
Felix duduk di kursi depan Dina. Dia menatap lurus ke wajah kekasihnya itu. Wajah yang dari tadi memasang wajah datar tanpa ada mencerminkan ekspresi apapun. Felix berharap saat mereka tinggal berdua, Dina bisa mengekspresikan apa yang dirasakannya melalui ekspresi wajahnya. Tetapi Dina sama sekali tidak menampilkan ekspresi apapun.
Felix dan Dina sama sama diam. Mereka hanya bisa saling memandang antara satu dengan yang lainnya.
"Dina"
"Felix"
Dina dan Felix sama sama memanggil nama masing masing. Dina menatap ke arah Felix, begitu juga dengan Felix.
"Silahkan kamu duluan" ujar Dina meminta Felix untuk berbicara terlebih dahulu.
"Kamu aja duluan." ujar Danu mempersilahkan Dina untuk duluan mengemukakan apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
"Kamu saja. Aku masalah gampang" ujar Dina yang tetap ingin Felix mengatakan semuanya terlebih dahulu.
Felix menatap ke arah Dina. Dina mengangguk, Dina meyakinkan Felix kalau Felix lah terlebih dahulu untuk berbicara kepada Dina.
"Aku minta maaf karena sudah mengecewakan kamu atas apa yang diucapkan oleh Jero kepada Deli." ujar Felix memulai ceritanya.
"Aku sebenarnya sudah berusaha meminta maaf kepada Deli atas nama Jero dan keluarga. Saat itu pas setelah Jero mengatakan hal yang di luar nalar itu, aku langsung minta maaf kepada Deli." lanjut Felix menceritakan apa yang terjadi.
"Aku mencari Deli sampai ke bestman. Ternyata dia duduk di kantin perusahaan. Pada saat itu aku di depan semua karyawan yang ada di sana meminta maaf kepada Deli." ujar Felix bercerita.
"Pada saat itu Deli sudah memaafkan apa yang dikatakan oleh Jero." ujar Felix.
Apa yang dikatakan oleh Felix, sama persis dengan apa yang diceritakan oleh Deli kepada Dina tadi saat mereka berada di air terjun.
__ADS_1
"Pagi harinya, Deli meminta izin untuk pulang cepat. Saat itu kami mengizinkan karena Deli mengatakan dia sakit kepala" ujar Felix.
"Kejadian selanjutnya kamu tau sendiri" ujar Felix.
Dina selama Felix menceritakan semua kisah itu, dia hanya diam saja. Dina sama sekali tidak ada membantah atau menyela perkataan yang dikatakan oleh Felix. Dina mendengar semua cerita secara keseluruhan.
Felix menatap Dina. Dina masih tetap membalas tatapan Felix. Tetapi Dina sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi apapun kepada Felix.
"Terus kenapa kamu bisa sampai di depan mansion. Kata pengawal, mobil kamu dan Jero sudah sangat lama berhenti di depan pagar mansion" ujar Dina bertanya kepada Felix tentang penyebab mereka berdua bisa menunggu Dina dengan sangat lama di depan mansion.
"Kami saat itu memang harus menyusul kamu ke mansion" ujar Felix yang tidak tau bagaimana cara mengungkapkan apa alasan Felix dan Jero datang ke mansion Dina.
"Kenapa?" tanya Dina sambil menatap Felix.
"Karena harga saham yang sempat anjlok dan terjun bebas ke level terendah." ujar Felix sambil menundukkan kepalanya.
Felix tidak sanggup menatap ke wajah Dina. Felix tau Dina akan marah saat mendengar alasan yang diajukan oleh Felix kepada Dina.
"Manager IT dan Manager keuangan. Mereka melaporkan kalau harga saham kami turun drastis akibat kerjasama perusahaan kita berdua kamu batalkan" ujar Felix menjawab pertanyaan dari Dina.
Dina terdiam cukup lama. Felix hanya bisa memasrahkan hubungan mereka lagi. Hubungan yang harus berakhir hanya karena kesalahan Jero memandang rendah seorang karyawannya yang sudah berusaha mendapatkan proyek dengan perusahaan Perez grub.
