YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Akibat istilah pelunasan cicilan


__ADS_3

Seno memarkirkan mobilnya di Basement, dan dia melangkah dengan cepat atau sedikit berlari setelah turun dari mobil.Dia menekan pin pasword akses masuk ke apartemennya.


Keadaan apartemen nampak sepi, tidak terlihat Amira yang biasanya sudah menyambut kepulangannya.Hati Seno sekarang sedang jedag-jedug, membayangkan apa yang akan terjadi malam ini.Seno meletakkan tas kerjanya dan poselnya di atas meja ruang tamu.Dia berdehem,untuk bisa menetralkan gemuruh di dadanya.


Seno melangkah dengan pura-pura santai ke arah kamar.Seakan dia bertingkah seperti biasanya. Dia tidak mau Amira tahu, keinginan dia yang yang benar-benar sudah sangat bergemuruh.


Seno membuka pintu dengan perlahan.Tampak suasana kamar yang temaram,dan aroma lavender, menyeruak sampai ke hidungnya,memberikan sensasi yang nyaman bagi orang yang menghirup aroma itu.


Seno meraba tembok,tempat dimana saklar lampu berada.dengan sekali tekan, suasana yang tadinya temaram,kini terang benderang menampakan dekorasi kamar yang sangat indah.Seno mengitari pandangannya ke seluruh ruangan,mencari keberadaan Amira istrinya.Tapi dia sama sekali tidak bisa menemukan di mana keberadaan istrinya itu.


"Sayang, kamu dimana?" panggil Seno,sambil celingak-celinguk mencari.Tiba-tiba Amira keluar dari walk in closet, dan langsung memeluk erat Seno dari belakang.


Seno terjengkit kaget, ketika mendapatkan pelukan Amira yang tiba-tiba.Dia membalikkan badannya untuk melihat Amira.Kedua mata Seno seketika membulat dengan sempurna,melihat penampilan seksi istrinya yang terbilang sangat berani itu.Seno mengarahkan pandangannya ke tubuh Amira mulai dari atas sampai kebawah.


Seno berkali-kali meneguk ludahnya sendiri, melihat pakaian Amira yang sangat transparan,sehingga pakaian dalam Amira membayang dan tidak bisa disembunyikan dari pandangan Seno.Amira tampak menundukkan kepalanya karena merasa cukup malu.


"Yang, ini beneran kamu?" tanya Seno.


"Ya, iya lah, masa orang lain" sewot Amira.


"Ka-kamu seksi sekali yang?" Seno menangkup wajah Amira yang sudah terlihat merona.


"Ka-kamu mandi dulu yang! " ucap Amira gugup.


"Nanti aja mandinya yang,toh kita juga sebentar lagi berkeringat kan?" sahut Seno sambil mengerlingkan sebelah matanya.


"Jadi, apa sekarang kita sudah bisa memulainya yang? " tanya Seno meminta izin.


Amira tersipu malu dan menganggukkan kepalanya.Setelah mendapatkan izin akses untuk memulai,Seno dengan hati-hati menempelkan bibirnya ke bibir warna baby pink milik polisi Amira. Awalnya hanya menempel,setelah itu Seno mulai me***at bibir Amira, dan menggigit pelan bibir itu sebagai bentuk aba-aba untuk Amira membuka mulutnya.Setelah terbuka Seno dengan gesit langsung mengeksplor seluruh isi mulut Amira .Amira terlihat sudah bisa mengimbangi ciuman Seno.Amira terlihat membalas perlakuan Seno.

__ADS_1


Tangan Seno juga sekarang sudah ikut bergelirya meraba semua titik-titik sensitif di tubuh Amira.Ciuman Seno kini sudah mulai turun ke leher dan memberikan beberapa tanda kepemilikan disana.


Sementara itu Bimo yang panik sudah tiba bersama dengan Tiara di apartemen Seno. Tanpa menekan bel, Bimo langsung saja menekan pasword akses masuk ke apartemen Seno, karena kebetulan dia sudah hafal pinnya.


"Sen, Seno.." teriak Bimo tapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Sen, Amira kalian berdua dimana? Tiara ikut berteriak memanggil.


Sementara itu,Seno dan Amira yang dalam puncak gairah,menghentikan kegiatannya


"Yang,kayanya itu suara Bimo dan Tiara deh.Kok mereka bisa datang kesini?" tanya Amira bingung.


" Aku gak tau yang! biarin aja mereka.kita lanjut aja yang. Aku udah gak sanggup nahan lagi yang." ucap Seno dengan tatapan sendu karena sudah terbakar gairah.


Sementara itu Bimo dan Tiara di luar kamar tidak menyerah untuk meneriakkan nama Seno dan Amira.Karena tidak mendapat jawaban, Bimo mencoba menelepon nomor Seno.Mereka -Bimo dan Tiara kaget mendengar bunyi ponsel Seno yang ada di atas meja.


