
"Ma-maaf pak, aku tidak sengaja" ucap seorang pelayan, yang tiba-tiba hampir terjatuh menimpa Bimo.
"Kalau jalan pakai mata dong! Kamu tidak tahu siapa tuan ini? " ucap Seorang pria setengah baya,yang sok-sok an membela Bimo dengan tujuan mencari muka ( padahal mukanya kan gak kemana-mana yak! ngapain pula cari muka?ckck)
"Tidak apa-apa pak Danu, dia tidak sengaja" ucap Bimo menengahi.
"Kamu boleh pergi! lain kali kamu hati-hati ya! " ucap Bimo kepada pelayan tadi.
"Terima kasih pak....sekali lagi maaf" Pelayan tadi segera berlalu setelah membungkukan sedikit badannya di depan Bimo.
"Pak Bimo,baik sekali ya! harusnya pak Bimo melaporkannya supaya dia dipecat saja dari sini"
"Tidak apa-apa pak Danu,ini bukan masalah besar!.Dan dia benar-benar tidak sengaja" Bimo menghentikan sikap pak Danu yang berlebihan.Bimo sudah kenyang dan hafal dengan sikap-sikap orang yang selalu mencari perhatiannya.
Bimo meneguk minuman dingin yang ada di meja, karena merasa sedikit haus.Baru saja dia meminum minumannya, tiba-tiba Bimo merasa sedikit pusing.
"Kamu kenapa Bim?" tanya Seno yang baru saja kembali dari toilet,heran melihat Bimo yang terlihat sedang memijit-mijit keningnya.
"Gak pa-pa Sen! aku cuma sedikit pusing aja. Aku pulang duluan, kamu disini dulu.Nanti kalau pak Broto tanya, bilang aja aku pulang duluan karena kurang enak badan" ucap Bimo, yang kepalanya sudah terasa semakin pusing.
"Aku antar kamu aja ya?" Seno menawarkan diri membantu Bimo.
"Gak usah Sen, aku bisa sendiri.Gak enak sama pak Broto nanti" tolak Bimo sambil berlalu pergi setelah pamit juga dengan pak Danu dan rekan-rekannya yang lain.
Bimo yang merasakan kepalanya semakin pusing, akhirnya ambruk di depan pintu masuk ball room hotel itu.Empat orang laki-laki bertubuh besar terlihat membopong tubuh Bimo,dan membawa Bimo ke sebuah kamar di hotel itu.
*****
Tiara terlihat, sangat gelisah menunggu kepulangan Bimo.Malam sudah semakin larut,tapi tidak terlihat tanda-tanda Bimo akan pulang.Timbul perasaan sedikit menyesal di dalam hatinya,tidak ikut menghadiri acara pernikahan putri pak Broto bersama Bimo.
Ada perasaan yang tidak enak, yang muncul tiba-tiba di hatinya.Dia merasa seakan terjadi sesuatu yang buruk menimpa Bimo suaminya.Tiara berusaha untuk menepis semua hal yang ada di dalam pikirannya.
Dari tadi dia sudah berusaha menghubungi ponsel Bimo,tapi ponsel Bimo tidak bisa dihubungi sama sekali.Tiara juga sudah mengirimkan puluhan pesan, tapi tidak ada balasan,bahkan pesan itu cuma ceklis satu yang artinya pesan itu belum terkirim sama sekali.
__ADS_1
Drtttt drtttt
Tiara lansung meraih ponselnya, begitu ponselnya berbunyi, berharap itu dari Bimo suaminya.
"Seno? ngapain dia nelpon aku? tidak ada yang terjadi dengan Bimo kan? " batin Tiara khawatir, begitu melihat nama pemanggil yang tertera di ponselnya.
"*Halo Sen, kenapa?
"............."
"Hah? kok bisa?"
"................"
"Apakah Bimo baik-baik saja?"
"..……...…....….."
"Baiklah,aku percaya kamu.Mudah-mudahan semua bisa selesai secepatnya"
"Baik Sen, Tolong jaga dan perhatikan Bimo ya Sen!"
"..........................."
"Ok, bye Sen.Salam buat Bimo ya! sampaikan kalau aku akan selalu mencintainya*."
Tiara sedikit bernafas lega, mendapat informasi dari Seno, kalau Bimo malam ini tidak akan bisa pulang.Dan Bimo dalam keadaan baik-baik saja.Tiara membaringkan tubuhnya di atas kasur.Dia berusaha mempercayai Seno.Walaupun, sejujurnya ada rasa takut dan khawatir di dalam hatinya.
