
"Cucu oma sudah datang"ucap ibu Sarah gembira sambil mencium si kembar begitu Bimo dan yang lainnya masuk ke dalam rumah.Sedangkan Bimo langsung memeluk mbok Sumi yang sudah sangat dirindukannya.Seno jangan di tanya lagi,dia langsung ke dapur mencari sesuatu yang bisa di makan.Dimas langsung duduk di sofa.
"mbok sudah lama di Jakarta kok baru main ke rumah sih?" ujar Bimo yang tidak merasa malu menampakan kemanjaannya di depan mbok Sumi.
"den Bimbim juga gak pernah main ke rumah mbok, padahal ibu Sarah sering main ke rumah" protes mbok Sumi.
"hehehe ,maklumlah mbok, Bimo sibuk terus"ucap Bimo sambil cengengesan.
"Alasan aja kamu" ucap mbok Sumi.
sikembar dari tadi sudah dimonopoli sama bu Sarah.Pak Burhan yang baru saja mengenal si kembar langsung merasa suka. Dan langsung mengajak sikembar untuk bermain di taman belakang.Mbok Sumi yang melihat hal itu merasa bahagia dengan mata yang berkaca-kaca.
"mbok kenapa? kok kelihatan sedih?"tanya Bimo heran, sehingga semua mata tak terkecuali Dimas, melihat ke arah mbok Sumi begitu mendengar perkataan Bimo.
" Mbok gak sedih den,justru mbok sedang bahagia,melihat banyak orang yang sayang sama sikembar, semenjak mereka tinggal di Jakarta".ujar Mbok Sumi sambil mengusap air mata di wajahnya.
"Kalau saya kembali melihat lagi kebelakang,mbok tidak menyangka, kalau wanita hamil yang dulu datang, dan berniat mengontrak rumah ibu, sanggup bertahan dan berjuang mengandung dan melahirkan si kembar tanpa dampingan ayah mereka.Bunda mereka wanita yang kuat, tegar walaupun banyak cibirin yang dia dapat hampir setiap hari.mbok tahu dia selalu kelihatan tegar dan selalu tersenyum di depan mbok dan si kembar.Tapi ketika dia di kamar mbok sering mendengar dia selalu menangis."ujar mbok Sumi dengan mata menerawang mengingat masa lalu.
Bimo yang mendengar cerita mbok Sumi, entah kenapa merasakan perih di hatinya.
"pantasan Dimas begitu mencintai bundanya sikembar.ternyata dia adalah wanita yang istimewa" batin Bimo yang secara tidak langsung juga mengagumi, dan penasaran ingin mengenal wanita yang dipanggil bunda oleh si kembar.
"Sikembar juga sering di bully oleh teman-temannya den Bimbim.Setiap hari pulang dari sekolah,wajah mereka selalu terlihat murung.Mereka selalu bertanya bagaimana rasanya punya seorang ayah" lanjut mbok Sumi menceritakan kembali kehidupan sikembar.
"Ada ya seorang ayah yang tega menelantarkan anak-anaknya? pasti dia seorang laki-laki yang brengsek"umpat Bimo geram .
Author:lo itu ayahnya si kembar Bimo, lo ngumpat diri sendiri kali.
__ADS_1
"Tapi kenapa Billa sampai sekarang tidak mau memberikan seorang ayah buat sikembar mbok" ucap Dimas tiba-tiba yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, untuk mengetahui alasan wanita pujaannya itu, selalu menolak dirinya.
" Mbok tidak tahu pasti den Dimas,tapi dia pernah berkata,kalau dia masih sulit untuk melupakan ayahnya sikembar,walaupun laki-laki itu sudah sangat menyakitinya"
Dimas terdiam membisu dan merasakan sakit yang amat sangat,seperti ada ribuan jarum yang menusuk jantungnya, begitu mendengar ucapan mbok Sumi.
"Mbok sudah berkali-kali membujuk dia untuk membuka hatinya ke Den Dimas,tapi dia selalu mengatakan kalau dia tidak pantas".
"Tidak pantas bagaimana mbok? karena dia seorang janda dan seorang pelayan?, keluargaku tak sepicik itu mbok,yang ku tahu keluarga ku selalu mendukung kebahagiaan ku" ujar Dimas berapi-api, berasa memiliki kesempatan untuk memuntahkan uneg-unegnya.
