YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Kekalutan Aariz


__ADS_3

Aariz melemparkan kembali ponsel Lea dengan raut wajah kesal. "Cih, cakep apa-an? cakepan gue juga kemana-mana. "


" Ih, cakepan Ka Galang lah! Udah cakep, baik dan romantis lagi. Bukan seperti Ka Aariz, cakep-cakep, galak " Lea menjulurkan lidahnya mengejek Aariz.


"Emm, Bukannya Galang itu orang yang dijodohkan sama Vina ya? Kamu gak lagi suka sama tunangan Vina kan sayang?" Tiara menatap Lea putrinya dengan tatapan menyelidik.


"Emm, emang gak boleh ya Bun? Aku memang suka sama Ka Galang, tapi aku sadar diri kok Bun, gak mungkin mau rebut Ka Galang dari Vina. Sekedar mengagumi kan gak salah Bun. "Lea berucap seraya menggembungkan pipinya.


"Emangnya Vina mau ya Bun dijodohin begitu? bukannya selama ini dia sukanya sama Aariz?" Aarash menatap Bundanya penasaran.


"Iya sih! Cuma Aariz kan selama ini merasa terganggu dengan kehadiran Vina.Ya udah, supaya Vina gak ganggu Aariz lagi, Om Dimas dan Tante Sinta akhirnya ber-inisiatif jodohin dia. Dan kebetulan si Galang ini udah lama suka sama Vina " tutur Tiara tanpa melihat Aariz yang kepalanya sekarang sudah mengeluarkan asap tebal.


"Tapi kan gak harus begitu caranya Bun!. Ngapain pakai jodoh-jodohin segala.Udah gak zamannya! " cetus Aariz dengan rahang yang mengeras.


"Lho kok kamu kesal? seharusnya kan kamu senang. Vina gak gangguin kamu lagi, gak ngintilin kamu lagi. Bukannya kamu belakangan ini sudah hidup nyaman tanpa gangguan dari Vina? Kamu itu harusnya berterima kasih sama Om Dimas. Demi kenyamananmu, dia harus menjodohkan putrinya" sindir Tiara seraya menyeringai tipis.


"Seadainya aku yang dijodohin sama Ka Galang pun aku gak nolak Bun. Dia itu laki-laki limited edition.perfect deh pokoknya.Cincin tunangannya aja harganya fantastis." Lea berucap dengan mata yang berbinar-binar seraya menunjukkan tangan Vina yang sudah tersemat cincin yang indah di sana.


"Cih, cincin yang lebih mahal dari situ pun aku bisa belikan" ujar Aariz dengan nada kesal.


"Gak bisa Riz. Cincin itu di design khusus dan tidak ada duanya "Bimo ikut menimpali perdebatan Aariz dengan Lea.


"Aku bisa design lagi yang lebih mahal dan lebih bagus" sergah Aariz tidak mau kalah.

__ADS_1


"Kamu kok aneh sih Riz! Kok kamu se-sewot ini? Kamu merasa tersaingi ya?" tanya Tiara dengan tatapan menyelidik.


"Siapa yang merasa tersaingi?.Aku tidak perlu bersaing dengan orang yang bernama Galang itu.Karena aku yakin,walaupun Vina sudah bertunangan dengan Galang,dia tidak akan bisa memiliki hati Vina.Kalau aku mau, sekarang juga aku bisa membatalkan perjodohan mereka" ucap Aariz berapi-api, yang tanpa sadar dia sudah menegaskan kalau hatinya sudah diisi dengan nama Vina.


"Cih, kepedean! Lea tuh yakin Ka, gak butuh waktu lama, Ka Galang bisa membuat Vina jatuh cinta padanya.Cakep, iya. Romantis, iya juga, perhatian, iya juga.Pokoknya perfect deh.Ka Aariz mah kalah jauh" ucap Lea degan jempol ke bawah.


Aariz mengepalkan tangannya, dan rahangnya kini sudah semakin mengeras. "Idih, orang seperti itu aja kamu bilang cakep? lebih cakepan juga kambing dari dia! "sergah Aariz tidak terima, Lea yang terlalu memuji Galang itu.


Tiara dan Bimo saling menatap tersenyum simpul penuh makna menatap perdebatan kedua anaknya.


"Kok kamu jadi kepanasan gitu Riz? Kamu merasa kehilangan Vina ya? " Laura yang dari tadi jadi penonton akhirnya buka suara.


