Dian dan Hendri meminta penjelasan dari mereka berdua.
"Kenapa menatap kami seperti itu betul kak? Ada apa?" tanya Dian kepada Juan, saat Dian melihat Juan menatap ke dirinya dengan tatapan bermakna tolong kasih tau gue siapa Demian sebenarnya.
Juan kaget saat mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Dian kepada dirinya. Juan tidak menyangka kalau Dian akan memperhatikan dirinya dengan sedemikian rupa.
"Kakak cuman lagi berpikir Yan siapa sebenarnya Demian sehingga membuat kalian berdua menjadi seperti itu, dan membicarakan pria tersebut" ujar juan menyuarakan apa yang ada di dalam pikirannya kepada Dian dan Hendry yang tadi kaget saat melihat Juan memperhatikan mereka berdua dengan sangat intens.
"Sebenarnya Demian itu sedang dekat dengan Deli, cuma sebelum pernikahan Deli, Demian sempat pergi untuk melakukan perjalanan bisnis. Dirinya harus melakukan perjalanan bisnis itu ke negara F entah ke negara G. Kami berdua juga lupa pastinya kemana" uicara Dian mulai menceritakan siapa Demian kepada Juan yang sangat penasaran siapa Demian yang sebenarnya dan membuat sepasang kekasih itu sibuk membicarakan dirinya.
"Terus Kenapa Deli bisa menikah dengan Jero?" kata Juan yang semakin tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Dian kepada dirinya, yang entah kenapa juga berubah menjadi seseorang yang sangat kepo luar biasa tidak seperti dirinya sebelum-sebelum ini.
"Kami sebenarnya hari itu juga kaget saat mendengar Deli mau menikah dengan Jero. Aku dan Dina baru tahu saat pagi hari waktu kami singgah untuk menikmati sarapan di rumah Deli. Saat itulah Bunda mengatakan kepada kami bahwasanya Deli mau menikah dengan Jero" ujar Dian bercerita kepada Juan bagaimana mereka semua, khususnya Dian dan Dina mengetahui pernikahan yang terjadi antara Deli dan Jero.
"Terus apa Deli ada mengatakan apa yang menyebabkan dia memilih menikah dengan Jero daripada dengan demian?" kata Juan merasa kalau pernikahan antara Dewi dan Jero ada yang melatarbelakangi dan ada yang memaksa untuk terjadinya pernikahan tersebut.
"Kalau sama Dian belum ada entah kalau sama bunda dan ayah" kata Dian memberikan jawaban yang dikehendaki oleh Juan.
__ADS_1
"Emang ada apa juan? Kenapa kamu sampai pertanyaan seperti itu?" ujar Hendri yang kaget saat mendengar Juan bertanya hal itu kepada Dian.
"Sekarang gini apa lu berdua nggak memiliki pemikiran yang aneh atas terjadinya pernikahan mereka berdua yang kesannya sangat mendadak sekali?" kata Juan berusaha membuka pemikiran Hendry dan Dian yang berada di depannya saat ini.
Hendri dan Dian saling berpandangan mereka berdua memang sempat memikirkan hal itu. Tetapi karena mereka saat itu sibuk mengurus acara pernikahan antara Deli dan Jero. Mereka berdua sama sekali tidak sempat memikirkan hal tersebut.
"Menurut kakak apa yang sebenarnya terjadi dengan pernikahan antara Deli dan Juan tersebut?" kata dian yang penasaran dengan analisa pemikiran dari Juan yang terkesan ada benarnya juga.
"Maksud gue begini Hendri, Dian" ujar Juan mulai mengatakan kecurigaannya kepada keluarga Edwardo, calon keluarga adiknya sendiri,alias calon besan dari Juan.
Hendri dan Dian kemudian menatap ke arah Juan. Mereka berdua fokus menjelaskan apa yang akan dikatakan oleh Juan sebentar lagi. Mereka menatap Juan dengan tatapan kami bener bener penasaran.
"nggak mungkin kan seorang Jero tiba-tiba ingin menikahi Deli yang sama sekali baru dikenalnya saat dia menjadi asisten di perusahaan" ujar Juan menambahkan apa yang ada di dalam pemikirannya.
"Sebenarnya saya tidak mau ikut campur. Tetapi makin ke sini kok makin ada yang janggal gitu. Apa lagi saat Jero mengatakan Deli sakit, padahal saat bertemu, Deli sampe siang Deli sehat sehat aja." lanjut Juan memaparkan keanehan yang ditemukan dan dirasakan oleh Juan.
Hendri terlihat memikirkan apa yang dikatakan oleh Juan kepada mereka berdua. Hendri tidak mau mengambil kesimpulan menyetujui atau menolak apa yang dikatakan oleh Juan. Dia harus menganalisa nya terlebih dahulu sebelum mengatakan bahwasanya Deli memang sakit karena tindakan yang dilakukan oleh Juan kepada dirinya.
