Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku
BAB 43


__ADS_3

Akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Felix sampai di parkiran hotel. mereka bertiga kemudian masuk ke dalam kamar hotel masing masing untuk beristirahat.


Deli dan Dina langsung merebahkan diri mereka di atas ranjang empuk hotel mewah itu. Mereka benar benar sudah terlalu letih dengan kegiatan mereka yang berkeliling keliling mall tadi.


"Capek banget gue Del. " ujar Dina sambil memijit mijit kakinya yang kelelahan setelah berjalan jalan mengelilingi pusat perbelanjaan yang besar di negara J.


"Sama. Gue juga sangat capek. Gue nggak nyangka kita akan jalan selama itu. Saat jalan tadi sama sekali nggak terasa capeknya. Eeee setelah selesai ampun gue capek banget." ujar Deli yang akhirnya mengeluh karena kecapekan.


"Dilarang mengeluh kan yang milih liburan capek capek kita juga." ujar Dina.


"Hahahahahaha. Bener juga Din, yang milih untuk pergi kita ngapain kita juga ngeluh" ujar Deli yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Dina.


Mereka akhirnya berbeda leha sejenak sebelum membersihkan tubuh mereka yang telah lengket lengket akibat keringat saat mereka berbelanja tadi.


Setelah merasa badannya sudah kembali ke suhu normal, Deli membuka bangun dari kasur. Dia melihat Dina ternyata sudah tertidur.


"Lah bisa bisanya tu anak tidur. Emang lah Dina nggak berubah dari dulu. Saat bagaimanapun asal ada bantal pasti dia bisa tidur nyenyak dalam sekejap. Salut banget sama tu anak." ujar Deli sambil geleng geleng kepala melihat kelakuan Dina yang luar biasa ajaib itu.


Deli kemudian mengambil handuk miliknya. Dia kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Deli kali ini memilih mandi di bawah shower. Dia ingin air hangat memijit mijit tubuhnya yang terasa sangat letih itu. Deli menikmati setiap air hangat yang menimpa tubuhnya. Deli mandi sambil bersenandung kecil.


Dina yang juga sudah bangun melihat kamar mandi tertutup kembali memejamkan matanya, Dina memilih untuk tidur kembali sampai Deli selesai mandi. Tetapi rencana Dina tidak berhasil, matanya tidak mau kembali terpejam sama sekali. Dina akhirnya mengalah dan lebih memilih menonton televisi di kamar.


Deli kemudian keluar kamar mandi, dia melihat Dina yang sudah duduk menonton televisi.


"Din, gue udah siap" ujar Deli.


Dina kemudian berdiri dari duduknya, dia mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Deli memakai pakaiannya dan bersiap siap untuk pergi makan malam.


Dina ternyata mandi sangat lama, setelah hampir satu jam baru Dina keluar dari dalam kamar mandi.


"Loe balas dendam mandi tadi pagi Din?" tanya Deli kepada Dina yang baru saja keluar kamar mandi.


"Iya, sekali sekali, kapan lagi kan ya gue bisa mandi lama lama di hotel. Mereka belum nelpon kan? " Tanya Dina kepada Deli.


"Sama sekali belum. Mereka sepertinya juga kelelahan, makanya nggak ada yang nelpon." jawab Deli yang dari tadi sebenarnya asik menonton televisi.

__ADS_1


"Ah nggak asik. Harusnya mereka udah nelpon. Jadi kan gue bisa bales kelakuan mereka yang tadi pagi ke gue." ujar Dina dengan nada kesal.


"Hahahahahaha" Deli tertawa mendengar niat jelek Dina yang tidak tersampaikan.


Tok tok tok. Bunyi pintu kamar di ketuk dari luar saat Dina telah selesai bersiap siap. Deli pergi membukakan pintu kamar, dia melihat Jero dan Felix sudah berdiri di depan pintu kamar mereka dengan pakaian yang sudah rapi.


"Dina mana Deli? " tanya Felix yang tidak melihat Dina.


"Bentar Tuan" ujar Deli.


Deli kembali masuk ke dalam kamar mereka.