"Idih, siapa yang suka sama dia? Ogah Gue!" bantah Aariz dengan wajah yang sudah memerah.


"Jadi kalai kamu tidak suka, kenapa kamu dari tadi kaya kebakaran jenggot?" Aarash menimpali pernyataan Aariz.


"Udah, udah ... cukup!. Gak ada gunanya lagi dibahas.Dan Aariz, Bunda cuma mau bilang sama kamu, Vina memang dari dulu suka sama kamu, tapi asal kamu tahu, kadang hati Vina bisa lelah juga karena selalu kamu abaikan.Vina mungkin sudah memutuskan untuk membuka hatinya untuk orang lain, yang bisa menerima dan mencintainya dengan tulus. Cinta itu bisa datang karena terbiasa.Itulah yang dilakukan oleh Om Dimas dan Tante Sinta sekarang.Vina sekarang sudah melanjutkan kuliahnya di London bersama Galang, agar mereka bisa semakin dekat dan saling mengenal satu sama lain" ujar Tiara lugas.


Jantung Aariz terasa sangat sakit seperti dihujam oleh ribuan jarum. Wajahnya juga kini sudah terasa panas mendengar setiap detail ucapan Bundanya. " Darimana Bunda dan Ayah tahu semua hal perjodohan Vina?" terselip kesedihan dibalik pertanyaan Aariz kali ini.


"Kami semua hadir di acara pertunangan Vina dan Galang, sehari sebelum acara pernikahan Aarash.Dan setelah selesai bertunangan, hari itu juga, Galang langsung memboyong Vina ke London. Makanya pas pernikahaan Aarash, Vina tidak turut hadir di acara itu" ucap Tiara.


" Kenapa kalian semua menyembunyikan ini dari ku? Kenapa tidak ada satupun yang memberitahukannya padaku? kenapa?!" Aariz sudah mulai kehilangan kontrol, sehingga secara tidak sadar suaranya sudah terdengar meninggi.

__ADS_1


"Lho, buat apa kami harus laporan ke kamu? .Kami tidak kasih tahu kamu, karena kami yakin, kalau kamu tidak akan perduli juga kan?" sindir Tiara.


"Siapa bilang aku tidak perduli Bunda?Aku pasti sangat perduli.Karena secara tidak langsung, akulah penyebab yang membuat Vina bisa dijidohkan dengan orang yang tidak dicintainya" Kali ini nada suara Aariz terdengar sendu.


Aariz berdiri dan beranjak meninggalkan semua yang ada di ruang keluarga itu, dengan hati yang kalut. Aarash dan Laura yang tidak tahu apa-apa, hanya bisa menatap punggunh Aariz dengan raut wajah penuh tanya.


Setelah Aariz tidak terlihat lagi, akhirnya tawa Bimo, Tiara dan Lea, pecah memenuhi ruang keluarga itu, hingga menambah kebingungan di wajah Aarash dan Laura.


"Akting mu bagus banget tadi Lea. " Tiara terdengar berucap di sela-sela tawanya.


"Akting yang mana satu Bun?"


"Akting saat kamu memuji-muji Galang."


"Akting? aku gak akting Bunda. Aku memang beneran mengagumi Ka Galang! " Lea membatin dengan bibir yang mengerucut.


"Ini ada apa sih?Kok kalian pada tertawa? akting apa yang kalian maksud? Aarash bertanya secara beruntun.


Tiara menarik nafasnya dalam-dalam, lalu mengembuskannya kembali . Setelah itu dia menceritakan yang sebenarnya.Kalau Vina tidak pernah dijodohkan dengan Galang, dan Galang itu hanya sepupu Vina. Mereka semua hanya ingin melihat bagaimana perasaan Aariz yang sebenarnya.


Mendengar penuturan Tiara, tawa Aarash ikut pecah bahkan lebih keras dari tawa kedua orangtuanya dan Lea. Kini giliran Tiara, Bimo, Lea dan Laura yang terbelalak melihat Aarash yang tertawa.


Sementara itu, kasur Aariz terlihat berantakan. Karena Aariz dengan kesal meng-acak-acak kasurnya, sehingga sprei dan selimut kini teronggok di lantai. Sedangkan dia terduduk dibawah kasur dengan rambut yang sudah berantakan.

__ADS_1


Tbc


Jangan lupa buat ninggalin jejaknya gais. Please like, rate dan komen. Thank you


__ADS_2