
Sudah 3 minggu lamanya, semenjak kabar bahagia tentang kehamilan Tiara dan Amira berlalu.Bimo menepati janjinya menjadi suami siaga.Demikian juga hal nya dengan Seno.
Kehamilan Tiara kali ini sangat jauh berbeda dengan waktu dia hamil Aarash dan Aariz.Kalau dulu dia berusaha sendiri untuk memenuhi apa yang dia inginkan,sekarang dia bagaikan ratu yang keingingan akan selalu dikabulkan oleh Bimo.
Kehamilan Tiara merupakan kebahagiaan buat Bimo sekaligus penyiksaan yang hakiki buat dirinya.Gimana tidak,semenjak Tiara hamil, Tiara sangat suka sekali mengendus-endus leher Bimo dan menempel bagaikan perangko,yang mengakibatkan Bimo harus mati-matian menahan gairah dan hasratnya untuk memakan Tiara.Karena dokter masih melarang untuk melakukan hubungan suami istri,mengingat kalau kandungan Tiara masih terlalu muda. Dan kehamilan Tiara kali ini memang sedikit lemah.
Kalau dulu,Bimo tidak terlalu perduli dengan kalender, sekarang tiap hari Bimo tidak pernah absen untuk memberi tanda dikalender, untuk mengetahui tinggal berapa lama lagi dia harus berpuasa.
Lain Bimo, lain lagi Seno.Seno bukan saja harus kuat menahan hasratnya, tapi dia harus kuat meladeni permintaan Amira yang aneh-aneh. Yang ingin ngelus kepala botak lah,yang ingin lihat Seno goyang dangdut lah, pengen makan makanan Korea tapi harus Seno yang masakin , dan banyak permintaan aneh lainnya. Tapi, baik Bimo maupun Seno berusaha untuk tidak mengeluh dan menuruti kemauan istri mereka masing-masing.Walaupun mereka berdua sering menggerutu di dalam hati.
******
"Bim, pekerjaan gue, sudah gue bereskan semuanya.Lo tinggal cek aja, masih ada yang kurang atau nggak."
"Gak usah Sen! Gue percaya sama kinerja lo yang tidak pernah mengecewakan. Yang gue khawatirkan sekarang, apakah pengganti lo,bisa bekerja dengan baik seperti lo atau nggak?" Wajah Bimo terlihat resah karena mulai besok Seno sudah harus menggantikan Pak Wijaya untuk memimpin Wijaya Group dan perusahaan properti miliknya sendiri.
"Lo tenang aja Bim, Rio bisa dipercaya.Aku sudah menyelidiki kinerja dia di perusahaan sebelumnya.Dia sangat cekatan dan cepat tanggap.Dia juga orang yang cerdas dan teliti."
"Apa kamu juga tahu kenapa dia mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya? tidak ada gunanya juga cerdas, kalau tidak memiliki loyalitas di tempat dia bekerja Sen.Karena zaman sekarang banyak orang yang memanfaatkan kecerdasannya.Berharap dia mendapat gaji yang tinggi.Sehingga ketika ada perusahaan lain yang menawarkan gaji yang lebih tinggi dari gajinya sekarang,dia langsung tergiur dan buru- buru resign dan pindah haluan.Gue tidak mau orang seperti itu Sen."
"Kamu tenang aja Bim,aku berani jamin, kalau Rio bukan orang seperti itu.Sewaktu dia mengajukan surat lamarannya,aku langsung menyelidiki latar belakang dan loyalitasnya dalam sebuah perusahaan.Dia keluar dari perusahaan sebelumnya,bukan karena saya tawarkan dia gaji yang lebih besar dari gajinya disana,tapi karena dia sudah muak dengan sikap bos nya yang otoriter dan mau se enaknya sendiri."
"Ok Sen, gue percaya sama sama lo" ucap Bimo pasrah.
"Oh ya, Bim, Tadi Dimas masuk rumah sakit.Kabarnya dia terkena tipes karena dia terlalu porsir dalam bekerja, sampai melupakan jadwal makan.Jadi nanti sore, keluar dari kantor, kita jenguk dia dulu ya!" ujar Seno dan Bimo menganggukkan kepalanya,tanda setuju dengan ajakan Seno.
__ADS_1
" Tapi seperti bisa Bim...."
"Teutap, harus izin dulu sama kanjeng ratu" ucap keduanya bersamaan sambil tertawa terbahak-bahak.
*****
"Hai, Dim apa kabar?" Sapa Bimo ngeledek,dan mendapat tabokan keras dari Seno.
