Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku
196


__ADS_3

Sebuah cerita yang berakhir sempurna. Kebahagiaan adalah tujuannya. Namun tidak semua bahagia itu membuat seseorang puas.


Malam ini, setelah melaksanakan sholat isya berjamaah. Syakir dan Kirana masuk ke dalam kamar anak memastikan kedua balita kecilnya sudah tertidur pulas lalu menghampiri kamar Anna yang juga sudah tertidur pulas.


Kirana membenarkan selimut yang tak rapi dan menutupi tubuh Anna hingga menuju bagian dada.


Syakir sudah berdiri di depan pintu dan mematikan lampu kamar tidur dan memberi kode kepada Kirana untuk segera keluar dari kamar Anna.


Kirana keluar dan tersenyum manis ke araj Syakir.


"Cantik sekali?" ucap Syakir sambil mencubit gemas pipi Kirana.


"Ekhemmm sakit Mas," cicit Kiran manja.


Syakir membawa Kirana ke kamar dan mengunci kamarnya. Lalu membawa istrinya ke balkon kamar. Syakir sudah menyiapkan kejutan untuk Kieana di meja balkon depan kamarnya.


"Mas punya kejutan untukmu, sayang," ucap Syakir berbisik tepat di telinga Kurana hingga membuat wanita itu merinding hebat.

__ADS_1


"Kejutan apa?" tanya Kirana pelan sambil menggugit bibir bawahnya.


Kirana merasa ada hal aneh yang bakl terjadi padanya.


"Ayuk kesana," ajak Syakir kepada Kirana sambil menggengam tangan istrinya dengan mesra.


Kirana tersenyum saat masuk ke ruang balkon. Tempat mungil dan sederhana itu sudah di dekorasi secantik itu. Tempat makan sederhana dengan menu yang semua kesukaan Kirana.


"Siapa yang masak ini?" tanya Kiran pelan sambil tersenyum.


"Mas lah. Mas sekarang bisa masak semenjak mengurus kedai. Malah gak bisa pegang jarum suntikan kayak kamu," ucap Syakir pelan dan memencet hidung Kirana.


Syakir duduk di kursi lain dan mereka duduk saling berhadapan. Di temani dnegan lilin yang menyala indah di setiap sudut meja.


Syakir menggenggam jari jemari Kirana yang terus di ciumi berulang kali.


"Mas ... bangga dan bahagia melihat kamu sudah menjadi dokter. Bagi Mas, kebahagiaan kamu, Ibra, Anna dan Syifa adalah kebahagiaan Mas. Mas tidak mau mengejar dunia, biarlah dunia yang mengejar kehidupan Mas. Malahan Mas mau mengucapkan banyak terima kasih sama kamu yang telah banyak membantu Mas selama ini. Ini kesuksesan kamu, Kiran. Mas hanya menebeng nama kamu dan menjadi sukses juga seperti kamu," ucap Syakir pelan smabil menitukkan air mata.

__ADS_1


Kirana menatap Syakir dan mengusap air mata yang telah turun ke pipinya. Banyak cerita pada kisah cintanya. Banyak kenangan yang tertoreh indah dalam kehidupan mereka.


"Kiran yang harusnya berterima kasih sama Mas Syakir," ucap Kiran pelan.


"Mas mencintaimu Kirana," ucap Syakir lirih.


"Kiran juga cinta sama Mas Syakir," jawab Kirana tersenyum manis.


Keduanya pun larut dalam suasana malam yang begitu dingin dan romantis. Setelah makan malam selesai. Syakir mulai mendekati Kirana dan bwrbisik mesra.


"Ini akhir tahun. Mas mau program untuk adiknya Ibra. Kamu siap kan sayang?" tanya Syakir lembut.


Kirana berbalik dan menatap Syakir penuh cinta. Kirana mengalungkan tangannya ke belakang leher Syakir dan amendekatkan wajahnya ke arah Syakir.


Pelan ... Syakir pun memegang pinggang Kirana dan mencium bibir Kirana lembut.


Keduanya mulai terbawa arus kemesraan. Tanpa menjawab pertanyaan Syakir. Sudah jelas sekali dari keinginannya itu lewat perbuatannya yang Kirana lakukan kepada Syakir.

__ADS_1


Dengan cepat, Syakir menggendong Kirana dan malam indah penuh sensasi itu terlewati dengan begitu penuh kenikmatan.


Kesabaran selalu membuahkan hasil yang penuh dengan hikmah.


__ADS_2