YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Akhirnya


__ADS_3

"Bimoooo!, please jangan bunuh diri Bim, itu dosa..kamu gak kasihan sama aku dan anak-anak? masih banyak yang sayang sama kamu bim. kamu tolong jangan duduk disitu,nanti kamu jatuh Bim! aku sayang kamu Bim hiks hiks ,aku tidak mau kehilangan kamu.Aku udah memaafkan kamu Bim, dan aku tidak pernah menerima cinta ka Dimas. Aku janji Bim, gak akan pernah nyuekin kamu lagi "teriak Tiara menangis histeris dan terengah-engah, karena lelah berlari dari lantai bawah sampai ke rooftop tempat dimana Bimo sedang merenung.


"heh? bunuh diri? siapa yang mau bunuh diri?" Gumam Bimo dengan mimik kebingungan.


"tapi, Tiara ngomong apa tadi? dia ada ngomong, kalau dia udah memaafkan aku kan? dan dia juga ada bilang kalau dia juga sayang aku kan? bisik Bimo pada dirinya sendiri.


Bimo melangkah perlahan menghampiri Tiara dan memeluknya erat.


" Kamu kok menangis Ra? kamu kenapa?"


"Kamu jangan bunuh diri Bim! please jangan tinggalin aku lagi"Tiara memeluk Bimo semakin erat seakan takut,Bimo akan pergi jauh.


"Tunggu dulu, tunggu ..ini ada apaan sih? emang yang mau bunuh diri siapa Ra?" Bimo melepas pelukannya, memegang bahu Tiara dan memandang wajah Tiara yang sudah bersimbah air mata.


"Bukannya kamu, duduk disana mau bunuh diri karna merasa putus asa bim?"


"Heh?,hati aku memang sedang kalut ra, karna kamu tidak menjawab telponku,tapi jujur aku belum putus asa untuk mendapatkan hatimu.Dan aku tidak pernah ada niat untuk bunuh diri" ujar Bimo


"tapi, kata Seno dan ka Dimas, katanya kamu mau.... Arghhhhhhh ,aku dibohongin sama mereka!, ih mereka jahat..jahat samaku" tiara menghentak-hentakkan kakinya,kesal karena merasa di kerjain oleh Dimas dan Seno


Flashback on


"Dim, telpon gue gak diangkat sama Tiara,Dia mungkin mengira kalau gue disuruh sama Bimo.Kayanya lo aja deh yang telpon" ucap Seno, yang menyerah karena sudah berulang kali panggilannya tidak di jawab oleh Tiara.


"Kayanya kalau aku yang telpon, gak bakal diangkat juga Sen! Gimana kalau lo telpon aja Amira,pasti diangkat,dan gue meyakinkan Tiara dengan mengirim pesan aja" sahut Dimas.


"boleh juga tuh" Seno mencari kontak Amira dan langsung menekan tombol memanggil.dan benar saja tidak sampai satu menit, Amira langsung menjawab telepon Seno.


" Hmm, kenapa yank? suara Amira terdengar jelas di seberang sana.


"Yang, ada Tiara tidak di sana? soalnya dari tadi dia tidak mau menjawab teleponnya"


"ada apa nyariin Tiara? Dia lagi galau tuh.katanya dia lagi tidak mau diganggu!


"tapi ini penting yank, Bimo mau bunuh diri! Dia mau lompat dari atas rooftop apartemennya.Cuma Tiara yang bisa membujuk Bimo untuk membatalkan niatnya itu yank! ucap Seno, dengan nada yang panik, untuk meyakinkan ucapannya.

__ADS_1


"Hah, Bimo mau bunuh diri? apa anak itu sudah gila? "Teriak Amira kaget,dan berhasil menarik perhatian Tiara, yang pura-pura memejamkan matanya.Refleks dia langsung merampas handphone dari tangan Amira.


"Sen,lo bercanda kan? Bimo gak mungkin mau bunuh diri kan?" cerocos Tiara panik.


" ini benaran ra, katanya tidak ada gunanya lagi dia hidup, kalau lo tidak bisa memaafkan dia, dan lo memilih bersama dengan yang lain!" Kamu emank tidak menerima pesan dari Dimas? Seno semakin mendramatisir keadaan. Tiara refleks meraih ponselnya dan melihat puluhan panggilan dari Bimo, Seno dan pesan dari Dimas


"Gue mau kesana, please tahan dia dulu" ucap Tiara langsung mematikan panggilannya.dan dia berlari keluar di ikuti oleh Amira.


