
Tiara mengikuti Bimo yang menariknya.Sesekali dia menoleh kebelakang,merasa kasihan dan tidak tega meninggalkan Gladys.
"Sayang, kasihan Gladys di tinggal" ucap Tiara berusaha menghentikan langkah Bimo.
"Orang seperti dia tidak usah dikasihani sayang! dia pasti akan baik-baik saja.Kamu tenang aja ya! " Bimo menangkup wajah Tiara dan mengecup bibir Tiara sekilas.
"Bimo...malu dilihat banyak orang ah" Tiara mendorong pelan dada Bimo agar menjauh sedikit dari tubuhnya.
"Sayang, kita itu sudah sah suami istri,ngapain malu coba? lagian ini bukan negara kita, yang masih menjunjung tinggi etika dan sopan santun. Di sini mah, hal pelukan dan berciuman di tempat umum udah biasa.Gak bakal ada yang perduli. Jadi, kamu gak usah takut kalau bakal ada yang nyiyirin kamu.Karena mereka gak punya waktu buat nyiyir yang gak penting." jelas Bimo tersenyum.
Tiara manggut-manggut,tapi tidak membalas senyuman Bimo.Entah kenapa rasa cemburu dan kesal kembali datang ketika mengingat Gladys memeluk Bimo tadi.Dia membayangkan,ketika Gladys memeluk Bimo dari belakang,pasti benda kenyal milik Gladys menempel di punggung Bimo. Tiara menepis tangan Bimo dari tangannya. Dan berjalan sendiri meninggalkan Bimo yang terheran-heran dengan perubahan Tiara.
"Kamu kenapa yang? kamu marah sama aku? iya deh, aku janji gak bakal cium-cium kamu di depan umum lagi" Bimo mengejar Tiara dan berusaha mensejajarkan langkahnya dengan langkah Tiara.Dia benar-benar salah paham dengan perubahan Tiara.Dia merasa masalah Gladys sudah selesai dan Tiara marah karena dia mengecup bibir Tiara di depan umum.
"Ih,emang yang lagi marah siapa? aku cuma masih kesal aja sana kamu.Kamu mau aja dipeluk sama Gladys tadi! " Tiara mencebikkan bibirnya dan memandang Bimo sinis.
"heh? masalah itu lagi? aku kirain masalahnya sudah selesai" Gumam Bimo .
"Yang, aku kan udah bilang, aku tidak tahu kalau itu Gladys.Kok kamu masih kesal aja sih?" Tanya Bimo frustasi.
"Baju kamu itu, masih tertinggal baunya Gladys.jadi, selama kamu masih pake baju itu,jangan dekat-dekat sama aku."
Mata Bimo membulat dengan sempurna dengan mulut yang menganga, mendengar alasan Tiara yang tidak mau dekat dengannya, hanya karena menganggap kalau bau Gladys masih menempel dibadannya.
"Ya udah, kalau gitu, aku buka aja bajunya di sini" Bimo mulai mengangkat T-shirt yang dia pakai keatas.
"Stop Bim! kamu ngapain buka baju di sini? Kamu mau memamerkan badan mu dan menunjukkan sama orang-orang,kalau kamu punya badan yang bagus gitu? " Tiara mendelik marah ke arah Bimo.
__ADS_1
"Kan kamu yang bilang yang,kalau kamu tidak mau dekat, kalau aku masih pakai pakaian ini! Bimo terlihat frustasi,merasa serba salah,dan tidak tahu mau melakukan apa lagi.
"Ya udah,berhubung aku belum tahu tempat ini, marahnya aku tunda dulu.Marahnya ntar aja aku lanjutin di kamar" Tiara mendekati Bimo dan kembali menggandeng tangan Bimo.
"Ada ya, marah bisa ditunda? tapi gak pa-pa deh,setidaknya aku tidak disuruh buka baju.Dan aku yakin, nanti dia juga bakal lupa dengan marahnya" Bimo berbisik pada dirinya sendiri.
Tiara sepertinya sudah melupakan rasa kesal dan cemburunya.Itu terlihat dari sikap dia yang sudah kembali ke mode ceria.Bimo juga terlihat bahagia melihat Tiara bahagia.