" Sialan lo Bim, udah tau gue lagi sakit,masih nanya kabar aja lo" cetus Dimas kesal.
"Maaf, sob, gue becanda" kekeh Bimo.
"Becanda lo nggak lucu! cetus Dimas kesal.
"Kalau lo datang, cuma mau ngeledek gue,mending lo berdua balik aja deh." Entah kenapa perasaan Dimas sangat sensitif saat ini.
"Lo kenapa sob? lo ada masalah ya?" Seno mendaratkan tubuhnya untuk duduk di kursi dekat kasur dimana Dimas terbaring.Sedangkan Bimo juga mendaratkan tubuhnya untuk duduk di sofa.Tapi dia tetap memasang telinganya dengan baik,was-was kalau-kalau Dimas masih menginginkan Tiara.
Dimas menghela nafasnya dengan cepat dan matanya menerawang, memandang langit-langit ruangan tempat dia berbaring.
"Menurut kalian berdua,apa yang kurang dari aku? apakah aku sama sekali tidak menarik sedikitpun? Kenapa setiap aku menyukai seseorang, selalu bertepuk sebelah tangan?" Dimas menoleh untuk meminta pendapat dari kedua sahabatnya.
Bimo berdiri dan beranjak menghampiri Dimas.
"Lo, lagi patah hati ya sob? Lo nggak patah hati sama Tiara kan?"
__ADS_1
"Tiara udah gue anggap adik gue sendiri Bim! Rasa sakit yang gue rasa kali ini,lebih sakit dari yang gue rasa ketika Tiara milih lo"
"Apakah wanita itu Sinta Dim" tebak Bimo to the point.
Dimas sedikit kaget mendengar tebakan Bimo yang tidak meleset sama sekali.
"Kok lo tau Bim? Gue kan belum pernah cerita sama lo!"
" Gue bisa lihat kecemburuan lo,saat Sinta didekati oleh Steven di acara pernikahan gue.Gue rasa lo saat itu udah punya rasa buat Sinta, tapi lo berusaha menyangkalnya.Iya kan Dim?" Bimo tersenyum simpul ke arah Dimas yang diam terpaku mendengar penuturan Bimo.
"Gue saat itu belum yakin dengan perasaan gue Bim.Gue merasa perasaan gue yang timbul ke dia itu terlalu cepat.Gue merasa kalau gue hanya menganggap dia sebagai teman saja.Dia sering memberikan aku nasihat,menganjurkan aku untuk selalu menerima sesuatu itu dengan ikhlas." Dimas diam sejenak untuk mengambil jeda.Dia menghela nafasnya dengan sekali hentakan.
" Aku terbiasa dengan dia,sehingga perasaan suka berubah menjadi cinta.Aku baru menyadari perasaan ku,ketika seminggu yang lalu aku melihat dia kencan dengan seorang pemuda. Mereka berdua terlihat sangat mesra Bim.Perasaan ku sangat hancur Bim,lebih sakit dari ketika aku mengikhlaskan Tiara kepadamu. Aku berusaha melupakan dia dengan menyibukkan diriku dengan pekerjaan-pekerjaanku sampai aku lupa untuk menjaga kesehatanku." Dimas, mengusap setitik cairan bening dari kedua sudut matanya.
"Apakah kamu mengenal laki-laki itu? dan apakah kamu yakin kalau laki-laki itu kekasih Sinta?" Tanya Bimo beruntun.
"Aku memang tidak mengenal siapa laki-laki itu! Tapi aku yakin, kalau dia adalah orang yang pernah Sinta katakan.Kalau dia pernah menyukai seseorang.Mereka terlihat sangat mesra,pandang-pandangan dan tertawa bahagia" Dimas kembali menerawang memandang ke atas,.berusaha menahan agar air matanya tidak merembes keluar.
"Kamu salah Dim! laki-laki yang pernah dicintai oleh Sinta, ada di ruangan ini.Dan kamu pasti bisa tebak siapa orangnya!" Bimo menarik ekor matanya melirik kearah Seno.
"Jangan Bilang kalau pria itu Seno Bim! Gue gak akan percaya. "
" Tapi sayangnya itu benar Dim!Gue dengar sendiri dari Tiara " tegas Bimo.
Seno terhenyak mendengar ucapan Bimo.kedua matanya membulat dengan sempurna dengan mulut sedikit menganga.
__ADS_1
TBC
Jangan lupa ritualnya Gaesss.Like,vote dan komen Thank you🥰🥰