"Kamu jangan bikin aku panik deh yang! gak mungkin, Amira tuh juga punya banyak uang kali yang.Seno juga gitu-gitu udah punya usaha sendiri" Tiara juga ikutan panik.


"Tapi yang, kali aja Seno banyak utangnya untuk modal awal buka usahanya itu" bukannya menenangkan Tiara ,Bimo justru semakin memperunyam keadaan.


"Seno, Amira dimana kalian?" Teriak Amira sambil menangis.Tiara mengetuk-ngetuk pintu kamar,tempat dimana Seno dan Amira sedang bercumbu.


"Kamu di sini aja dulu.Aku mau mengusir dua manusia id**t di luar sana." ucap Seno dengan sangat kesal.


Dengan tenaga super, seperti banteng yang marah,ketika melihat warna merah, Seno membuka pintu kamarnya dengan sagat keras. Sehingga duo manusia panik di luar kamar terjengkit kaget melihat kemunculan Seno dengan aura yang mengerikan.


"Hei, ngapain kalian berdua malam-malam begini datang ke tempat gue? Kalian berdua lagi kurang kerjaan ya? kalau kurang kerjaan, noh cuci semua mobil yang ada di basement" teriak Seno dengan kesal.


"Apa-an sih lo Sen?justru gue datang karena khawatir sama lo. Sekalian gue mau minta penjelasan sama lo, Kenapa sih lo gak pernah ngomong kalau lo lagi butuh sesuatu? Apa lo gak nganggap gue sahabat lo lagi? hah?" Bimo memberondong Seno dengan pertanyaan,yang justru membuat Seno mengrenyitkan alisnya bingung.

__ADS_1


"Apaan sih lo Bim? Lo lagi kurang waras ya? Lo gak dikasih jatah sama Tiara? kok lo jadi ngomong ngaco begini?"


"Siapa yang ngaco sih Sen? bukannya lo tadi ngomong mau melakukan pelunasan cicilan lo? Lo nyicil barang apa sih? kenapa lo gak minta bantuan gue buat lunasin cicilan lo? Bimo balik bertanya dengan nada marah karena merasa diabaikan sebagai sahabat.


Seno diam,tidak bergeming sama sekali mendengar ucapan Bimo yang salah pahamnya sudah kejauhan.Rasa kesalnya tiba-tiba menguap entah kemana,melihat ke khawatiran Bimo terhadapnya.Sekarang masalahnya adalah bagaimana caranya menjelaskan ke Bimo apa maksud dari pelunasan cicilan itu. Mau berterus terang, dia malu, kalau gak berterus terang, Bimo akan terus salah paham.Seno menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"Ada apa sih yang,kok ribut-ribut? Amira yang s tiba-tiba muncul dengan memakai piyama.Dia tidak sabar menunggu Seno yang sudah kelamaan di luar.


"Gak pa-pa yang, cuma ada sedikit salah paham aja" jawab Seno.


"Salah paham apa an? tanya Amira.


"Tadi kata Seno, dia mau melakukan pelunasan cicilan.Gue gak terima aja Mir, kenapa dia gak pernah minta bantuan ku sebagai sahabatnya untuk melunasi cicilannya? dan ngapain juga dia sampai mencicil segala? emang semahal apa sih benda yang dia cicil itu?" ucap Bimo dengan nada yang berapi-api.


Kali ini, giliran Amira yang cengo gak tau mau jawab apa.Dia gak nyangka istilah yang mereka pakai,jadi bumerang buat mereka sendiri.


Tiara yang melihat bercak meraj di leher Amira,akhirnya paham maksud kalimat pelunasan cicilan yang dimaksud oleh Seno dan Amira.Karena sebelum mereka berangkat bulan madu dia pernah mendengarr cerita dari mulut Amira mengenai istilah cicil- mencicil itu.


"Bim, kita pulang sekarang, ayo buruan! Amira menarik tangan Bimo agar cepat meninggalkan tempat itu.


"Tapi yang, aku butuh penjelasan Seno, dan aku mau membantunya buat melunasi cicilannya" tolak Bimo untuk pergi.


"Kalau kamu mau bantu, bukan Seno aja yang akan membunuh kamu, aku juga akan ngebunuh kamu.jadi, sekarang kamu ikut aku pulang" titah Tiara.


"Maafkan kami sudah mengganggu,silahkan lanjutkan pelunasan kalian.Good luck! Tiara dengan sekuat tenaga menarik Bimo untuk meninggalkan apartemen Seno.


TBC


Jangan lupa ritualnya untuk tetap like,vote dan komen.Thank you

__ADS_1


__ADS_2