
Setelah kepergian Seno dan Amira,suasana canggung tercipta antara Tiara dan Bimo, karena ini benar-benar terlalu tiba-tiba dan tidak direncanakan.
"kalau hanya diam-diam begini, ngapain aku di tahan di sini coba? batin Tiara keki.
" Ehem, Ra ka- kamu udah makan? astaga pertanyaan bodoh apa ini coba?,macam tak ada pertanyaan lain aja!" bisik Bimo pada dirinya sendiri yang merasa malu dengan pertanyaan bodoh, yang baru saja terlontar dari mulutnya.
" Be-belum Bim"
" Hah, kok belum? ini udah jam berapa, nanti kamu sakit" ucap Bimo yang entah kenapa merasa sedikit bersyukur, karena pertanyaannya tadi ternyata gak bodoh-bodoh amat.
"Tadi aku gak selera Bim, habis aku kesal, kamu sok tahu kalau aku mencintai Dimas, aku baru aja maubmenjelaskan, eh kamu langsung main potong aja." Tiara mencebikkan bibirnya kesal.
"maaf sayang,aku cuma belum sanggup mendengar kalau seandainya kamu membenarkan apa yang aku ucapkan"
"Apa? tadi Bimo manggil aku sayang kan? aku gak salah dengarkan? wajah Tiara terlihat merona, dan tersenyum-senyum sendiri.
"Ada apa sayang? kok senyum-senyum sendiri? kamu lagi bayangin apa ?hayo!"
"Si-siapa yang senyum-senyum? ka-kamu salah lihat kali! Tiara gelagapan, karena tertangkap basah sedang tersenyum sendiri.
" Iya kah? " Bimo mendekatkan wajahnya ke wajah Tiara yang menunduk karena malu.
"Ihh, Bimooo, sana dikit napa!" Tiara memalingkan wajahnya, yang semakin memerah.Jantungnya juga tidak bisa diajak kompromi,dari tadi jantungnya berdegup sangat cepat,dan Tiara yakin pasti Bimo bisa mendengar degupan jantungnya itu.
__ADS_1
" Kamu gugup ya sayang?"bunyi detak jantung kamu kok kencang banget? ujar Bimo, yang semakin membuat Tiara semakin malu.
"Ihh, Bimo, bisa gak berhenti menggodaku? kalau tidak aku pulang nih! Tiara cemberut, dia mengerucutkan bibirnya,dan berbalik hendak meninggalkan Bimo.Tangan Bimo refleks menangkap tangan Tiara dan membawa Tiara kepelukannya.
"Jangan pergi ra, aku masih ingin bersamamu di sini" Bimo melepaskan pelukannya dan mengajak Tiara untuk duduk.
"Maafin aku ya Sayang, aku tidak pernah ada disaat kamu butuh, disaat kamu terpuruk.Kamu pasti begitu menderita selama ini.Kamu hamil tanpa suami, di usia yang sangat muda. Kamu pasti banyak dicemoh dan dituduh yang tidak-tidak sama orang-orang, Kamu juga melahirkan tanpa adanya dukungan dari ku,dan kamu berjuang membesarkan mereka sendiri" ucap Bimo dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah.Kedua netranya kini sudah penuh dengan cairan bening yang sudah siap untuk keluar dari wadahnya. Bimo menengadah,memandang ke atas untuk menahan agar air matanya tidak keluar.Hatinya begitu sakit membayangkan apa yang dialami oleh Tiara.
"Udahlah bim, semuanya sudah berlalu, tidak usah di ingat lagi,buktinya sekarang aku baik-baik saja bukan!" Tiara memperlihatkan senyumannya,untuk menunjukkan pada Bimo kalau dia baik-baik saja.Dia tidak mau Bimo terus larut dalam penyesalan.
"Ra, apakah anak-anak nanti akan bisa menerima keberadaanku,kalau mereka tahu aku ayah mereka?"
"Aku yakin mereka akan dengan senang hati Bim menerima kamu.Selama ini mereka sangat mengidolakan kamu, dan menginginkan memiliki ayah seperti kamu." ucap Tiara menenangkan Bimo.
"Apakah kamu meragukan perasaan ku ra? apakah kamu tidak percaya kalau aku benar-benar mencintaimu? dan apakah kamu ada melihat kebohongan di mataku? Bimo menoleh dan menatap kedua netra Tiara dalam-dalam.
