YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Tiara menyindir Sherly.


__ADS_3

Laura menggeliat dan perlahan membuka matanya.Hal pertama yang dia lihat adalah dada bidang milik suaminya Aarash. Dia mendongkakan wajahnya dan tersenyum begitu melihat wajah tampan suaminya itu.


Dia mengucek-ucek matanya sejenak dan melihat ke arah jam dinding.Dia melompat kaget dan berteriak histeris,begitu melihat jam yang sudah menunjukkan hampir pukul 8 pagi.


Teriakan Laura, membuat Aarash terbangun dan otomatis melompat turun dari ranjang, seraya melakukan kuda-kuda jurus taekwondo yang dia pelajari dulu,karena dia mengira ada maling. Begitu dia tersadar, dia langsung mencebikkan bibirnya sambil menghunuskan tatapan tajam ke arah Laura yang cekikikan melihat reaksi berlebihan Aarash.


"Ada apa sih, pagi-pagi udah teriak-teriak segala? bikin orang jantungan aja kamu! " ujar Aarash,menggaruk kepalanya, lalu melangkah kembali ke arah ranjang untuk melanjutkan tidurnya. Tapi sebelum dia membaringkan tubuhnya, Laura langsung menarik tangan suaminya itu, supaya tidak tidur lagi.


"Sayang, jangan tidur lagi dong! lihat tuh jam ! kita udah kesiangan. Aku bilang apa nanti sama Bunda? masa aku bisa bangun kesiangan sih? Ini semua gara-gara kamu! Laura duduk di tepi ranjang sambil menggembungkan pipinya.


"Ya, udah kamu bilang aja, lagi mengadon, membuat cucu yang lucu !pasti Bunda langsung senang." sahut Aarash sambil menguap.


"Ihh, gak lucu tahu! " Aku malu sayang untuk keluar.Padahal aku udah lapar. " wajah Laura terlihat memelas seraya mengelus-elus perutnya.


Aarash gemas melihat ekspresi Laura istrinya. Dia lalu mencubit pipi Laura dengan gemas lalu mengecup kening, mata, hidung dan terakhir bibir. Sehingga pipi Laura langsung merona,mendapat perlakuan romantis dari Aarash.


"Ayo, kita mandi dulu, nanti kita keluar sama-sama! " Aarash menggendong Laura ke kamar mandi untuk mandi bersama.


Satu jam kemudian, Aarash dan Laura keluar dari kamar mandi dengan ekspresi wajah yang berbeda. Aarash dengan senyuman,sedangkan Laura dengan wajah yang cemberut. Karena di dalam kamar mandi Aarash kembali menyerang Laura.


Setelah selesai berpakaian, mereka keluar dari kamar dan turun sambil bergandengan tangan. Tiara tersenyum-senyum ketika melihat putra dan menantunya akhinya bangun.


Laura menundukkan wajahnya,malu melihat ibu mertuanya.


"B-Bun, maafin Ayu eh Laura ya! Laura gak bantuin Bunda nyiapin sarapan tadi! " ucap Laura sambil menggigit bibir bawah dan atas berulang- ulang.

__ADS_1


"Nggak pa-pa sayang! Bunda maklum ko, ini bukan salah kamu, tapi salah keturunan Ayah Bimo, yang merasa senang karena mendapat hobby baru bercocok tanam. Kamu pasti digarapnya kan semalaman? Jadi setelah sarapan, kamu ikut Bunda ke Salon Spa. Dari situ kita ke mall dan makan siang di sana.Hari ini kita manjakan diri dulu! " ucap Tiara sambil menyunggingkan senyuman manis dibibirnya.


"Nggak bisa! " celetuk Aarash tiba-tiba. "Jadi, aku ditinggal sendiri dong? Aku nanti kan jadi sendirian di rumah! " Aarash merengek seperti orang yang tidak mau kehilangan mainannya.


"Nggak ada kata tidak bisa! Pokoknya Laura ikut Bunda. Karena Bunda tahu, kalau kamu mau memonopoli istrimu seharian kan? aku gak mau, menantu ku merasakan hal yang sama, seperti yang Bunda rasakan saat baru menikah sama Ayahmu " tegas Tiara tak terbantahkan.


"Jadi, aku gimana dong, Bun?"


"Ya, kamu kerjalah! Libur kamu sudah cukup! kasihan Om Rio, menangani sendiri kerjaanmu."


*******


"Sayang, aku minta uang dong! Aku mau pergi arisan sama teman-teman" Sherly bergelayut manja, di bahu Deni suaminya berusaha untuk merayu suaminya itu.


"Jadi, Papah gak mau kasih nih? Kalau Papah gak mau kasih, aku lebih baik pergi dari rumah ini daripada aku malu sama teman-temanku." Sherly mencebikkan bibirnya seperti ABG yang sedang merajuk.


"Bukan gak mau ngasih, Mah! Tapi, Mamah kan tahu sendiri,kalau perusahaan kita lagi gak stabil.Jadi keuangan kita sekarang benar-benar krisis, Mah. Lagian Mamah ini gimana sih? Cindy pun belum tahu dimana keberadaannya.Mamah gak khawatir sama putri kita itu?"


