
Hari ini wajah Vina terlihat berbinar-binar. Bagaimana tidak? hari ini adalah hari syukuran 7 bulan kehamilannya. Dimana dalam usia 7 bulan, akan banyak doa dan harapan buat ibu dan anak yang dikandungnya, diantaranya agar bayi yang dikandungnya lahir dengan lancar, sehat, tidak kurang suatu apapun dan dijauhkan dari segala marabahaya, serta calon ibu sehat dan selamat dalam proses persalinan nantinya.
Rentetan acara demi acara berjalan dengan lancar dan hikmat sampai tiba diakhir acara.Keluarga besar dari kedua belah pihak juga tidak lupa mengundang anak yatim piatu dan memberikan santunan pada mereka.
"Vin, loe ikut kita yuk!" ucap Lea, sahabat sekaligus adik iparnya, setelah acara 7 bulanan baru selesai digelar.
" Ikut kemana?" Vina menatap Lea, Shakila dan Shakira dengan tatapan penasaran.
"Ikut aja dulu, nanti lo juga bakal tahu ." kali ini Shakila yang buka suara.
"Ya udah, gue izin Ka Aariz dulu.Kalau Ka Aariz ngizinin, ayoo. Tapi, kalau nggak, gue gak bakal bisa pergi bersama dengan kalian semua."sahut Vina sambil beranjak berdiri dan berjalan menemui suaminya yang sedang asik bercengkrama dengan keluarga besar.
"Bee, Lea, Shakila dan Shakira ngajak aku pergi ke suatu tempat, boleh gak Bee?" tanya Vina tanpa melepaskan tanganya dari perut buncitnya yang walaupun masih 7 bulan,tapi terlihat seperti 9 bulan.
"Hmm, ya udah! tapi kamu hati-hati ya!" sahut Aariz yang dengan gampangnya memberikan izin. Tidak seperti biasanya, yang mau ke mall bersama Lea dan yang lainnya aja, dia harus ikut, kalau tidak, Vina bakal tidak diizinkan untuk pergi.
Setelah mendapatkan Izin, Vina pun berpamitan pada semua keluarga besarnya, dan berlalu bersama trio ceriwis, Lea, Shakila dan Shakira.
"Kita mau kemana sih? kok dari tadi muter-muter di daerah ini aja?" tanya Vina mulai kesal.
"Tenang aja, bentar lagi kita sampai kok." sahut Lea dengan seulas senyuman yang tersemat di bibirnya.
"Tuh,kita udah sampai!" seru Shakila dengan wajah yang berbinar-binar.
"Hah? rumah Bunda? kalau hanya ke sini aja, ngapain kita harus mutar-mutar dulu tadi? Kan bisa lewat jalan biasa biar cepat sampai.Kalian bertiga mau ngerjain gue ya?" wajah Vina sudah mulai terlihat tidak bersahabat karena merasa jengkel, dikerjain oleh sahabat-sahabatnya itu.
"Cup, cup, cup, gak usah marah-marah napa? bumil tuh gak boleh marah-marah, pamali, nanti bayinya cepat tua!" ucap Shakira, yang disambut gelak tawa Lea dan Shakila.
__ADS_1
"Cih, mana ada istilah begitu. Yang ada ,nanti kamu cepat tua, bukan bayi yang cepat tua." cetus Vina dengan bibir yang mengerucut.
"Iya, iya maaf bumil! ayo kita turun!" Lea membuka pintu mobil dan menuntun Vina untuk keluar dari dalam mobil.
"Lho, kok mobil Ka Aariz, Ayah, Papah dan Ka Aarash udah ada di sini? bukannya mereka tadi masih di rumah?" Vina bertanya penuh kebingungan sekaligus penasaran.
" Loe gak usah banyak tanya, yuk kita masuk!" Shakila langsung mengandeng tangan Vina dan berjalan masuk ke dalam rumah Bimo dan langsung menuju ke sebuah ruangan yang terlihat tertutup
"Surprisee!" teriak semua orang yang ternyata sudah berkumpul di rumah Bimo. Tak terkecuali Galang dan sahabat-sahabatnya, Dion, Kinara, Rendy dan Dewa yang kini sudah mendapat maaf dari Vina dan Aariz. Ya Galang Cs, bulan lalu sudah menyelesaikan pendidikan mereka di London dan sudah kembali ke Indonesia. Bahkan Galang dan Dewa sekarang sudah menjadi dosen di universitas, dimana Lea Cs kuliah.
