YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Ungkapan Cinta Aariz


__ADS_3

Aariz melepaskan ciumannya untuk bisa meraup oksigen kembali. Lalu dia mendekatkan mulutnya ke telinga Vina dan berbisik. "Jawaban dari semua pertanyaan mu itu cuma satu, itu karena aku mencintaimu" netra Vina membesar, mendengar pengakuan dari Aariz.


Tubuh Vina seketika membeku.Tubuhnya terasa meremang . Dia terdiam dalam beberapa detik, sepersekian detik kemudian, tawa Vina menggema,memenuhi ruangan kamar itu.Sehingga membuat kening Aariz berkerut.


"Segitu senangnya kah dia sampai dia tertawa seperti itu?" batin Aariz.


"Hahahaha, Ka Aariz bercandanya lucu! Ka Aariz cinta sama Vina? gak mungkin! Vina kan bukan tipe Kaka!" Vina terlihat mengelengkan kepalanya sambil memegang perutnya. Vina berbalik badan hendak duduk di atas ranjang. Tapi tiba-tiba lengan besar milik Aariz menarik tangan Vina dan langsung memeluk pinggangnya, hingga Vina terbenam ke dada Aariz yang bidang.


"Kamu tatap mata saya! apakah di sana terlihat kalau aku bercanda?" ujar Aariz sambil menatap mata Vina dalam-dalam.


Vina kembali membeku dengan tatapan tajam Aariz. Detak jantungnya kini sedang berdisko di dalam sana. Vina seperti terhipnotis dengan tatapan Aariz.Vina sekarang dapat melihat ada keseriusan dalam manik mata Aariz.


"Apa kamu belum percaya juga?" Aariz kembali bertanya,melihat Vina yang tidak menjawab sama sekali.


Bukannya menjawab, Vina justru mengerjap-erjap kan kedua netranya, sehingga terlihat menggemaskan di mata Aariz. Aariz kembali mendaratkan bibirnya ke atas bibir Vina, dan mulai memagutnya dengan penuh perasaan. Vina tidak tahu mau berbuat apa, karena dia memang tidak tahu bagaimana caranya berciuman. Dia hanya diam saja. Dia tidak menolak, tapi tidak juga membalas.


Aariz melepaskan ciumannya dan membawa Vina kedalam pelukaannya.Lalu mengecup puncak kepala Vina berkali-kali.


"Kenapa kamu diam saja, hem?"


"Apakah ini nyata Ka? Ini bukan mimpi kan?" Vina masih belum benar-benar percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


"Ini bukan mimpi Vin ! Ini benar-benar nyata" ucap Aariz seraya menyematkan seulas senuman di bibirnya


"Tapi, kok bisa? bukannya Kaka selama ini anggap aku lalat pengganggu yang sangat menyebalkan"


"Lalat pengganggu itu kini sudah berubah menjadi kupu-kupu yang indah di hatiku" Aariz mulai melontarkan gombalan recehnya.


"Mana ada Lalat jadi kupu-kupu? yang ada ulat, jadi kepompong habis tuh baru jadi kupu-kupu"

__ADS_1


"Itu kalau dilihat dari sisi Sins-nya. Kalau ilmu percintaan beda lagi "ujar Aariz.


"Aku merindukanmu Vina! sangat merindukanmu? " hati Vina menghangat mendengar ucapan Aariz.


"aku baru menyadari, kalau aku sangat kehilanganmu, ketika kamu tidak pernah muncul lagi di depanku setelah pertemuan kita terakhir di pesta itu. Aku tidak bisa terima ketika Bunda mengatakan,kalau kamu dijodohkan dengan Galang. Aku marah, aku kesal aku bahkan mendatangi Om Dimas agar tidak menjauhkan mu dengan ku."


"Kaka mendatangi Papah? " Vina mengrenyitkan keningnya, bertanya-tanya kenapa Papahnya tidak pernah memberitahukannya kalau Aariz mendatanginya.


"Iya! Tadi pagi aku sudah mendatangi apartemen Galang, tapi kamu sudah berangkat ke kampus.Dan tadi,kenapa aku bisa tahu kamu dalam keadaan bahaya,itu karena aku baru saja keluar dari kamar ini, untuk kembali menemui mu"


"Apakah yang memberikan alamat dimana aku tinggal itu, Papah"


"Bukan!" sahut Aariz


"Hah? jadi siapa?"


"Lho kok bisa? bukannya dia membenci Kaka?"


"Kamu menyepelekanku?aku punya segudang cara untuk mengatasi remaja labil seperti Vano!Aariz berucap seraya membanggakan diri.


Vina mendengus mendengar ucapan Aariz yang terkesan angkuh. Dia menyingkir dari kungkungan Aariz dan mendaratkan tubuhnya untuk duduk di atas ranjang di ikuti oleh Aariz. Baik Aariz maupun Vina tiba-tiba terdiam sejenak.Suasana yang akward tiba-tiba menerpa kedua insan berlainan jenis itu.


