
"Bagaimana?" tanya Vanesa.
"Ini Nyonya." ucap seorang lelaki menyerahkan foto-foto Viki bersama dengan Melva yang tampak mesra.
Melva menatap foto tersebut dengan pandangan biasa. "Kamu yakin?" tanya Vanesa. Ada rasa tidak percaya pada apa yang dilihatnya.
Karena setahunya, Viki mempunyai penyakit. Yakni menyukai sesama jenis. Tapi kali ini, dia melihat Viki bersama dengan Melva. Seorang perempuan.
"Apa dia sudah sembuh?" gumam Vanesa.
"Atau jangan-jangan, ini cuma sebuah pengalihan publik." Vanesa mulai berpikir dengan serius.
Karena menurutnya, tidak mungkin Viki bisa sembuh dengan mudah. Semua terlalu membingungkan. "Ada apa Nyonya?" tanya anak buahnya pada Vanesa, melihat majikannya terlihat bingung.
Bukankah seharusnya Vanesa merasa senang. "Kamu selidiki sekali lagi. Pastikan dengan benar. Apa dia benar-benar berhubungan dengan Melva." perintah Vanesa pada bawahannya.
"Sebenarnya bukan kali ini saja, Tuan Viki terlihat bersama dengan Melva. Di beberapa kesempatan, mereka berdua terlihat bersama. Menghadiri acara pertemuan bersama. Dan juga mereka pernah terlihat makan di restoran bersama." jelasnya.
Tapi Vanesa tetap merasa aneh. Dia merasa semua ini mustahil. "Selidiki dan cari tahu sekali lagi. Pastikan jik memang benar, Melva adalah kekasih Viki." ucap Vanesa menyuruh bawahannya lagi.
"Baik." segera dia bergegas pergi melakukan apa yang di perintahkan Vanesa.
"Aneh, kenapa sepertinya Nyonya tidak percaya. Jika memang Melva dan Viki mempunyai hubungan." ucapnya dalam hati sambil berjalan.
__ADS_1
Di dalam kamar, Vanesa melihat dan mengamati kembali foto Viki yang sedang bersaman dengan Melva. "Apa mungkin, penyakit yang di derita Viki bisa sembuh. Aku harus cari tahu." ucap Vanesa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Baru pulang?" tanya Nyonya Vanya pada putri tirinya. "Ada apa?" tanyanya lagi, melihat Melva dengan wajah sedihnya.
"Mama,,,," Melva memeluk sang mama tiri dengan penuh kasih sayang.
Vanya Wulandari, seorang perempuan cantik. Yang saat itu sedang menjalin hubungan dengan lelaki bernama Smith.
Keduanya menjalin hubungan hingga di luar batas. Sehingga Vanya hamil. Akan tetapi, karena Vanya berasal dari keluarga kaya dan terhormat, keluarganya menentang hubungannya dengan Smith .
"Apa yang harus kita lakukan?" ucap papa Vanya, saat mengetahui jika putri kesayangannya tengah mengandung janin dengan lelaki sebelum menikah.
"Pa, nikahkan kami saja." pinta Vanya dengan tatapan mengharap.
"Smith. Dia lelaki miskin. Mau jadi apa kamu hah!!. Mau di taruh di mana muka papa dan mama!!" bentak sang papa.
Karena Smith hanya lelaki biasa yang audah tidka mempunyai orang tua. "Gugurkan saja janin itu." ucap sang papa dengan enteng.
"Tidak, Vanya tidak akan membunuh darah daging Vanya sendiri pa." ucap Vanya, dengan tekat mempertahankan janin yang masih sebiji jagung di dalam rahimnya.
Alhasil, Vanya dan Smith akhirnya menikah. Tapi pernikahan keduanya dirahasiakan dari semua orang. Dan saat Vanya hamil, dia terus berada di dalam rumah. Supaya semua orang todak mengetahuinya.
__ADS_1
Dan Smith, dia hanya sesekali menjenguk Vanya yang tengah hamil. Karena dirinya juga tidak di perbolehkan untuk tinggal satu atap bersama dengan Vanya oleh kedua orang tua Vanya.
Setelah menikah, Vanya tetap berada di rumah kedua orang tuanya. Dia tetap dalam pantauan mereka. "Kamu tenang saja. Aku akan bekerja dengan keras. Supaya kita bisa hidup berita dalam satu atap." Smith mengelus perut istrinya yang sudah membesar.
Beberapa bulan kemudian, Vanya melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Membuat Vanya dan Smith tampak bahagia. Tapi tidak dengan kedua orang tua Vanya.
"Ingat ma, jaga bayi itu dengan baik. Jangan sampai semua orang tahu. Bisa hancur nama baik kita." ingat papa Vanya pada sang istri.
"Iya papa tenang saja. Serahkan pada mama." ucap mama Vanya.
Hari-hari berikutnya, Vanya melimpahkan kasih sayang pada sang putri yang di beri nama KAYLA. Tapi setelah sang putri lahir, suaminya. Smith lebih jarang lagi berkunjung.
Hingga Kayla berumur beberapa tahun, dan Smith tidak pernah menemuinya lagi.
Untuk pendidikannya, Kayla harus melakukan di rumah. Secara privat. Dirinya tidak diperbolehkan keluar dari rumah.
"Apa mama bilang. Smith itu lelaki brengsek." ucap sang mama pada Vanya yang saat ini tengah berada di depan jendela. Menatap jauh ke depan.
Vanya menitikkan air mata. Tanpa Vanya ketahui, sang papa selalu menghalangi Smith untuk bertemu dengannya dengan berbagai cara.
Bahkan, Smith saja juga tidak menyadari jika mertuanya yang melakukan semuanya. Supaya dirinya tidak bertemu dengan sang istri dan putri mereka yang sudah tumbuh menjadi anak cantik dan manis.
Setelah hari ini, perlakuan Vanya pada Kayla berubah. Dia tidak lagi memperhatikan Kayla seperti dulu. Namun Kayla tidak merasa sedih, dia terus bersikap baik. Berharap sang mama kembali menyayanginya. Berharap sang mama tidak memperlakukannya seperi nenek dan kakeknya.
__ADS_1
"Vanya." panggil sang mama. Membuat langkah kaki Vanya berhenti. "Papa ingin berbicara dengan kamu di ruangannya." Vanya dan sang mama menuju ke ruangan sang papa.
Tanpa mereka sadari Kayla membuntuti mereka dari belakang. Kayla berjalan dengan hati-hati. Sungguh, anak berusia sepuluh tahun tersebut nampak sangat penasaran.