Kedua netra Vina seketika meneteskan air mata melihat kejutan yang dia dapatkan dari sahabat-sahabat dan keluarga besarnya.Dimana di depannya dia melihat ruangan itu sudah disulap dengan dekorasi yang bertuliskan Baby Shower dan it's a baby boy.Karena setelah diUSG, diketahui kalau bayinya berjenis kelamin laki-laki.
"I-ini semua kalian yang buat?" Tanya Vina di sela-sela keterkejutannya.
"Apa? kok semua melotot? aku benar kan?"ucap Aariz sambil mengangkat kedua tangan dengan bahu yang terangkat.
"Iya, tapi gak pakai diomongin kali!" ucap Lea dengan bibir yang mengerucut, membuat seseorang gemas melihatnya dan ingin mencaplok tuh bibir.
"Bee, baik kamu diam aja deh! gak penting siapa yang buat dekorasinya ini indah. Yang penting adalah niat tulus orang yang merencanakannya.Terima kasih ya semuanya! Aku tak menyangka akan mendapat hal seperti ini." ujar Vina dengan pipi yang sudah basah oleh air mata.
Acara Baby shower Vina tidak jauh berbeda dengan acara syukuran 7 bulan tadi, dimana dia tetap dihujani dengan doa-doa dari sahabat-sahabat dan keluarganya. Bedanya, di acara Baby shower ini, para sahabat-sahabat Vina memberikan kado berupa perlengkapan baby, mulai dari popok bayi, pakaian kereta dorong dan banyak lagi.
"Wow, kalau begini aku tidak perlu belanja perlengkapan bayi lagi." celetuk Aariz, ketika melihat banyaknya hadiah yang didapat oleh calon bayinya.
"Mana boleh! besok kita harus tetap belanja perlengkapan bayi! enak aja kamu!" cetus Vina dengan sorot mata yang tajam menatap Aariz.
__ADS_1
"Vin, tadinya gue berharap,ponakan gue perempuan, biar cantik kaya gue.Tapi teryata laki-laki. Tapi gak pa-pa deh yang penting jangan mirip ayahnya" ucap Lea tersenyum ke arah Vina dan melirik sinis ke arah Aariz.
"Hei, emang kenapa rupanya kalau mirip aku? aku tampan begini juga! lagian itu anakku, ya pasti mirip aku lah. Kan gak mungkin mirip orang lain." ucap Aariz tidak terima.
"Wajahnya, bolehlah mirip, tapi, jangan dengan sifatnya yang menyebalkan." balas Lea sembari menjulurkan lidahnya lalu membuang mukanya, ke arah Galang yang sedang menatapnya,dengan senyum yang dikulum.
Seketika pipi Lea berubah warna menjadi seperti kepiting rebus . " aiss, Ka Galang jadi ilfeel gak sih liat gue tadi?" batin Lea, yang tanpa sadar sudah menunjukkan sikap bar-barnya, padahal diluaran dia selalu bersikap kalem.
"Udah,udah, stop berantemnya! kalian berdua ya, kalau ketemu selalu aja berantem." Tiara buka suara untuk menengahi perdebatan Aariz dan Lea.
"Kamu kenapa sayang? wajah kamu kok pucat?" tanya Aarash tiba-tiba, ketika melihat wajah Laura pucat dan seperti sedang menahan sakit.
Pertanyaan Aarash seketika membuat Semua mata menoleh ke arah Aarash dan Laura.
"Perutku s-sakit,Mas!" sahut Laura dengan wajah yang terlihat seperti ingin menangis.
"Sakit? kok bisa? kamu makan apa tadi?"
Plakk ... tangan Tiara tiba-tiba melayang,ke kepala Aarash
"Dasar gendeng, istrimu mau melahirkan itu!"
"Apaaaa?!"
Tbc
Jangan lupa buat like, vote dan komen.Thank you
__ADS_1