"Yang, kamu beli lakban hitam itu buat apa?"Bimo terlihat bingung dengan benda yang dibeli oleh Tiara.
"Gak buat apa-apa sayang! aku cuma suka aja bentuknya.bulat-bulat gimana gitu? " jawab Tiara ambigu.
"Lah, kan bentuk lakban memang seperti itu yang? "
"Udah deh, kamu diam aja, pokok nya kalau aku beli,berarti itu ada gunanya" jawab Tiara ketus.
"Ya, udah kita balik ke hotel yuk! aku cape banget pengen istirahat" ajak Tiara.
"Ya udah yuk!" Bimo langsung semangat dan pikirannya langsung traveling membayangkan hal yang akan mereka lakukan di kamar hotel nantinya.Apalagi kalau bukan main dokter-dokteran.
*****
"Yang, aku masuk kamar mandi duluan ya, aku mau mandi, soalnya badan ku udah lengket semua nih! "
"Kita mandi bersama aja yang, biar cepat selesainya" ucap Bimo berharap.
"Nggak mau, cepat apanya..yang ada mah bakal lama! pokok nya kamu tunggu disini"
__ADS_1
"Iya deh iya" ucap Bimo pasrah.
Tiara keluar dari kamar mandi sudah wangi dan sudah mengganti pakaiannya.Mencium aroma sabun yang berasal dari tubuh Tiara membuat libido Bimo naik.Ingin rasanya dia menyergap tubuh Tiara sekarang juga. Bimo perlahan mendekati Tiara.
"Eits, jangan dekat-dekat, kamu bau Bim, kamu mandi sana.pakai sabun yang banyak" Tiara mendorong Bimo masuk kedalam kamar mandi.
Bimo keluar dari dalam kamar mandi,hanya dengan handuk yang terlilit di pinggangnya. Dia merasa gak ada gunanya juga pakai baju,toh nanti bakalan dibuka juga.
Bimo keluar dari kamar mandi, dengan semangat 45, membayangkan kegiatan yang yang akan mereka lakukan setelah ini.Bimo terbelalak, melihat apa yang ada di depannya. Tiara duduk dengan santai diatas ranjang. Tiara sudah membuat batas dilantai sekeliling ranjang dari lakban hitam yang dia beli tadi. Bimo berniat mendekati Tiara dan bergabung dengannya di atas ranjang.
"Stop! berhenti di sana! kamu gak lihat apa sudah ada batas disana? itu tandanya kamu gak boleh melewatinya" teriak Tiara sebelum Bimo melewati garis yang dibuat oleh Tiara.
"Tapi kenapa yang? aku salah apa lagi sih? Bimo mengrenyitkan alisnya bingung.
"Aku masih kesal sama kamu! di badan kamu masih nempel kuman dari Gladys."
"Yang, aku kan sudah mandi, bajunya juga sudah diganti. Aku jamin, badan ku udah steril dari kumannya si Gladys.Aku bisa ya tidur di sana" Mohom Bimo dengan wajah yang memelas.
"Gak boleh! kamu pokoknya tidur di sofa. Lagian ngapain kamu belum pake baju? tuh baju kamu,udah aku letakkan di atas sofa, pake sono! Tiara menunjuk ke arah sofa, dan benar saja, sudah ada pakaian Bimo di sana.
"Tega kamu yang!" gerutu Bimo, melangkah ke arah sofa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Yang, yakin nih aku tidur di sofa? tanya Bimo memastikan.Tapi tidak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Tiara.Bimo menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dalam sekali hentakan.
"Tong, sabar ya! sepertinya malam ini kita puasa dulu.Jalan menuju gua, lagi ditutup,lagi ada perbaikan jalan.Baik-baik lo di dalam sana, ngeram telor.Jagain baik-baik bibit unggul gue ya tong!" gumam Bimo pada benda pusakanya,yang dari tadi langsung mengkerut, begitu mendengar teriakan stop dari mulut Tiara
TBC
__ADS_1
Jangan lupa tap like,vote dan komennya ya gais.🥰🤗