YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Baby Lea


__ADS_3

Tak lama kemudian,Bimo keluar dari ruang bersalin dengan wajah yang terlihat bahagia. Semua orang yang dari tadi cemas menunggu di luar,langsung mengahampiri Bimo,penasarab bagaiman keadaan Tiara dan bayinya.


"Bagaimana Tiara nak?" tanya Ibu Sarah dengan raut wajah yang terlihat khawatir.


Melihat kekhawatiran yang tersemat di wajah Ibu Sarah terhadap keadaan Tiara,membuat Pak Wijaya dan Ibu Marlina bersyukur,karena orang tua Bimo benar-benar menyayangi putri mereka.


"Bunda sama dedek bayi,tidak apa-apa kan yah?" Sikembar juga tidak mau ketinggalan untuk mengetahui keaadaan bunda mereka.


Bimo tersenyum ke arah kedua putranya.Seraya berjongkok Bimo memeluk keduanya dengan erat.Merasa bersalah karena dulu tidak ikut menyaksikan perjuangan Tiara untuk melahirkan mereka.


"Bunda dan dedek bayi baik-baik saja sayang." ujar Bimo,berdiri kembali dan menoleh kearah orangtuanya dan kedua mertuanya.


"Tiara baik-baik saja .Putri ku jaga baik-baik saja.Dan dia sangat cantik seperti ibunya.Ini berkat doa kalian semua" sahut Bimo dengan mata yang berbinar-binar.


"Gimana rasanya melihat istri melahirkan Bim?" Pak Burhan, bertanya tiba-tiba.


"Gimana ya pah? Tiara yang kesakitan,tapi nyawaku yang seperti melayang.Dadaku sepertk dihimpit ribuan ton batu besar pah" Bimo bergidik,karena membayangkan suasana yang begitu mengerikan yang baru saja dilaluinya.


Bimo tiba-tiba memeluk Ibu Sarah dengan erat,Air matanya tiba-tiba merembes keluar membasahi pipinya.


"Mah, Bimo tidak menyangka,kalau ternyata untuk berjuang melahirkan seorang anak itu sangat menyakitkan.Bimo minta maaf,kalau Bimo selama ini belum bisa jadi anak yang berbakti dan selalu mengecewakan mamah."


Ibu Sarah merasa terharu dan membalas pelukan anaknya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Mamah akan selalu memafkan mu sayang.Sekarang kamu sudah tahu,perjuangan istri kamu untuk melahirkan keturunanmu, hargai dan sayangi dia selalu.Jangan pernah sekali-kali kau menyakitinya" pesan Ibu Sarah.Disusul dengan tepukan lembut di bahunya oleh Pak Burhan dan Pak Wijaya.


"Tidak adakah yang mau bertanya bagaimana keadaan ku sekarang?!" celetuk Seno,yang ternyata sudah dari tadi keluar dari ruangan bersalin, dan menyaksikan momen haru di depannya.


Mendengar seruan Seno,sontak semua mata menoleh kearahnya,dan tertawa terbahak-bahak melihat keadaan Seno yang sangat mengenaskan. Rambut acak-acakan,lengan penuh bekas cakaran, dan kemeja yang tadinya cuma tanggal 2 kancing saja,kini terlihat tidak ada sama sekali kancing yang menempel di sana.


Setelah mereka puas tertawa,mereka semua pun bertanya hal serupa seperti yang ditanyakan ke Bimo.Dan Seno dengan senang hati dengan senyum yang tidak pernal lepas dari bibirnya,menceritakan keadaan Amira istrinya dan ketiga anaknya.

__ADS_1


*****


Tiara dan Amira kini sudah dipindahkan di ruang perawatan.Bimo dan Seno meminta pihak rumah sakit untuk menempatkan istri mereka berdua di satu ruangan,agar keluarga besar bisa menjenguk di ruangan yang sama.


Empat orang perawat,terlihat memasuki ruangan itu dengan membawa 1 bayi


masing-masing ditangannya. Bimo langsung mengambil alih putrinya dari tangan perawat dan memberikannya ke dalam gendongan Tiara.Seno juga demikian,Putranya kini ada digendongan Amira,salah satu putrinya ada di. gendongannya,dab satu lagi di gendong oleh Ibu Marlina.


"Bim, Aarash dan Aariz mirip kamu, kok yang ini juga mirip kamu sih?', celetuk Tiara tiba-tiba,yang membuat Bimo tersenyum dan yang lainnya tertawa.