" Ya Tuhan tolong lindungi suamiku" doa Tiara.
Malam ini terasa sangat lama buat Tiara.Dia yang sudah terbiasa tidur di bawah pelukan Bimo, malam ini sangat susah untuk menutup matanya.Menjelang dini hari, Tiara akhirnya tertidur berselimut hati yang masih gundah gulana.
*****
__ADS_1
Bimo terlihat menggeliat dan membuka kedua matanya.Dia merasa aneh dengan kamar ini.Dia merasa kalau dia tidak sedang berada di kamarnya.Bimo duduk,dan memijit-mijit keningnya, karena masih merasa sedikit pusing.Dia berusaha mengingat apa yang telah terjadi tadi malam.
Sayup-sayup dia mendengar isakan tangis seorang wanita dari sebelah tempat dia tidur.Bimo menoleh dan kaget begitu melihat siapa sosok yang sedang menangis itu.Bimo menyingkap selimutnya dan semakin kaget melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.
"G-gladys? ke-kenapa aku ada disini? apa yang telah kamu lakukan padaku? hah?" teriak Bimo dengan amarah yang sudah memuncak.
"Seharusnya aku yang menanyakan itu pada mu Bim. Kenapa kamu tega melakukan ini semua kepadaku?, Hidup ku telah hancur Bim! Kamu telah menghancurkannya." Gladys semakin menangis dengan kencang,mendengar teriakan Bimo.
"Kamu jangan mengada-ada dys! Aku tidak mungkin melakukan ini semua padamu.Kamu menjebak aku ya?" bentak Bimo.
"Kamu tega Bim,menuduh ku melakukan semua ini.Walaupun aku mencintai kamu, aku tidak mungkin sampai melakukan hal kotor seperti ini. Aku sebenarnya juga sudah ikhlas,kamu bersama Tiara Bim.Tapi, kamu dengan bejatnya telah merengut kesucian ku.Kau telah menodai ku semalam Bim." ucap Gladys masih dengan terisak-isak.
"Hahaha, kamu kirain aku akan semudah itu mempercayai mu Dys? Aku udah tahu siapa kamu.Aku juga sudah tau kelicikan mu,yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang kamu mau" Bimo tertawa sinis menatap Gladys.
"Jadi maksud kamu,siapa yang melakukan ini semua Bim? kamu bisa lihat,tiada sesiapa disini.Dan kamu bisa lihat semua bekas ciuman di tubuhku.Dan kamu juga mau bukti? lihat noda darah siapa yang ada di sprei itu?.Dan kamu masih mau bilang kalau aku bohong? Kamu kejam Bim!." Ucap Gladys berusaha meyakinkan Bimo, kalaudia sedang tidak berbohong.
Bimo tercekat dan diam tidak bergeming, melihat kenyataan yang ada di depan matanya.Bimo sama sekali tidak ingat apapun yang terjadi semalam.Yang dia ingat dia hanya ambruk ketika dia hendak pulang, setelah itu dia tidak ingat apapun.
"Jadi apa mau mu sekarang? " tanya Bimo dingin dan ketus.
"Aku mau kamu bertanggung jawab Bim, kamu harus segera menikahiku". tuntut Gladys tegas.
"Kamu jangan gila dys! Aku sudah menikah dan aku sangat mencintai Tiara.Aku tidak akan pernah menikahi wanita lain lagi" tolak Bimo tegas.
"Jadi, bagaimana dengan aku Bim? Kamu telah merusak kehormatanku.Kamu jangan egois Bim.Jangan cuma kebahagiaan kamu saja yang kamu pikirkan.Bagaimana kalau nantinya aku hamil anak kamu? hah?" ucap Gladys semakin menuntut.
"Aku belum sepenuhnya percaya dys," Bimo menggeleng-gelengkan kepalanya.Dia turun dari kasur dan mengutip pakaiannya yang berserakan di lantai lalu mengenakannya kembali.
"Kamu tega Bim, aku punya buktinya.Aku sudah mengambil photo-photo kita tadi malam Bim. Kamu lihat aja,aku akan menunjukkannya pada Tiara.Aku tidak terima kamu giniin Bim" ancam Gladys.
"Jangan sesekali,kamu dekatin Tiara.Kalau aku tahu sekali saja kamu nyakitin dia, aku tidak akan segan-segan melenyapkan mu dari muka bumi ini" Marah Bimo sambil berlalu dari kamar itu dengan perasaan yang kacau dan marah.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa ritualnya guys.tap like,vote dan komen.Thank you.🥰🤗