Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku
BAB 12


__ADS_3

Jero yang baru bangun dari tidurnya melihat Frenya sedang memeluk dirinya langsung saja mengubah posisi Frenya. dia membelai Frenya. Serta memberikan pijatan lembut. Frenya yang sedang nyenyak tidur langsung terbangun karena perlakuan yang diberikan Jero kepada dirinya. Frenya yang melihat Jero sedang asik bermain di sana langsung pura pura tidur kembali. Dia tidak mau mengganggu keasikan Jero yang sedang bermain itu. Frenya menikmati setiap belaian, setiap perlakuan yang diberikan Jero kepada tubuhnya.


"Sayang lanjutkan lagi sayang. Aku udah nggak sanggup sayang." kata Frenya yang udah nggak sanggup menahannya lagi.


"Sabar sayang. Aku lagi ingin dengan milik kamu ini sayang" kata Jero yang nggak mau langsung ke inti permasalahan..


"Sayang, nanti aku keluar sayang, aku nggak mau keluar tanpa ada kamu sayang"


"Keluar aja sayang, nggak apa apa, aku senang kamu bisa keluar dengan permainan tanganku sayang" kata Jero sambil memainkan kembali tangannya di Frenya.


"Sayang" teriak Frenya yang sudah hampir sampai di ujung rasanya.


Frenya yang berteriak semakin semangat untuk menyentuh setiap inci Frenya. Jero memegang dua timbunan pasir Frenya dengan kuat, Jero semakin menggila memuja semua bagian Frenya.


"Sayang, aku sudah tidak tahan lagi, aku keluar sayang" kata Frenya sambil mencengkram dengan kuat sprei yang menjadi alas pergulatan mereka.


Jero memberikan waktu untuk Frenya menikmati keluarnya sesuatu yang apabila ditahan akan membuat sakit kepala. Frenya menikmati sensasi itu dengan penuh kebahagiaan. Dia benar benar tidak menyangka kalau Jero sudah semakin ahli.


"Sayang, kamu sudah tenang?" kata Jero.


Frenya kemudian membalikkan badan Jero. Sekarang gantian dia yang akan melayani Jero dengan keahliannya. Selain itu dia juga memainkan jaluk Jero dengan begitu lincah dengan kedua tangannya.


"sayang" kata Jero yang sudah tidak tahan dengan permainan tangan Frenya.


"Nikmati saja sayang penyiksaannya" kata Frenya sambil mengecup mesra bibir Jero.


Frenya makin menjadi memainkan dan menyentil sesuatu yang hitam milik Jero yang keluar sedikit itu, sedangkan tangannya yang satu lagi memainkan jaluk milik Jero dengan belaian dan remasan lembut keras.


"Sayang" kata Jero yang sudah tidak tahan.


"Apa?"


"seperti biasa"

__ADS_1


Jero kemudian membalikkan posisinya, Frenya sekarang berada di bawah. Jero yang sudah tidak kuat lagi langsung mencelupkan Jaluknya ke dalam sangkar Frenya.


"aw" teriak Frenya saat menerima jaluk di dalam sangkar.


"Sayang" kata Jero dengan nada serak.


"Sayang, aku ingin kamu dengan kuat sayang" kata Frenya yang mulai menggoyangkan pinggulnya.


Jero pun menggoyangkan pinggulnya, dia menusuk dengan cepat dan pelan, irama yang sangat disukai oleh Frenya. Selain itu Jero juga tidak meninggalkan gundukan pasir milik Frenya, dia meninggalkan beberapa jejak kepemilikan di gundukan pasir putih mulus itu.


Jero dan Frenya berpacu dengan sangat kuat, mereka berdua sama sama tidak mau kalah dalam pertandingan itu. Frenya bergoyanb dengan sekuat tenaganya. Begitu juga dengan Jero bergoyang dengan kuat.


Mereka terus saja berlomba untuk memberikan sesuatu yang akan menjadi kenangan bagi mereka berdua. Jero tidak membiarkan Frenya berkutik, dia terus saja berolahraga, Frenya juga melakukan hal yang sama. Mereka sama sama berolahraga dan membakar kalori.


"Sayang yang kuat sayang, aku hampir sampe sayang" kata Frenya dengan nada sensual dan suara seraknya.