"Yang penting gak mirip tetangga sayang." Bimo mengelus rambut Tiara,lalu menekan-nekan dengan lembut pipi merah si kecil dengan gemas.


"Siapa nama putrimu Bim?" tanya Ibu Marlina.


"Namanya Aura Cantika Adiguna mi," sahut Bimo.


"Tidak boleh!" celetuk Aarash tiba-tiba,keberatan dengan nama adiknya dengan raut wajah tidak suka.


Semua orang di dalam ruangan itu,sontak menoleh kearah Aarash dengan kening berkerut.


"Pokoknya tidak boleh ya tidak boleh!" cebik Aarash memalingkan wajahnya dari Bimo.


"Karena itu nama Laura yah!.Laura Cantika Hartono.Dan Laura itu sering dipanggil dengan Aura".Jelas Aariz,yang sontak mendapat sorotan tajam dari Aarash.


"Siapa Laura?" Tanya Ibu Sarah belum mengerti.


"Oh,itu mah, calon menantu masa depan." Bimo menyahuti mamahnya, dengan menarik ekor matanya melirik ke arah Aarash, yang menunduk dengan semburat merah di pipinya.


"Ohh begitu!" Ibu Sarah manggut-manggut.


Semua mata kini beralih ke arah Aarash, yang membuat Aarash merasa risih dan tidak suka.

__ADS_1


"Kenapa semua melihatku? Aku tidak suka sama Aura.Dia itu sangat menyebalkan dan pengacau!" cetus Aarash kesal.Yang sangat bertolak belakang dengan hatinya.


"Tidak suka,tapi barang pemberian,tetap aja diembat dan disimpan baik-baik." sindir Aariz dengan nada tidak suka.


"Kata bunda kan kalau ada seseorang yang memberikan kita sesuatu,harus kita terima dan kita hargai." ucap Aarash.


"Hargai sih hargai,tapi tuh kemana -mana selalu dibawa.Menghargai itu gak segitunya juga!pemberian anak-anak lain,gak pernah tuh kamu perlakukan sama seperti yang kamu lakukan dengan pemberian Laura!" sindir Aariz sambil menunjukkan gantungan kunci,yang dijadikan Aarash menjadi gantungan di tas ransel yang dia bawa.


Sontak Aarash melepas gantungan itu,dan menyimpan nya kedalam tas.Membuat semua orang yang ada di ruangan itu menggeleng-gelengkan kepala melihat perdebatan sikembar.


"Hmm, emang ya,buah itu gak bakal jatuh dari pohonnya.Kayanya anak lo,bakal lebih hebat dari lo Bim.Kalau lo udah punya anak di usia 19 tahun, kalau anak lo bakal punya anak di usia 16 tahun" sindir Seno yang dibalas dengan tawa semua orang yang di ruangan itu,kecuali Bimo dan kedua putranya.


"Elo ya Sen, kalau ngomong, suka benar! " cebik Bimo.


"Udah ... udah.Apakah kalian ada stok nama lagi Bim selain Aura? kalau tidak ada biar mamah yang kasih nama."


"Gak usah mah! ntar mamah kasih nama Bursa, Burhan Sarah" ujar Bimo keberatan.


"Bukannya bagus Bim?Kan bisa dipanggil dengan Ursa".


"Nggak mah,aku mau kasih nama putri ku Azalea Belva Adiguna.Azalea artinya sekuntum bunga,Belva artinya yang cantik dan indah.Sekuntum bunga yang sangat cantik dan indah.Kalau Adiguna itu diambil dari nama keluarga kita." Tukas Bimo tegas.


Semuanya manggut-manggut,dan setuju dengan nama yang disematkan untuk baby girl Bimo dan Tiara.


"Azalea Belva Adiguna.Nama yang bagus.Aku suka sayang.Kita bisa panggil dia dengan Lea".Senyum Tiara,dan mengecup pipi baby Lea yang tertidur dengan lembut.


"Sekarang,giliran kamu Sen.Apa kamu udah nyiapian nama buat cucu-cucu mami?"


"Udah dong mi.Mudah-mudahan Amira bisa terima dan setuju."


TBC

__ADS_1


Mohon dukungannya.Like,vote dan komen.Thank you


Author lagi bingung buat kasih nama apa buat baby2 nya Seno.Author lagi nyari referensi nama yang bagus😁😁😁


__ADS_2