
Amira duduk di sofa yang ditunjuk oleh. Bimo.Matanya dari tadi melihat Bimo dengan curiga.Bimo melirik ke Seno, dan Seno, yang melihat lirikan Bimo pun langsung paham apa yang harus dia lakukan.
"Amira," Seno diam sejenak, menghela nafas dan melanjutkan kembali." Aku memintamu kesini karena kami memerlukan pertolonganmu"
"Kami atau dia aja?ujar Amira to the point sambil menunjuk Bimo.
"I iya Bimo aja" ucap Seno gelagapan.
"Emm ya udah kalian mau saya tolong apa?"
"Bimo minta tolong kamu, untuk menjadi pacar pura-puranya untuk dikenalkan ke mamah Bimo"ucap Seno
"Apa? menjadi pacar Bimo?" kaget Amira.
"Hei, bukan pacar beneran,tapi pura-pura saja"celetuk Bimo tiba-tiba.
" sama aja,sama-sama ada kata pacarnya" Amira tidak mau kalah.
"Ya bedalah"
"sama"
"beda"
"Sama"
"beda"
"Diammmm" teriak Seno yang gerah perdebatan Bimo dan Amira yang tidak ada yang mau mengalah.Bimo dan Amira langsung terdiam, tapi mata keduanya masih mengajak perang.
"Yes, kapan lagi kan gue bisa bentak Bimo" batin Seno.
"Amira, kamu bisa kan tolong Bimo?" ujar Seno lembut,selembut sutra,yang membuat hati seorang Amira langsung melunak
"Tapi kenapa,dia harus cari pacar pura-pura mas Seno" ucap Amira tak kalah lembut dari Seno.
"cih dasar wanita bunglon,gampang sekali berubah" umpat Bimo dalam hati.
"Mamahnya Bimo, ingin Bimo mengenalkan seorang wanita sebagai kekasihnya,kalau tidak Bimo akan di jodohkan dengan wanita yang tidak di cintai sama Bimo"
"Apa urusannya sama gue? biarin aja dia di jodohkan.gue mah bodo amat" cuek Amira"
Bimo hendak marah mendengar ucapan Amira, Seno langsung mengedipkan matanya mengisyaratkan pada Bimo agar bersabar.
"Amira ,Bimo sangat mencintai,Tiara orang yang di duga adik kembar kamu, dan dari dulu adik kamu juga mencintai Bimo,Bimo hanya ingin menikah dengan Tiara saja" jelas Seno
Amira terdiam,seperti memikirkan sesuatu.Dia menghela nafasnya dan menoleh ke Bimo.
__ADS_1
" baiklah, tapi dengan satu syarat,gue mau tahu,ada masalah apa sebenarnya antara lo dan Tiara? kesalahan fatal apa yang telah lo lakukan terhadap Tiara?sehingga lo sampai menangis minta maaf saat itu kepada gue?" ucap Amira, mengungkapkan semua pertanyaan yang ada di kepala selama ini.
"Haruskah loe tahu alasannya kenapa?" ucap Bimo merasa keberatan.
"Yap, harus, kalau tidak gue tidak mau jadi pacar pura-pura lo.lo cari aja yang lain" ucap Amira dengan nada sedikit mengancam.
"Baiklah,tapi setelah lo dengar alasannya, lo harus berjanji untuk tidak mengubah keputusanmu, untuk menolong gue menjadi pacar pura-pura gue"
"baiklah aku berjanji"
Dengan setengah hati, Bimo pun menceritakan perbuatannya yang kejam kepada Tiara dari A sampai ke Z dan tidak ada satupun yang terlewat.
Author: Yang diceritakannya gak semendetail dari mencium,meraba dan sebagainya ya readers.kasian babang Senonya kalau di ceritakan semendetail mungkin.😅Bimo hanya menceritakan sebatas dia memperkosa Tiara dan mengancamnya saja.
PLAKKk
Amira tanpa sadar menampar Bimo dengan sangat keras begitu mendengar cerita Bimo. Bimo yang kena tampar tapi Seno yang meringis.
"Kamu memang brengsek Bimo, terlepas Tiara itu beneran adik ku atau tidak,sebagai perempuan aku dapat merasakan penderitaannya"
Bimo yang mendapat tamparan keras itu,tidak berkutik,dia merasa, kalau dia memang pantas mendapatkannya,
"Baiklah Bimo, gue sudah berjanji tadi.gue akan tetap bersedia,untuk menjadi pacar pura-pura lo,tapi ini kulakukan, bukan untuk menolong lo. Ini kulakukan untuk memberikan Tiara keadilan.Gue mau lo bertanggung jawab semua perbuatan lo.JADI PENTING LO CATAT, INI SEMUA DEMI TIARA BUKAN LO" ujar Amira berapi-api.