Mereka berdua terdiam cukup lama sekali. Felix sudah tidak bisa lagi mencerna makna diam dari Dina. Felix menatap Dina lama sekali.
"Kenapa diam?" ujar Felix yang sudah tidak bisa lagi melihat Dina yang dari pertama hanya diam saja.
"Jadi kalian meminta maaf tadi karena harga saham perusahaan kalian yang jatuh? Bukan karena penyesalan karena telah mengatakan hal yang sangat rendah terhadap orang lain?" tanya Dina sambil memandang ke arah Felix.
__ADS_1
"Tidak Dina. Kami memang akan meminta maaf kepada Deli dan juga kamu. Saat itu kenapa kami lebih memilih ke kamu duluanduluan, karena kami tau, Deli pasti akan menyuruh kami ke sini duluan. Makanya, dari perusahaan kami langsung ke sini" kata Felix membantah apa yang dikatakan dan dituduhkan oleh Dina kepada Jero dan dirinya.
"Terus kamu tau mansion ini dari siapa? Perasaan aku tidak pernah membawa kamu ke sini, selama kita menjalin hubungan." ujar Dina yang memang tidak pernah membawa Felix ke mansion milik dirinya itu.
"Memang tidak pernah. Aku mencari tahu dimana letak mansion ini dengan bertanya kepada Dian. Dianlah yang memberikan lokasi mansion ini" ujar Felix memberitahukan kepada Dina dari siapa Felix tau lokasi mansion Dina.
"Apa yang kamu katakan kepada Dian, sehingga Dian mau memberikan alamat mansion ini?" tanya Dina yang memang tidak semua orang tau keberadaan mansion milik keluarga Kusuma Wijaya di negara I.
"Aku hanya mengatakan kalau kamu sedang merajuk kepada aku, sehingga aku akan memberikan kejutan kepada kamu." ujar Felix mengatakan kepada Dina apa yang dikata nnya saat dia meminta tolong kepada Dian untuk memberikan alamat mansion miliknya itu kepada Felix.
"Saat itu Dian sepertinya sedang dalam meeting penting, sehingga dia hanya mengatakan, oke akan aku kirimkan. Tidak berapa lama menunggu akhirnya Dian mengirimkan kepada aku lokasi mansion ini. Sehingga aku dan Jero bisa datang ke mansion ini." lanjut Felix.
Mereka berdua kemudian terdiam cukup lama. Satu dengan yang lain saling memandang. Ntah apa yang ada dalam otak cantik Dina sekarang ini.
"Sekarang kamu udah sampai di sini. Apa yang mau kamu katakan kepada aku?" tanya Dina yang berharap sesuatu tentang hubungan mereka akan kembali di bahas oleh Felix.
Dina tidak ingin memulai membicarakan masalah hubungan mereka berdua. Dina akan menunggu Felix untuk memulainya. Sebagai yang mengakhiri dan sebagai wanita, Dina malas untuk memulai membicarakannya terlebih dahulu.
Felix terdiam, dia ragu mau mengatakan hal itu kepada Dina. Felix takut Dina menolak dirinya. Felix hanya bisa melihat dan memandang ke arah Dina saja.
"Aku nggak bisa merangkai kata kata romantis. Cuma saat ini aku mau mengatakan kepada kamu, apakah masih ada aku dalam hati kamu sekarang?" tanya Felix kepada Dina.
Felix menatap wajah cantik Dina. Felix berharap Dina mengatakan kalau di hati Dina saat ini masih ada Felix di sana.
Dina memandang Felix. Ingin rasanya Dina mengerjai Felix, tetapi Dina tidak sampai hati melakukan hal itu. Mereka berdua sama sama tersiksa satu hari ini karena keegosian Dina yang langsung mengucapkan kata putus kepada Felix.
Dina kemudian berdiri dari duduknya. Dia berjalan ke arah Felix. Dina yang sudah berada di depan Felix langsung memeluk kekasihnya itu.
__ADS_1
"Kamu selalu berada dalam hati dan pikiran aku sayang" jawab Dina.
"Maafkan aku karena mengatalan hal bodoh itu tadi" ujar Dina memeluk Felix