Aariz menarik nafasnya dalam-dalam, dan menghembuskannya dengan sekali hentakan. Dia lalu menoleh ke arah Vina yang menundukkan wajahnya, sambil mengayun-ayunkan kakinya,yang menjuntai menginjak lantai.


Aariz tiba-tiba memegang bahu Vina dan memutar badan Vina untuk mengahadap padanya. " Vin, aku mencintaimu! Maafkan aku, atas sikapku selama ini yang sering membuat mu menangis.Aku tidak mau kehilanganmu Vin!. Aku sudah berusaha menepis semua rasa yang aku rasakan padamu, tapi justru,rasa itu semakin kuat .Aku tidak sanggup dan terasa sakit saat aku membayangkan kamu dengan laki-laki lain.Kamu mau kan memaafkan Kaka? Kamu masih mencintai Kaka kan?" Aariz menatap dalam-dalam manik mata Vina yang kini sudah mulai tergenang dengan cairan bening.


Vina menepis tangan Aariz dari bahunya, lalu mengalihkan pandangannya dari Aariz. " Ka, jujur rasa sayangku tidak pernah berubah padamu, tapi aku sudah terikat dengan orang lain Ka! Kalau Dewa,orang yang dijodohkan denganku, mungkin Papah akan membatalkannya, kalau mengetahui perbuatannya padaku. Tapi kalau bukan dia gimana Ka? " Vina mengungkapkan kegundahannya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Aariz kembali membalikkan tubuh Vina untuk menatapnya. " Vin, kamu tatap Kaka! apa kamu meragukan Kaka? aku akan berusaha meluluhkan Om Dimas. Yang aku butuhkan sekarang hanya dukunganmu.Kamu harus percaya sama Kaka,ya! " tegas Aariz dan Vina menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Melihat Vina yang menganggukan kepalanya, Aariz membenamkan tubuh Vina kedalam pelukannya dan meninggalkan kecupan yang bertubi-tubi di puncak kepala Vina.


" Terima kasih Vin.... Terima kasih sudah mau mencintai Kaka!"


Hati Vina menghangat mendengar ucapan terimasih Aariz. Dia pun membalas pelukan Aariz dan membenamkan kepalanya di dada Laki-laki yang sudah lama dicintainya itu.


"Terima kasih juga Ka, sudah mau membalas cinta Vina! Kaka tahu, aku sangat sedih, ketika aku mendengar ucapan Kaka yang akan menggantikan Ka Aarash menikahi Ka Ayu. Makanya aku memutuskan untuk pergi jauh dari Kaka dan meminta Papah memindahkanku kuliahku ke London. Ternyata setelah aku di sini, Vano bilang yang menikah itu bukan Kaka, tapi Ka Aarash yang menikah! "tutur Vina panjang lebar.


"Jadi kamu hari itu datang dan mendengar semuanya?" tanya Aariz seraya melerai pelukan nya dari tubuh Vina. Vina terlihat menganggukkan kepalanya.


"Aku merasa Kaka begitu mencintai Laura, makanya demi kebahagiaan Laura, Kaka rela menggantikan tanggung jawab Ka Aarash untuk menikahi Ka Ayu " ucap Vina, menundukkan wajahnya seraya menggigit bibirnya.


"Kamu mau tahu, Aarash jadi ko menikah dengan Laura! " ucap Aariz yang membuat Ayu merasa ambigu.


"Jadi, Ka Ayu bagaimana? Ka Aarash kok tega? padahalkan__"


"Karena Ayu itu Laura yang lupa ingatan. Dan Aarash pun mengetahuinya setelah mereka menikah. Sekarang ingatan Laura sudah kembali." ujar Aariz yang membuat kedua netra Vina terbeliak karena terkesiap.


"Dan kamu tahu, mereka bermesraan di depanku pun aku gak merasakan apa-apa. Justru aku kebakaran jenggot, ketika aku lihat photo kamu dengan laki-laki lain di medsos kamu. Tanpa aku sadari nama Davina sudah mengambil alih hatiku seluruhnya. Dan karena kebodohanku, aku hampir saja kehilanganmu.Aku tidak tidak bisa membayangkan jika tadi, aku terlambat datang menolongmu." Aariz kembali berucap dengan sebuah senyuman getir yang tersemat di bibirnya dan mata yang sudah berkaca-kaca.


Vina terharu mendengar ungkapan cinta Aariz. Dia segera menghambur memeluk Aariz lagi. Aariz menangkup pipi Vina dan ingin mengecup bibir Vina. Tapi, kedua insan berlainan jenis itu terlonjak kaget ketika mendengar ponsel Vina yang berbunyi sangat nyaring.


Vina meraih ponselnya dari dalam tas dan menjawab panggilan itu. " Iya Kak? ada apa?"


"Hei,buka pintunya cepat! Kaka ada di depan, kalian jangan sampai macam-macam ya! " terdengar suara laki-laki yang sedang panik di seberang sana.


Tbc


Jangan lupa buat like, vote, rate dan komen. Thank you.😁😁

__ADS_1


__ADS_2