"Bu-bukan begitu Bim, cuma aku pernah mendengar kamu ngomonh sendiri di televisi, kalau kamu masih menunggu cinta pertamamu di SMA.Dan setahu aku,pacar kamu kan Gladys" ucap Tiara lirih dan menundukkan wajahnya.Hatinya begitu sakit dan cemburu ketika menyebut nama Gladys.
"Kamu salah paham sayang, justru wanita yang aku maksud itu kamu, bukan Gladys."
" Maksud kamu? kok bisa? bukannya kamu pacarannya dengan Gladys dan kamu justru alergi melihatku?" Tiara kaget,dan tidak percaya dengan ucapan Bimo.
"Apa kamu mau tahu kebenarannya ra?Bimo menoleh ke arah Tiara dan dia melihat Tiara menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Sebenarnya, wanita yang aku cintai itu kamu,tapi aku terlalu pengecut untuk mengakuinya.Aku berpacaran dengan Gladys hanya untuk demi popularitas.Bisa berpacaran dengannya merupakan suatu kebanggaan buat ku pada saat itu, karena dengan demikian aku semakin populer. Karena itu juga ,ketika kamu mendapat hukuman membersihkan toilet, atau pekarangan sehabis pulang sekolah,aku menunggu sekolah sepi dulu baru aku membantumu.Mungkin karna masih terlalu muda,pada saat itu, aku masih terlalu memikirkan gengsi.Aku takut bila aku terang-terangan membantu dan perhatian ke kamu,popularitasku akan menurun. ucap Bimo panjang lebar tanpa memberikan jeda.
" Tapi, kalau kamu memang mencintaiku pada saat itu, kenapa kamu tega melakukan hal yang sangat menyakitkan itu? dan kenapa kamu tidak ingin sampai Gladys tahu akan hal itu?"
"Awalnya aku tidak bermaksud melecehkanmu, aku hanya merasa tidak suka dan cemburu,melihat mata semua laki-laki memandang kagum padamu.Ingin sekali aku mencolok semua mata itu, agar tidak berani memandang mu. Bahkan ketika Seno dengan terang-terangan memuji kamu, ingin sekali aku menyumpal mulutnya. Karena itu lah, aku dengan diam-diam mengikuti mu ke toilet dan membawa paksa kamu ke kamar. Sebenarnya aku hanya ingin melindungi kamu dari pandangan teman-teman yang hadir disana. Tapi ternyata aku terjebak dengan rencana ku sendiri.Dengan gelap mata, dan karena kebetulan aku sudah dipenuhi dengan emosi,aku melakukan hal yang sama sekali tidak ingin aku ingat.Dan kenapa aku ingin agar Gladys tidak sampai tahu masalah ini, karena aku tahu Gladys itu licik, dia bisa saja melakukan berbagai cara untuk mempermalukan kamu di depan umum".
Tiara merasa terharu mendengar penuturan Bimo, dia tidak menyangka, kalau Bimo sudah mencintainya sejak dulu.Ternyata cintanya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan.Tanpa terasa, cairan bening keluar tanpa izin oleh pemiliknya dari kedua netranya.
"Ka-kamu menangis sayang? kenapa? adakah kata-kataku yang membuat mu sedih?" tanya Bimo panik.
" Aku gak sedih Bim, aku menangis karena bahagia, ini air mata kebahagiaan Bim, terima kasih karena udah mau mencintai dan memilihku"ucap Tiara terisak-isak.
"Justru aku yang harusnya mengucapkan terima kasih sayang, karen kamu masih mau memaafkan dan memberikan kesempatan pada pria brengsek ini" Bimo meraih dan membenamkan kepala Tiara ke dadanya.Bimo memeluk Tiara dengan erat dan cukup lama.
kruk kruk kruk
"Bim, aku lapar" ucap Tiara dengan wajah memelas. Sehingga Bimo tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Tiara.Sejurus kemudian Bimo memberanikan diri untuk mengecup Bibir Tiara.
"Ayo,kita cari makan,aku juga lapar soalnya"
Tiara dan Bimo beranjak dari tempat itu dan mencari tempat makan.tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sedang sangat kesal dan dari tadi sudah berkali- kali mengumpat dan mengutuk Bimo.Karena dia sudah terlalu lama menunggu Bimo untuk menjemputnya pulang.Sedangkan sang kekasih sudah pulas dan bermimpi di kursi sebelahnya.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa untuk tetap mendukung saya dengan like, vote dan komen.thank you🥰🥰