
Ricky menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Ia tidak sanggup kalau sampai istrinya disentuh oleh iblis macam Riyo.
Jane tiba-tiba memeluk leher Ricky dan mencium bibirnya. Ia tidak membalas ciuman Jane. Ia hanya bisa diam membiarkan Jane menciumnya.
'Maafkan aku sayang! Kau boleh menghajarku nanti!' Gumam Ricky dalam hati yang ditujukan kepada istrinya.
'Ricky!! Kamu benar-benar keterlaluan!! Aku sangat membencimu!!' Gumam Bella dalam hati sambil menangis dan memalingkan wajahnya tidak ingin melihat suaminya berciuman dengan wanita lain didepan matanya.
'Ricky, memang gila!! Kamu akan habis oleh istrimu setelah ini!' Gumam Dion sambil menggelengkan kepalanya.
Ricky kemudian melepaskan tangan Jane yang melingkarkan dilehernya dan menyudahi ciumannya lalu mengusap bibirnya sendiri.
"Terimakasih sayang!" Ucap Jane dengan sangat lembut dan tersenyum manis kepada Ricky.
"Cepat lepaskan istriku dan Dion!!" Ucap Ricky dengan sangat tegas.
Mereka pun tidak menghiraukan ucapan Ricky dan langsung bergegas pergi.
"Sialan!!" Umpat Ricky dengan berteriak.
Kemudian ia segera melepaskan ikatan pada istrinya lalu memeluknya erat istrinya. Namun Bella segera mendorong kuat suaminya dan tidak mau disentuh olehnya.
"Jangan menyentuhku!!" Ucap Bella dengan lantang dan sangat marah.
"Aku minta maaf!" Ucap Ricky dengan memohon.
Dion meronta dikursi tidak bisa mengeluarkan suaranya karena mulutnya disumpal. Ia meminta untuk segera dilepaskan talinya.
Bella yang melihatnya kemudian mendekati Dion dan membantunya melepaskan ikatan talinya.
"Biar aku saja!" Ucap Ricky sambil menarik tangan istrinya.
"Bau apa ini?" Tanya Dion sambil mencium-cium udara sekitarnya.
"Ini seperti bau sesuatu yang terbakar!" Jawab Bella juga sambil mencium-cium udara disekitarnya.
"O shit!! Mereka membakar tempat ini!! Kita harus segera keluar dari sini!!" Ucap Ricky dengan emosi kemudian segera menggegam erat tangan istrinya dan menariknya untuk berlari diikuti oleh Dion.
Mereka berlari menuju pintu dan ternyata pintu terkunci.
"Sial!! Mereka pasti sengaja melakukan ini!!" Ucap Ricky dengan amarah sambil menendang pintu.
"Ricky, apinya semakin besar!!" Teriak Dion yang melihat api disudut ruangan.
Ricky hanya mengkhawatirkan istrinya. Ia harus bisa mengeluarkan istrinya dari tempat ini.
Ricky mengambil balok yang cukup besar dan menghantamkannya ke kaca besar didepannya.
__ADS_1
Dion membantunya dan kaca akhirnya pecah.
'Uhuk! Uhuk! Uhuk!'
"Ri-Ricky.." Bella terus terbatuk dan sudah mulai lemas karena kehabisan pasokan okesigen.
Ricky mendekati istrinya dan langsung menggendongnya untuk keluar lewat jendela yang telah berhasil dijebol.
"Dimana mereka??" Tanya Ricky dengan menahan amarahnya karena tidak melihat beberapa bodyguard nya.
"Bos, mereka telah dilumpuhkan oleh anak buah Romy!" Jawab Dion yang tadi melihat dari jendela para bodyguard nya terkapar diluar.
"Dasar tidak berguna!!" Ucap Ricky dengan amarah dan penuh penekanan menatap tajam Dion.
Karena Dion tadi hanya membawa lima bodyguard saja. Ia tidak tau kalau ternyata Jane bersekongkol dengan Romy, Merry juga Riyo dan mereka membawa banyak anak buah meraka.
"Ricky.." Ucap Bella memanggil suaminya dengan sangat berat karena merasakan sangat sesak dan sulit bernafas karena banyaknya kepulan asap yang telah masuk kedalam paru-parunya.
Mereka berhasil keluar dari Villa yang telah terbakar dengan api yang sangat besar.
Bella pun pingsan digendongan suaminya. Ricky segera membawa istrinya masuk kedalam mobil sportnya.
Ia langsung melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit.
Dion membangunkan lima bodyguard yang ia bawa tadi. Setelah itu mereka segera pergi meninggalkan tempat itu.
Ricky merasa tubuhnya juga sangat lemas dan sesak didadanya karena ia juga banyak menghirup kepulan asap.
Dion dan Ricky telah diperiksa dokter untuk memastikan kalau mereka baik-baik saja.