"Sayang menurut kamu bagaimana?" tanya Dian kepada Hendry kekasihnya itu sekaligus Kakak dari Deli sahabatnya yang sekarang menjadi topik pembahasan mereka semua.
"Sejujurnya aku tidak bisa mengambil kesimpulan. Tetapi di satu sisi aku memang memiliki pemikiran seperti itu. Apalagi saat mengetahui kalau Deli tiba-tiba sakit dan pingsan di kamarnya" Kata Hendri mengungkapkan apa yang ada dalam hati dan pikirannya.
"Pemikiran seperti itu semakin kuat saat aku membandingkan kondisi Deli di pagi hari. Kalau deli beneran sakit dari pagi, tidak mungkin dia akan bisa memasak segitu banyaknya untuk makan siang Kita, yang hanya dibantu oleh Bunda saja" ujar Hendry mengatakan apa saja kejanggalan yang ditemukannya dan dirasakan oleh dirinya selama mereka di rumah peristirahatan itu
"Satu hal lagi, yang jangan dilupakan" ujar Juan berkata kepada Hendry dan Dian sambil menetap ke arah mereka dengan tatapan coba cari tahu lagi satu kejanggalan yang aneh.
__ADS_1
Hendry dan Dian kemudian saling memandang satu dengan yang lainnya. Mereka berdua tidak paham dengan apa yang dimaksudkan oleh Juan sebentar ini. Mereka berdua sangat terlihat berpikir dengan keras tentang apa yang dikatakan oleh Juan sebentar ini.
" Kenapa kalian berdua diam? Apa kalian berdua tidak tahu apa yang saya katakan sebentar ini?" tanya tujuan kepada Hendry dan Dian yang masih terlihat berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Juan sebentar ini.
"Ya kami tidak mengerti dan tidak tahu dengan maksud yang Juan katakan kepada kami berdua. Kami sudah memutar kembali memori selama di rumah peristirahatan. Tetapi sama sekali tidak menemukan hal yang ganjil sesuai dengan apa yang Juan katakan sebentar ini" kata Hendry sambil menatap ke arah juan dan menggelengkan kepalanya tanda dia tidak tahu dan tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Juan sebentar ini.
"Kalian tahu tidak kenapa Deli bisa sakit menurut Jero tadi?" ujar Juan sambil menatap ke arah Hendri dan Dian dengan bergantian.
"Karena tidur di balkon saat siang hari" ujar Dian dengan nada pelan.
"Kenapa nada suara kamu menjadi pelan sayang?" ujar Hendri bertanya kepada Dian, saat mendengar nada suara Dian semakin melemah saat menjawab sebuah fakta yang dibeberkan oleh Juan sebentar ini.
Dian terdiam cukup lama. Dia paham dengan apa yang dikatakan oleh Juan, ada sebuah keanehan yang tidak disadari oleh siapapun dari ucapan seorang Jero Edwardo saat mengatakan penyebab sakitnya seorang Deli.
"Sayang, kak Juan, Deli bukan tipe yang cepat masuk angin. Lagian balkon tempat Deli tertidur siang itu juga tidak terlalu kencang anginnya" ujar Dian yang paham bagaimana posisi posisi bagian di rumah peristirahatan miliknya itu.
"Satu lagi, kalau mereka memang beneran romantis dan memang saling menerima satu dengan yang lainnya. Tidak mungkin Deli tidur di balkon saat siang hari. Tentu dia akan tidur di kamar mereka berdua" lanjut Juan menambah dan memperkuat pemikiran yang saling mereka ajukan satu dan yang lainnya.
"Aku baru yakin dengan apa yang dikatakan oleh Dina, bahwasanya pernikahan antara Deli dengan Jero ada sesuatu yang janggal terjadi di sana" kata Juan yang sekarang sudah paham dengan ketakutan ketakutan dan juga pemikiran pemikiran yang diajukan oleh Dina kepada dirinya saat itu.
Hendri terdiam. Dia memegang rambutnya. Dian kemudian memeluk kekasihnya itu. Dian sangat tau apa yang dirasakan oleh Hendri saat ini.
"Hendri, kita pasti akan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Deli dari semua ini. Tetapi sekarang kita tidak bisa. Deli tidak memberikan dan meminta tolong kepada kita." ujar Juan sambil memegang pundak seorang kakak laki laki yang terlihat hancur karena telah menyetujui adiknya menikah dengan seseorang yang dia sendiri tidak menyadari kalau pria itu berniat jahat kepada adiknya.
"Aku yakinkan kepada kamu sobat. Aku akan memberikan tindakan kepada dia, kalau dia terbukti menyakiti Deli. Deli sudah gue anggap sebagai adik gue sendiri. Jadi, kita akan berikan dia hadiah setiap memberikan satu penyiksaan terhadap Deli" kata juan dengan mantap.
__ADS_1
Hendri mengangguk dan yakin dengan apa yang akan dilakukan oleh Juan