Jero yang mendengar Frenya meminta dirinya untuk berolahraga keras, langsung mengabulkan keinginan Frenya, dia mengabulkan keinginan Frenya. Dia berolahraga dengan kuat.


"Sayang aku mau sampai" kata Jero yang sudah mulai terlihat melemah.


"Aw"


"Aw"


Jero memeluk Frenya. Akhirnya pelepasan kedua itu selesai sudah. Jero merebahkan badannya di samping badan Frenya, dia memeluk Frenya dengan kuat.


"Makasi sayang" kata Jero dan mengecup Frenya.


"Sama sama sayang. Ini sangat luar biasa" kata Frenya


Jero kemudian berdiri saat dia sudah merasa kuat untuk berdiri. Jero langsung masuk ke dalam kamar mandi yang diiringi Frenya dari belakang.


Jero yang melihat Frenya membuat jaluknya kembali berdiri, dia menarik Frenya untuk masuk ke bawah shower. Frenya yang sudah tau apa yang akan dilakukan oleh Jero. Mereka berciuman di bawah guyuran air shower. Jero meletakkan Frenya di depan badannya. Kedua tangannya diletakkan di atas gundukan pasir Frenya yang sangat menantang Jero untuk diberikan perhatian yang lebih oleh Jero.

__ADS_1


Jero kemudian meremas kedua gundukan pasir itu, Frenya menikmati semuanya. Dia sama sekali berdiam diri tidak terlibat dalam olahraga sesaat itu.


"Sayang, kamu rasakan saja sayang, jangan melawan" bisik Jero di telinga Frenya


Jero menghembuskan nafas segarnya di leher Frenya, titik dimana akan membuat Frenya bertekuk lutut.


" Sayang " kata Frenya


"Apa sayang?"


"Dari belakang sayang"


"Oh tidak, aku ingin bermain dengan yang dua ini saja sayang. Mereka selalu menentang diriku selama ini, jadi saatnya aku mengeksekusi mereka sayang."


Jero kembali meremas dengan kuat dan membelai dengan lembut kedua payudara milik Frenya, Jero kemudian membawa Frenya ke cermin yang ada di dalam kamar mandi, Jero meremas payudara Frenya di depan cermin itu. Frenya memasang wajah penuh nafsunya, hal ini semakin membuat Jero menggila.


"Sayang aku bahagia" kata Jero


"Sama sayang, aku juga bahagia" kata Frenya.


Mereka kemudian berpakaian dan siap siap untuk meninggalkan hotel. Jero mengantarkan Frenya kembali ke rumahnya. Jero berjanji nanti malam atau besok dia akan menemui Frenya. Frenya pun sudah mengcancel pertemuan dirinya dengan beberapa sugar dady yang menjadikan dirinya simpanan.


Setelah mengantarkan Frenya pulang, Jero juga langsung pulang menuju rumahnya. Dia ingin beristirahat karena lelah sudah menggempur Frenya sebanyak tiga kali. Pertandingan yang sangat seimbang. Frenya dan Jero tidak ada yang mau mengalah.


Jero melajukan mobil dalam kecepatan sedang. Dia memiliki beberapa target yang harus diselesaikan. Jero menikmati perjalanan menuju rumah. Pemandangan selama perjalanan menuju rumah Jero sangat memikat hati dan membuat mata menjadi sejuk.


Pemandangan rumah rumah pedesaan membuat hati Jero menjadi tenang. Setelah melewati perumahan bernuansa pedesaan, Jero masuk ke area perkebunan anggur.


Jero memberhentikan mobilnya tepat di depan perkebunan anggur yang terlihat sangat lebat. Beberapa pegawai terlihat sedang memetik buah anggur yang akan diolah menjadi minuman itu.


Jero kemudian turun dari dalam mobil. Dia teringat dengan Felix yang suka dengan buah anggur. Dia berniat membelikan sahabatnya Anggur yang masih fres itu.


Jero memanen sendiri buah anggur yang ingin dibelinya. Setelah dirasa cukup, Jero pergi ke sebuah tempat sentra oleh oleh yang menjual berbagai hasil olahan Anggur. Jero membeli selai anggur, roti, serta permen yang berasa Anggur.

__ADS_1


Setelah selesai berbelanja, Jero kembali menuju mobilnya. Dia melajukan mobilnya menuju rumah. Jero kembali.menikmati perjalanan itu


__ADS_2