Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku
BAB 13


__ADS_3

Jero yang sudah lelah menuju rumah utama, dia sangat merindukan kasur empuk miliknya. Sampai di rumah, Jero langsung masuk ke dalam kamar, dia membuka semua bajunya, tubuh indah Jero terpampang dengan sangat indah di kaca kamar mandi. Jero mengisi bathup dengan air panas dan menuangkan sabun aroma therapy. Jero kemudian berendam di dalam bathup. Dia merilekskan badannya yang memang sudah sangat sangat lelah. Pertarungan ranjang yang menguras tenaga dan juga emosinya. Jero berendam selama dua jam. Selesai berendam Jero memasang baju santainya, dia yang semula berniat untuk tidur mengurungkan niatnya. Dia harus bekerja sore ini. Dia berencana akan ke apartemen Frenya nanti malam. Jero ingin mengulang kembali cerita pertempuran ranjang yang dibalut dengan gairah itu.


Jero melangkahkan kakinya menuju dapur, dia harus membuat kopi terlebih dahulu. Para pembantu yang biasanya memasak hari ini tidak hadir. Dia harus pergi ke rumah sakit untuk merawat suaminya. Jadilah sore ini Jero memasak mie instans sekaligus membuat kopi. Pergerakan Jero di dapur begitu luwes, dia bergerak dengan sangat lincah. Dari pergerakannya terlihat Jero sudah biasa untuk memasak di dapur. Selesai memasak mie instans dan kopi, Jero membawa makanan dan minumannya ke ruang kerja. Jero harus menyelesaikan pekerjaannya. Dia sudah memiliki beberapa adegan yang akan dicobakannya nanti dengan Frenya.


Jero mulai mengerjakan pekerjaannya. Dia terlihat sangat serius. Jero tidak menyianyiakan waktu yang ada. Tak terasa telah tiga jam Jero berkutat dengan pekerjaannya. Setelah dirasanya sudah beres, Jero beranjak dari ruang kerjanya. Dia memilih untuk mandi terlebih dahulu. Saat dia melintas di kamar Felix, Jero membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu, Jero tidak melihat keberadaan Felix di kamar.


"Apa anak itu lembur ya?" tanya Jero.


Jero mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana. Dia mebghubungi Felix yang masih juga belum pulang. Baru panggilan pertama Felix sudah langsung mengangkat panggilan telpon dari Jero.


"Hallo Jer, ada apa?" tanya Felix yang memang sedang sibuk membuat presentasi untuk kerjasama dengan perusahaan terbesar di negara itu.


"Loe lembur?" tanya Jero dengan nada tidak ada rasa bersalah sedikitpun.


"Iya. Besok adalah hari presentasi kita dengan perusahaan ternama itu. Tadi asisten peibadi Nona Dina menghubungi gue" kata Felix.


"Loe kenapa nggak ngomong dari siang Felix" kata Jero dengan nada sedikit marah. Dia menyesal sudah pergi tadi pagi tanpa memberitahukan kepada Felix.


"Hello bos. Bukannya elo yang mematikan ponsel dari siang. Loe pergi indehoy dengan kekasih loe itu. Jangan gue loe teriakin." kata Felix yang mulai kesal dengan Jero.


"Elo yang asik enak enak, gue capek kerja. Gue pulak yang loe marahin. Gue karena kadung janji aja sama bokap untuk bisa memenangkan kerjasama ini. Kalau tidak dari tadi siang gue pulang. Sekarang terserah elo. Elo kalau mau kerja datang ke kantor. Kalau tidak silahkan temui wanita itu" kata Felix yang memang sudah sangat kesal dengan Jero.


Felix tau seharian ini Jero hanya menghabiskan waktu berharga mereka dengan menggantinya dengan menikmati indahnya dunia bersama Frenya. Felix tidak marah atau bagaimana bagaimananya yang membuat Felix kesal adalah Jero tidak bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya. Jero harus mulai belajar membagi waktu saat dia berkunjung kenegara ini. Felix harus memberitahukan hal ini kepada Mami dan Papi saat mereka pulang nanti.


"Gue ke kantor" jawab Jero yang memang sudah tau kesalahannya dimana.


Jero tidak ingin membuat Felix semakin kesal dan marah. Felix adalah sahabat sekaligus rekan kerja yang handal. Jero tidak ingin kehilangan Felix.

__ADS_1


"Terserah loe" balas Felix dengan nada ketusnya.


Jero langsung saja meraih kunci mobilnya, dia tidak menukar pakaian santainya menjadi pakaian kantor. Jero yang memang sudah tidak enak hati dengan Felix menggeber laju mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Felix yang tau Jero akan datang, langsung saja mengemasi tugas presentasi untuk besok yang telah selesai dibuatnya. Felix merapikan mejanya kembali, dia memasukkan laptopnya ke dalam tas kerja, setelah semua dirasa sudah rapi dan sudah di dalam tas, Felix melangkahkan kakinya meninggalkan bangunan kantor yang sangat megah itu. Felix langsung turun menuju parkiran mobilnya di basmant kantor. Setelah sampai di tempat parkir mobilnya, Felix langsung masuk ke dalam mobil dan menggeber laju mobil itu secepat mungkin kembali ke rumah. Felix berencana untuk beristirahat. Dia besok harus sempurna dalam mempresentasikan proyek kerjasama itu. Proyek yang seandainya berhasil mereka menangkan akan mendatangkan keuntungan berkali kali lipat.