"Dina, mereka sudah datang." ujar Deli memberitahukan kepada Dina kalau Felix dan Jero sudah datang dan menunggu mereka di depan pintu kamar.


"Oke sip. Bilang gue pup bentar." ujar Dina yang sifat usilnya seketika muncul sesaat.


"Hah? Bukannya tadi loe baek baek aja?" kata Deli yang kaget mendengar Dina yang tiba tiba terasa pengen ke belakang.


"Loe bilang ajalah." ujar Dina yang langsung berlari ke dalam kamar mandi.


"Dina ke belakang sebentar Tuan." jawab Delu.


Dina kemudian mengeluarkan ponselnya, dia kemudian menghidupkan game permainan miliknya. Dia sama sekali tidak merasa tersesak untuk ke belakang. Tetapi karena ingin mengerjai Felix dan Jero makanya dia mengatakan ingin kebelakang.


Jero melihat jam tangan mewahnya, jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam.


"Tu anak pup atau ngapain?" tanya Jero kepada Deli.


Deli kemudian masuk ke dalam kamar kembali. Dia melihat Dina sedang asik bermain game.


"Dina" teriak Deli tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Hahahaha. Gue sengaja. Apa dia udah marah?" tanya Dina kepada Deli.


"Udah, makanya gue masuk." jawab Deli.

__ADS_1


Dina kemudian merapikan pakaiannya. Dia berjalan keluar kamar bersama dengan Deli.


"Sorry lama, pupnya susah." ujar Dina sambil melihat ke arah Jero.


"Sekarang apa sudah selesai?" tanya Jero kembali.


"Ooo sudah. Mari kita pergi makan malam." Kata Dina dengan senyum manisnya.


Deli yang melihat hanya bisa tersenyum saja, hanya dia yang tahu apa yang telah dilakukan Dina barusan.


Mereka kemudian menuju lounge restoran yang terletak di lantai paling atas restoran ternama tersebut. Mereka akan makan malam di sana. Jero sudah melakukan reservasi dan juga telah memesan beberapa makanan untuk makan malam mereka.


Pelayan menyajikan pesanan makan malam yang dipesan oleh Jero tadi. Mereka kemudian menyantap makan malam tersebut. Jero dan yang lainnya menikmati makan malam mereka di bawah cahaya rembulan malam.


Setelah selesai makan malam, mereka langsung menuju kamar masing masing. Besok pagi pagi sekali mereka sudah harus berangkat menuju negara mereka. Ada tugas yang sangat berat menanti Jero dan Felix di sana. Tugas yang akan membuat semua orang menatap tidak percaya kepada Felix dan Jero.


Deli dan Dina kemudian masuk ke dalam kamar. Mereka membersihkan wajah mereka dari riasan yang dipakai tadi. Setelah itu mereka memakai scincare malam. Mereka juga mengganti pakaian mereka dengan pakaian untuk tidur.


"Barang barang loe udah siap Deli?" tanya Dina yang sedang menonton televisi.


"Belum. Ini rencananya mau dirapikan. Emang elo udah siap?" tanya Deli kepada Dina.


"Belum juga. Emang loe udah?" Deli balik bertanya kepada Dina.


"Hahahaha. Tengok tuh masih segunung gitu. Nanti ajalah. Gue nonton drama itu dulu" ujar Dina sambil menunjuk drama yang sedang ditonton dirinya.


"Dasar melankolis" ujar Deli sambil menimpuk kepala Dina dengan handuk kecil siap menyeka wajahnya.


"Masih belum separah Dian." ujar Dina masih membela dirinya.


"Eeee kalau Dian jangan ditanya, ratu drama" ujar Deli yang memang paling lama mengenal Dian dibandingkan Dina.


"Din, dari pada loe nonton itu, mending loe ikut gue beresin ini semua. mau loe nanti gue tidur loe nyusun barang loe sendirian?"


"Ogah gue." ujar Dina.

__ADS_1


Dina akhirnya ikut merapikan barang barangnya. Dia tidak mau pas dirinya membersihkan barang barangnya Deli sudah masuk ke alam mimpi. akhirnya kedua wanita itu bersama sama membereskan barang barang mereka.


__ADS_2