Tiara langsung berlari setelah keluar dari mobil,dan meninggalkan Amira yang masih mencari tempat untuk parkir.


Setelah mendapatkan parkiran,Amira berlari berniat menyusul Tiara,tapi tiba-tiba, tangannya di tarik seseorang.


"Ma- mas Seno! "


"stttt, jangan berisik, nanti kedengeran sama mereka."


"oh, jadi ini hanya pura-pura?" bisik Amira, dan diangguki oleh Seno.


"Dasar kalian ya! kalian gak tau, aku sampai bawa mobil dengan kecepatan tinggi? kalau tadi terjadi kecelakaan gimana, hah? bentak Amira tapi masih dengan suara berbisik sambil menjewer telinga Seno.


"Ma-maaf sayang, lepas, sakit tau" Seno mengusap-usap telinganya yang sudah memerah.Dimas hanya tersenyum melihat interaksi Seno dan Amira.Tapi dia tidak bisa membohongi perasaannya yang masih merasakan perih ,ketika melihat interaksi antara Bimo dan Tiara dari tempat tersembunyi.


back to Bimo dan Tiara


"kesel. kesel kesel , aku mau cari mereka sekarang" Tiara masih saja menghentak-hentakkan kakinya sambil celingukan mencari keberadaan si biang kerok yang menyebabkan dia sport jantung.Di saat Tiara hendak berbalik,Bimo menahan bahu Tiara, dan menatap mata Tiara dalam-dalam.Dia tidak mau menyia-nyiakan momen ini.


"Ra,tapi yang kamu katakan tadi benar kan ra? kamu gak bohongkan? tanya Bimo untuk memastikan.


"Ucapan yang mana?" Sinta pura-pura lupa,dia tidak berani menatap mata Bimo,karena rasa malu yang amat sangat.Wajahnya kini sudah merona.


"Ra, please deh, jangan pura-pura lupa!, kamu benaran kan udah memaafkan aku? dan kamu beneran kan masih sayang sama aku?" desak Bimo.


"Menurut kamu gimana?"


"Ra please deh, tinggal jawab iya atau tidak susah banget sih!" desak Bimo

__ADS_1


"iya" ucap Tiara pelan,seperti sedang berbisik.


"Apa ra, aku kurang dengar, coba kamu ulangi lagi," Bimo mendekatkan telinganya .


"Iya Bimo"


" Iya apa ra?"


" iya ,aku udah memaafkan mu"ucap Tiara pelan, sambil menundukkan kepalanya.


"kamu cuma udah memaafkan aku aja ra? gak ada yang lain?"


" hmm, aku... juga sayang kamu Bim!" gumam Tiara.


"Apa ra? aku gak dengar, bisa gak suaranya lebih keras lagi?"


" Aku juga sayang kamu Bimo Putra Aryagunaaa, PUAS?" Tiara menarik tubuh Bimo agar menunduk dan dia berteriak ditelinga Bimo.


"Auhh, sakit,bisa budek aku ra!" Bimo mengusap-usap kupingnya, yang sedikit berdengung,akibat teriakan Tiara.


"Ra bisa gak kamu cubit atau tampar aku?" pinta Bimo.


"Kenapa Bim?" heran Tiara.


"buat aja dulu!"


Tiara mencubit pipi Bimo dengan keras. "ouchh, sakit banget ra" Bimo berteriak kesakitan.Akan tetapi rasa sakitnya langsung berganti dengan ekspresi bahagia.Bimo langsung memeluk dan mengangkat Tiara,serta membawa Tiara berputar diawan.


"Bimoo, turunin gak? aku pusing" teriak Tiara.


" Ternyata aku gak mimpi ra,ini beneran." ujar Bimo sambil menurunkan Tiara, lalu dia kembali memeluk erat Tiara. Bimo sungguh sangat-sangat bahagia malam ini.Serasa semua beban dihatinya terbuang sudah.


"cie cie, yang udah baikan" teriak suara yang dari tadi menonton drama live antara Bimo dan Tiara. Amira keluar dari tempat persembunyiannya,di ikuti oleh Seno dan Dimas.


"Kayanya gue berubah pikiran Bim" ucap Dimas dengan sinis.

__ADS_1


TBC


jangan lupa untuk tetap meninggalkan jejak ya guys.like,vote dan komen. thank you


__ADS_2