" Jadi kapan kita akan ketemu mamah lo?tanya Amira setelah menetralkan emosinya.
"APA?? nanti malam? kok secepat itu?"ujar Amira keberatan.
"Makin cepat kan makin cepat selesai"
"baiklah, jam berapa kita bertemu mamah kamu? " pasrah Amira.
"Jam 7 malam sekalian makan malam".
"Baiklah, tapi lo jemput gue kan?"
"Iya, ntar gue jemput lo sama Seno"
" Jadi mas Seno nanti ada disana juga?" tanya Amira tiba-tiba tersenyum senang.
"iya,jadi aku harap kamu nanti gak pecicilan ke aku disana"ucap Seno tiba-tiba, membuat Amira mengerucutkan bibirnya.
***
Ibu Sarah dengan semangat pejuang 45 mengarahkan semua pelayan, untuk mempersiapkan makan malam besar begitu mendapat kabar, kalau Bimo akan membawa kekasihnya ke rumah nanti malam.Dia begitu antusias dengan kabar itu,karena begitu bahagianya,dia yang sudah lama tidak pernah turun kedapur, hari ini dia ikut turun tangan untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.
Ketika sedang asyik mempersiapkan segalanya,dari depan terdengar suara cempreng seorang wanita yang sangat tidak diharapkan kehadirannya. Ibu Sarah yang sudah tahu siapa yang datang, langsung buru-buru menemuinya ke depan, sebelum sipemilik suara mencarinya sampai kedapur.Bisa berabe dan kacau nanti kalau dia sampai banyak bertanya
__ADS_1
" Eh Jesi kok tumben kesini jam segini?" ujar ibu Sarah basa -basi.
"Jesi kangen aja sama tante, em em em baunya enak banget nih tan, lagi masak ya tan?" ucap Jesika sambil mengendus-endus .
" Oh itu, em itu, tante cuma nyuruh pelayan masak makan malam aja " ujar ibu Sarah gugup.
"Oh, tapi masaknya kok secepat ini tan? nanti kan keburu dingin makanannya kalau udah malam?"
" Oh,nanti tinggal di angetin lagi kan bisa"
"Berarti nanti malam Bimo makan malam di rumah yan tan?, kalau iya Jesi bisa ikutan makan malam di sini ya tan?"
" Oh,Bi Bimo memang selalunya makan malam dirumah Jes, tapi biasanya dia pulang agak larut. Jadi Jesi juga nanti nya juga gak bakal ketemu sama Bimo"
"Oh gitu ya tan?ya udah deh, Jesi makan malam di rumah Jesi aja"
"huh selamat" batin ibu Sarah.
"Tan, Jesi ke toilet dulu ya" ujar Jesi pamit
"Oh ok,ok Jes"
Setelah dari toilet,Jesika langsung ke dapur untuk mengambil minum karena dia merasa sedikit haus.Jesika heran melihat banyak makanan di meja makan seperti akan ada makan malam besar.
"Bik, nanti malam mau ada acara ya? kok masaknya banyak banget? tanya Jesika.
"Lho kok Non Jesi gak tau? kata ibu Sarah, nanti malam Den Bimo mau bawa calon menantunya ke rumah"
"calon menantu gimana? yang akan jadi menantu di rumah ini kan gue?marah Jesika.
"Ka kami gak tau non, kami cuma taunya begitu dari ibu Sarah!"
Jesika berlalu dari dapur penuh dengan amarah.
"Tante apa maksudnya ini? kata pembatu di belakang, justru mereka masak banyak, karena Bimo akan membawa calon menantu tante? calon menantu tante aku kan tan? aku kan?" ucap Jesika sambil menangis.
" Em em, maaf kan tante nak Jesika,kayanya Bimo tidak berjodoh dengan kamu.Iya nanti malam Bimo mau membawa kekasihnya ke rumah.Dan tante tidak mau memaksa Bimo untuk mencintai kamu" ucap ibu Sarah lembut.
"Aku gak mau tan,pokoknya Bimo cuma milik Jesi,gak ada yang boleh memiliki Bimo selain Jesi" tangis Jesi sambil teriak-teriak.
"Jesika, Bimo gak mencintai kamu nak,Bimo mencintai orang lain. Kamu harus bisa menerima kenyataan itu.Jadi sekarang tante gak bisa melanjutkan perjodohan kalian" ucap bu Sarah tegas.
"Tante kejam, tante gak punya hati, lihat aja tan jesi bisa pastikan kalau Bimo hanya milik Jesi" ucap Jesika sambil berlari keluar.
To be continue
Jangan lupa untuk tetap dukung novel ini ya.please like, vote dan komen.😀😀😀
__ADS_1