Setelah melajukan mobilnya selama satu jam kurang, Felix samlai di rumah utama. Felix langsung menuju dapur untuk mengambil jus jeruk dan piring untuk makan. Saat pulang menuju rumah Felix menyempatkan diri untuk membeli makanan cepat saji. Setelah mengambil peralatan makan, Felix langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia kemudian membersihkan badannya yang sudah sangat lengket akibat keringatnya seharian bekerja memeras otak. Selesai membersihkan badan, Felix memakai pakian santainya yaitu baju kaos dan celana levis pendek. Felix kemudian menuju sofa yang ada di kamar itu. Felix melahap dengan cepat makanan yang dibelinya tadi. Selesai makan Felix langsung beranjak ke tempat ridur. Felix benar benar mengantuk dan sangat lelah.


Jero yang baru sampai di kantor, memarkirkan mobilnya di teras lobby. Jero yang rencananya mau bertanya kepada satpam terpaksa dibatalkan, satpam sedang video call dengan anaknya yang paling besar yang sedang kuliah di UK. Jero langsung saja masuk ke dalam kantor. Dia memecet tombol lift yang khusus untuk petinggi perusahaan. Tidak sampai hitungan sepuluh menit, Jero sudah sampai di lantai tempat dia bekerja dengan Felix.


Jero langsung menuju ruangan Felix. Betapa terkejutnya Jero dengan keadaan meja yang sudah rapi. Felix juga tidak ada di sana.


"Mana tu anak ya?" kata Jero ke dirinya sendiri.


✉️ Jero


Felix yang sedang berendam tidak mendengar notifikasi pesan yang masuk ke ponselnya.


Jero yang telah menunggu sekitar tiga puluh menit memutuskan untuk pulang ke rumah. Dia yakin Felix pasti udah di rumah. Felix bukan tipe pria yang suka dunia malam. Jero memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia sangat yakin Felix sudah di rumah. Sesampainya di rumah ternyata memang benar mobil milik Felix sudah terparkir dengan rapi di tempatnya. Jero kemudian masuk kedalam rumah, dia langsung menuju kamar Felix. Dilihatnya Felix sedang menuangkan makanan yang tadi sempat dibelinya di jalan menuju rumah.


"Wah dasar loe. Gue udah ke kantor, loe udah di rumah. Kenapa pas gue telpon tadi loe nggak bilang mau pulang." kata Jero panjang lebar.


"Sengaja. Gue nggak mau loe ke rumah Frenya lagi."


"Felix sebenarnya ada apa dengan Frenya? Kenapa semua orang tidak menyukai dia. Dia wanita baik baik Felix." nada Jero meninggi karena Felix membawa bawa kekasih hatinya itu kedalam pembicaraan.


"Gue mau tidur. Besok ada pertemuan penting jam sepuluh. Gue minta loe nggak telat bangun. Kalau loe mau ke rumah Frenya silahkan." kata Felix sambil membereskan semua peralatan makannya.

__ADS_1


Setelah meletakkan semua peralatan makannya di luar kamar. Felix langsung naik ke atas tempat tidurnya.


"Kalau kamu sudah keluar tutup pintunya. Aku mau istirahat."


Jero yang tau Felix dalam mode marah lebih memilih keluar dari kamar Felix. Dia tidak ingin membuat permasalahan menjadi bertambah. Jero tau dia salah karena membiarkan Felix bekerja sendirian hari ini. Jero lupa kalau besok ada pertemuan penting tujuan utama mereka ke negara ini.


Jero membaringkan badannya di atas ranjang besar itu. Sesaat sebelum Jero memejamkan matanya ponselnya berdering nyaring. Jero meraih ponsel yang berada di atas nakas. Dia melihat Frenya menghubunginya.


"Hallo sayang. Kamu jam berapa kesini?" tanya Frenya yang sudah berdandan dan memakai baju seksi.


"Maaf sayang, aku nggak bisa ke sana. Besok ada pertemuan penting jam sepuluh pagi. Aku takut telat sayang. Aku janji siap pertemuan penting itu aku akan langsung ke apartemen kamu ya" Jero membujuk Frenya agar Frenya tidak marah kepada dirinya.


"Baiklah sayang tidak apa apa. Besok juga tidak masalah. Aku banyak ingin mempraktekkan gaya dengan kamu sayang."


"Sama sayang, aku juga. Besok saat kita bertemu kita akan cobakan semua gayanya."


"Sayang aku istirahat dulu ya. Selamat malam sayang" lanjut Jero.


"Selamat malam sayang" jawab Frenya dari seberang telpon.


"Kalau tau dia nggak datang malam ini aku bisa dong tidur dengan om Erix. Dasar Jero." kata Frenya yang kesal karena malam ini dia tidak di peluk siapa siapa.


Frenya sudah terbiasa tiap malam tidur di dalam pelukan sugar daddynya. Malam ini Frenya sengaja mengosongkan jadwalnya karena Jero berjanji akan tidur dengan dirinya. Tetapi Jero membatalkan rencana itu karena harus menghadiri meeting besok pagi.


"Terpaksa malam ini tidur sendirian" kata Frenya sambil memeluk gulingnya.


"Ini pasti ulah jomblo akut itu lagi." kata Frenya menuduh Felix menjadi dalang dibalik semua permasalahan ini

__ADS_1


__ADS_2