"Bukan hanya karna alasan itu nak,tapi Tia,eh Billa mempunyai alasan lain.Dan saya tidak punya hak utuk memberitahukan apa alasan dia sebenarnya".
Mendengar ucapan mbok Sumi,seketika Dimas teringat ucapan Billa yang mengatakan, kalau sebenarnya dia tidak tahu apapun tentang Billa".
"Aku harus cari tahu dari Sinta kayanya".ucap Dimas berbisik pada dirinya sendiri.
Semua orang sudah berkumpul di taman belakang,dari tadi Si kembar tidak pernah lepas dari Bimo.Bimo yang biasanya tidak pernah sabar mengahadapi anak kecil,kali ini terlihat begitu sabar menghadapi sikembar.
Dimas yang melihat itu semua, berasa seperti makhluk transparan yang tidak terlihat.Ingin sekali dia marah melihat kedekatan Bimo dan keluarganya sama sikembar.Bahkan dia yang sudah beberapa kali bertemu dengan sikembar, gak bisa sedekat itu.Aarash yang biasanya gak terlalu banyak bicara hari ini kelihatan banyak bicara. Akan tetapi, dia mau marah sama siapa?, kayanya dia tidak punya hak untuk marah.Sikembar punya hak untuk memilih dekat dengan siapapun.Tanpa sadar Dimas mendesah dengan sedikit keras.
Seno yang menyadari hal itu merasa prihatin,dia menghampiri Dimas dan menepuk-nepuk bahu Dimas.
"sabar dan tetap semangat" bisik Seno sambil tersenyum.dari mulutnya tercium aroma potato chip yang sudah lebih dari 3 bungkus ludes dan masuk ke perutnya.Dimas membalas senyuman Seno dengan senyuman kecut.
Dari kejahuan terlihat mbok Sumi sedang menerima panggilan,Dimas berharap itu Billa yang meminta mbok Sumi dan anak-anak pulang,sehingga dia bisa menawarkan dirinya untuk mengantar mereka pulang.Dengan kejadian ini Dimas justru semakin terpacu semangatnya untuk tetap mengambil hati Billa dan si kembar.
"Bu Sarah, pak, Bim kayanya ini udah terlalu sore,kami mau pamit pulang,bundanya anak-anak sudah pulang dan nanyain si kembar!" ucap mbok Sumi.
__ADS_1
"Oh ya udah, biar Bimo yang antar mbok" ujar ibu Sarah menawarkan.
" Oh Apakah Den bimbim tidak keberatan? ucap mbok Sumi yang selalu memanggil nama Bimo dengan Bimbim.
"tentu saja tidak mbok" ucap Bimo
"biar saya aja yang antar Bim,sekalian aku juga mau pamit pulang" sambar Dimas tiba-tiba seakan tidak mau kehilangan kesempatan lagi.
Bimo melihat ke arah Seno, yang terlihat mengangguk-angguk kan kepalanya samar, serta mengedipkan sebelah matanya.Untung Bimo cepat tanggap dan mengerti maksud Seno, yang ingin membiarkan Dimas, memiliki waktu mendekatkan diri dengan si kembar.
"Oh boleh juga, mbok biar Dimas aja yang antar ya,soalnya saya ada hal penting yang mau dibicarakan dengan Seno.Gak pa pa kan mbok?" ucap Bimo mencari alasan.
"Ya udah nggak pa pa, ya udah kalau begitu kami pamit dulu ya bu, pak, Bim" ujar mbok Sumi tanpa menyebutkan nama Seno.
"Sama aku gak pamit mbok?" ujar Seno pura-pura cemberut.
"Oh maaf nak, namanya siapa tadi?" tanya mbok Sumi yang lupa nama Seno.
" Se to the no, Seno mbok"ujar Seno sambil nyengir.
"oh iya mbok pamit juga ya nak seno.Aarash, Aarisz ayok nak, bunda sudah menunggu di rumah" ajak mbok Sumi ke sikembar, yang terlihat kecewa karena bukan Bimo yang mengantar mereka pulang. Tapi ,karena Bimo berjanji akan mengajak mereka bermain kapan-kapan,mereka pun akhirnya mau pulang bersama Dimas.
to be continue
please tetap mendukung Author receh ini dengan like,vote dan komen.
tinggalkan kritik dan saran juga ya guys😀😀🥰🥰🤗🤗
__ADS_1