"Cindy, baik-baik saja, Pah! Dia lagi ada di suatu tempat.Kemarin dia sudah menghubungi, Mamah. Jadi, Papah gak perlu khawatir. Sekarang transferin uangnya Pah, nanti Mamah telat!" Sherly kembali merengek sambil menguncang-guncang bahu Deni suaminya.


Deni memang sudah dibutakan oleh cinta.Dia tidak kuat mendengar rengekan Sherly. Akhirnya walaupun dengan berat hati, Deni pun meraih ponselnya dan mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi istrinya.


"Udah masuk! Makasih ya, Pah! " Shery berdiri dari tempat duduknya dengan senang, lalu dia mencium pipi Deni sebelum akhirnya dia beranjak meninggalkan Deni yang hanya bisa mengelus dadanya seraya menggelengkan kepalanya.


********

__ADS_1


Seperti yang diucapkan oleh Tiara tadi pagi. Tiara benar-benar membawa Laura menantunya untuk memanjakan diri. Setelah dari salon dan Spa, mereka menuju mall dan banyak membeli barang-barang yang biasa di belanjakan oleh wanita. Seusai dari mall, di sinilah mereka kini, makan siang di salah satu cabang restoran miliknya.


Suara riuh dari meja lain menarik perhatian Laura.Dia melihat wanita-wanita sosialita sedang berkumpul dan masing-masing sedang memamerkan barang-barang branded yang baru mereka beli.Diantara orang-orang itu, tampak Sherly duduk sambil tertawa paling kencang. Tiba-tiba matanya Sherly bersirobok dengan mata Laura.Wajah Sherly seketika pucat saat melihat Laura ada ditempat itu.Tapi dia kembali tenang ketika dia teringat kalau Laura itu sedang lupa ingatan.


Tiara dan Laura kini sudah selesai makan siang. Mereka pun memutuskan untuk segera pulang. Disaat mereka melewati kumpulan wanita sosialita, Sherly tiba-tiba berdiri dan menatap sinis Laura.


"Hei,Bu Tiara, bukannya ini Ayu, pembantumu yang lupa ingatan itu?" Sherly berdiri dan melirik sinis penampilan Laura dari atas sampai kebawah yang sekarang terlihat sangat cantik.


"Oh, Ibu Sherly! ternyata anda ada di sini. Oh ya , dia itu bukan pembantu lagi, tapi dia itu sekarang sudah jadi istrinya Aarash jadi dia sudah jadi menantuku" sahut Tiara dengan menerbitkan senyuman di bibirnya.


Sherly terlihat sangat kaget mendengar ucapan Tiara.Ternyata bukan hanya Sherly yang kaget tapi juga teman-teman sosialita Sherly.


"Eh, bukannya Jeng Sherly bilang, kalau Jeng akan besanan dengan keluarga pemilik Aryaguna Coorporation? Jeng Sherly bilang,kalau Cindy sudah dilamar langsung oleh Tuan Bimo. Tapi kok, sekarang yang jadi menantu Ibu Tiara bukan Cindy ya?" celetuk seorang wanita dengan nada sinis.Dia terlihat tidak suka dengan sherly yang selama ini suka berbicara sangat sombong.


"Oh, Cindy tidak mau Jeng. Mungkin karena Cindy menolak makanya Mereka menikahkan putranya dengan seorang pembantu! " ucap Sherly untuk membela diri, yang dia tidak sadar kalau ucapannya akan menjadi bumerang pada dirinya sendiri.


"Oh, maaf, Bu Sherly. Apakah saya yang salah dengar atau gimana? Bukannya putri anda Cindy itu, yang sangat ngebet sekali buat jadi istri anak saya?, sampai-sampai, dia melakukan cara licik untuk menjebak putra saya,dengan memasukkan obat perangsang ke dalam minuman anak saya?. Dan untungnya, putra saya berhasil selamat dari jebakan putri anda itu, sehingga sampai sekarang putri anda itu menghilang entah kemana?" ucap Tiara dengan tatapan yang sinis ke arah Sherly yang wajahnya kini sudah memerah.


"Dan saya beruntung, tidak jadi mempunyai menantu seperti putri anda.Saya lebih bersyukur mempunyai seorang menantu yang walaupun mantan pembantu,tapi mempunyai akhlak dan kesopan santunan yang baik, bukan seperti putri anda." Tiara kembali berucap dengan tersenyum sinis.


Sherly kini tidak berkutik sama sekali, wajahnya kini sudah sangat merah, antara marah dan malu.Apalagi kini teman-teman sosialitanya terang-terangan mengunjing dia didepanya. Karena geram dan kesal, tanpa sadar dia mendorong Tiara denga sangat keras,hinga Tiara menabrak tubuh Laura, yang seketika jatuh tersungkur dengan kepala yang terbentur ke sandaran kursi.


Tbc


Jangan lupa buat selalu mendukung karya ini dengan like, vote,rate dan komen ya gais. Thank you

__ADS_1


__ADS_2