
Hari yang ditunggu Renggo dan Sara datang. Keduanya tampak serasi menggunakan pakaian pengantin.
Berbalut gaun pengantin berwarna putih, bertaburkan berlian, memamerkan pundak mulusnya. Dan sebuah kalung sederhana dengan liontin bunga kecil yang terlihat indah. Pastinya dengan harga yang fantastis.
Dengan bentuk gaun bagian bawah menjuntai menutupi seluruh kakinya. Sara berjalan di atas karpet berwarna merah dengan seorang lelaki yang tampak menawan dan gagah. Renggo.
Sara memasukkan tangannya ke dalam lengan Renggo. Keduanya berjalan beriringan menuju ke kursi di atas pelaminan yang memang disediakan untuk pasangan pengantin tersebut dengan senyum di bibir.
Layaknya raja dan ratu. Semua mata berfokus pada keduanya. Terlebih, gaun yang dikenakan oleh Sara maupun tuxedo yang melekat di tubuh atletis milik Renggo adalah rancangan dari seorang desainer terkenal.
Para tamu undangan yang hadir tidak main-main. Baik Renggo, Sara, Tuan Smith, dan Nyonya Binta menyebarkan undangan mereka masing-masing.
Menjadikan gedung besar dan luas milik Tuan Smith tersebut penuh dengan para manusia.
Tamu undangan yang datang pun juga bukan dari kalangan biasa. Para pengusaha terkenal dan para pejabat, juga artis. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri meramaikan acara pernikahan mereka.
Wartawan tidak diperbolehkan untuk masuk. Mereka hanya meliput dari luar. Di luar gedung, tampak beberapa layar besar terpampang seperti layar bioskop.
Pastinya di layar tersebut menampilkan secara keseluruhan kegiatan yang berada di dalam gedung dari berbagai sudut.
Bukan hanya duduk berdua di atas pelaminan. Renggo dan Sara juga melibatkan baby Al ditengah-tengah kebahagiaan mereka.
Tampak baby Al duduk anteng di kursi dekat Renggo dan Sara. Matanya memandang ke kanan dan kiri. Memperhatikan banyaknya manusia yang ada di sekitarnya. Namun hebatnya, baby Al sama sekali tidak menangis.
Ada sepasang tamu undangan yang mencuri perhatian banyak pasang mata. Siapa lagi jika bukan Viki dan Viki. Namun mereka hanya datang berdua.
Tanpa mengajak baby Ezza.
"Selamat ya kak. Semoga berbahagia selalu." ucap Nara dengan tulus.
__ADS_1
"Terimakasih adik ku sayang." Nara memeluk Renggo dan Sara bergantian.
"Maaf Baby Ezza tidak kami ajak. Di sini terlalu ramai. Kakak sendiri tahukan betapa rewelnya baby Ezza." kekeh Nara, mengingat sang anak saat ini sedang dalam masa aktif.
"Tidak masalah. Yang penting kalian datang." sahut Sara.
Dilanjutkan dengan Viki yang mengucapkan selamat pada kedua mempelai tersebut. Begitu juga dengan Tuan Hendra dan Nyonya Rahma yang memang datang bersama Viki dan Nara.
Wajah kebahagiaan terpancar dengan nyata pada pasangan mempelai. Sesekali Renggo selalu mencuri pandang dan mencium telapak tangan Sara.
Tak lupa ada seseorang undangan yang sangat ditunggu kehadirannya oleh Sara. Siapa lagi jika bukan Erlangga. Sahabat sekaligus lelaki yang dianggapnya sebagai seorang kakak.
Senyum Sara kembali terbit, saat kedua matanya melihat sosok Erlangga, mendekat ke arah pelaminan.
Dia tidak datang seorang diri. Melainkan bersama kedua orang tuanya. "Selamat." ucap Erlangga pada Renggo.
"Terimakasih." Renggo tersenyum tulus memandang Erlangga.
Renggo mengangguk dengan pasti. Erlangga menunduk, mencium pipi gembul baby Al terlebih dahulu sebelum memberi selamat pada Sara. "Kamu mendapatkan keluarga yang utuh sayang." batin Erlangga.
Sara memeluk erat tubuh Erlangga. Renggo tersenyum melihatnya. Kini tak ada lagi rasa cemburu seperti dulu.
Mungkin karena sekarang Erlangga tahu. Jika Sara benar-benar mencintai dirinya.
Di tempat lain, seorang perempuan mengamuk dengan gilanya. Menghancurkan layar televisi bahkan memukul televisi tersebut hingga menjadi beberapa bagian.
Siapa lagi jika bukan Giska. "Renggo,,,, Sara,,,,!!!" teriak Giska seperti orang kesurupan.
Dirinya dikurung di tempat mewah yang terkutuk. Sementara Renggo dan Sara melangsungkan pernikahan di tempat mewah yang penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Sama-sama mewah. Namun tampak sangat berbeda. "Siapapun elo, keluarin gue dari sini...!!!!" teriak Giska dengan kencang.
Sayangnya, suaranya terbuang percuma. Sebab, selamanya Giska akan berada di sana. Erlangga sudah membuat skenario dengan sangat indah.
Sehingga tidak akan ada orang yang menyangka. Jika Giska hilang karena dirinya. Tentunya, tanpa sepengetahuan Erlangga, Renggo juga ikut andil dalam misi pengasingan Giska.
Renggo, Sara, dan baby Al memulai awal yang baru. Tanpa harus takut akan kedatangan perempuan iblis tersebut.
Dan Erlangga, dia juga mengikuti jejak Sara. Meninggalkan dunia hiburan yang membesarkan namanya. Dan lebih fokus pada perusahaan.
.....SELESAI.. ...
......................
......................
Akak-akak jangan lupa mampir ke novel baru othor ya... dengan judul....
........MAWAR BERDURI.......
jangan lupa tuk ikuti setiap babnya,, sebab othor akan update setiap hari 1 episode....
Dan yang paling penting, jangan lupa beri hadiah othor... Bunga mawar juga boleh.. 🤭😁
...OTHOR AKAN BAGI-BAGI KEJUTAN UNTUK PEMBACA YANG BERUNTUNG DI AKHIR NOVEL ....MAWAR BERDURI .... ...
Terus ikuti karya othor ya akak... 😘😘
TERIMAKASIH..... 😘😊
__ADS_1