Dion lebih dulu selesai dan segera pergi untuk menjalankan perintah dari Ricky untuk mencari banyak bodyguard lagi.
Ricky terus bertanya-tanya dalam hati, bagaimana istrinya bisa ditangan mereka?
Dimana para bodyguard yang telah ia perintahkan untuk selalu menjaga istrinya kemana saja istrinya pergi.
Amarahnya kembali tersulut, ia merasa sangat marah dan ingin sekali menghabisi semua bodyguard yang telah ia beri gaji besar tapi tidak becus dalam menjalankan tugasnya.
Ricky kemudian bangkit dan segera beranjak ingin menemui istrinya yang tadi sedang diperiksa oleh Sandra.
"Bagaimana keadaan istriku?" Tanya Ricky kepada Sandra saat ia ingin masuk dan bersamaan dengan Sandra yang keluar dari kamar rawat Bella.
"Istrimu terlalu banyak menghirup asap, jadi dia masih merasa sesak dan membutuhkan oksigen untuk membantunya bernafas!" Jawab Sandra sambil menatap Ricky.
"Apa sudah dilakukan pemeriksaan keseluruhan?" Tanya Ricky kembali dengan serius kepada Sandra.
"Sudah dan tidak ada masalah yang lain, kamu tidak perlu khawatir Ricky!" Jawab Sandra dengan ramah dan tersenyum kepada Ricky.
__ADS_1
"Oke, aku mau melihatnya!" Ucap Ricky dengan datar kemudian Sandra juga berpamitan ingin memeriksa pasien yang lain.
Ricky masuk kedalam dan langsung mendekati istrinya yang masih memejamkan matanya.
Ia duduk dikursi disamping istrinya yang sedang berbaring. Ia terus memandangi wajah cantik istrinya dengan perasaan sangat yang berkecamuk.
'Maafkan aku kalau kau ikut terlibat dalam rencana mereka yang ingin menghancurkanku sayang! Aku telah gagal lagi untuk menjagamu dan hampir membuatmu celaka!'
Gumam Ricky dalam hati sambil menggenggam erat tangan istrinya.
Kini dalam benak Ricky sedang berandai-andai. Andai saja ia tidak pernah bersama Bella, mungkin Bella akan bisa selalu hidup dengan tenang tanpa ada yang berniat jahat kepadanya hanya untuk menghancurkan Ricky.
Ricky merasa sangat bersalah karena sekali lagi istrinya harus mengalami hal buruk dan hampir celaka. Ia tidak sanggup kalau harus melihat istrinya terluka karenanya.
"Ricky, saat ini mereka sedang membuat kacau di Grissham Corp!" Ucap Leo yang tiba-tiba masuk dalam kamar rawat inap Bella dengan nafas yang tersengal-sengal.
Ricky masih terdiam tidak menoleh kearahnya. Ia masih terus menatap istrinya dan menggenggam erat tangannya.
"Ricky! Apa kamu sudah menemukan bukti untuk menjatuhkan mereka?" Tanya Leo kembali karena Ricky hanya diam.
Sontak Ricky teringat dengan surat dan sebuah flashdisk yang ia ambil dari brangkas kakeknya. Ia merogoh saku jaketnya dan mengambil flashdisk itu.
"Kau pindahkan semua data yang ada disini kelaptopmu! Dan jangan sampai hilang!" Ucap Ricky sambil menyodorkan flashdisk yang ia bawa.
"Oke, aku pergi dulu!" Ucap Leo sambil menepuk pundak Ricky kemudian segera bergegas pergi.
Tak lama Dion datang.
"Bos, aku sudah menambahkan pengawal dirumah Pak Helmi!" Ucap Dion memberitau Ricky.
"Hmm!" Jawab Ricky sambil sedikit mengangguk tanpa menoleh.
"Tolong kau jaga istriku! Kabari kalau dia sudah siuman!!" Ucap Ricky kemudian ia bangkit dan beranjak pergi.
"Ricky tunggu!! Kamu mau kemana??" Tanya Dion yang mengejar langkah Ricky.
"Kau jaga saja istriku!!" Ucap Ricky dengan tegas dan menatap tajam Dion kemudian berbalik dan pergi.
Dion hanya mengangguk dan menatap kepergian Ricky yang sudah melangkah jauh dari pandangannya.
"Tuan, apa kami harus mengikuti Tuan muda Ricky?" Tanya salah satu pengawal yang berjaga didepan ruang inap Bella.
"Kalian berdua pergi ikuti Ricky, pantau dia dari jauh dan selalu kabari aku!!" Jawab Dion dengan tegas memberi perintah kepada dua pengawal yang berjaga disana.
Dua pengawal tersebut langsung bergegas pergi untuk mengejar Ricky dan memantaunya.
Dion kemudian kembali masuk kedalam kamar Bella dan duduk disofa untuk menemaninya.
__ADS_1