YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
21.Saya bukan Tiara


__ADS_3

Bimo tak melepaskan pandangannya sedikitpun ke arah wanita itu,Bimo menunggu saat yang tepat untuk mendekati wanita itu.Ternyata wanita itu,tidak berniat untuk makan siang ditempat.Itu terlihat dari seorang pelayan yang membawakan bungkusan makanan dan menyerahkan nya ke tangan wanita itu. Setelah menerima dan membayar makananya,wanita itu beranjak dari kursi dan melangkah keluar.


Bimo yang tidak mau kehilangan jejak,buru-buru beranjak untuk mengikuti wanita itu


"Sen lo bayar dulu makanannya,gue mau kejar Tiara" ucap Bimo sambil sedikit berlari meninggalkan Seno yang mengomel tidak jelas.


"Sialan lo Bim, ujung-ujungnya gue juga yang bayar" omel Seno dalam hati sambil mengeluarkan dompet lalu memanggil pelayan untuk meminta billnya.


Tampak wanita itu berjalan perlahan ke arah mobil yang merah miliknya.Tapi sebelum dia masuk ke dalam mobil,tiba-tiba Bimo langsung menagkap tangan wanita itu lalu memeluknya dengan tangan yang gemetaran.


"Ti tiara, akhirnya aku menemukan mu Tiara,kamu kemana saja? sudah lama aku mencari kamu kemana-mana"Ucap Bimo sambil memeluk dengan erat seakan takut, wanita itu akan pergi lagi.


" Tiara?? siapa tiara? anda salah orang tuan,aku bukan Tiara" tolong lepaskan pelukan anda tuan saya susah bernafas" ucap wanita tadi sambil meronta berusaha melepaskan diri dari pelukan Bimo.


"Kamu jangan bohong ra, kamu ini Tiara,aku tahu kamu hanya berpura- pura tidak mengenalku, aku tahu kamu benci aku, karena memang kesalahan ku padamu sangat fatal, tolong maafkan aku ra,aku sangat menyesal ra"ucap Bimo dengan mata yang berkaca-kaca sambil melonggarkan pelukannya.


"Hei, bukan kah kamu tuan Bimo Putra Aryaguna?"ucap wanita itu kaget karena tidak menyangka yang memeluknya tadi adalah CEO yang Aryaguna corporation.


*Iya ini aku ra, kamu sudah mengingatku ra". Ucap Bimo senang.


"iya lah siapa yang gak kenal anda?" tapi ngomong-ngomong asisten anda yang cakep itu dimana?"tanya wanita itu sambil celingukan melihat sekeliling,melupakan ketakutan yang sempat menghampirinya tadi.


"Maksud kamu Seno ra?" tanya Bimo heran dan sedikit kesal.Dan disaat yang bersamaan Seno datang dengan nafas yang sedikit tersengal-sengal.


"kalian berdua ternyata disini"cape gue nyariin nya"ujar Seno setelah sedikit mengatur nafasnya.dan tidak menyadari ada dua pasang mata yang memandangnya dengan makna yang berbeda.Bimo dengan tatapan penuh amarah dan cemburu sedangkan wanita itu dengan memandang dengan tatapan penuh kekaguman.


"Kenapa dengan kalian berdua?" ucap Seno setelah menyadarinya.Dia bergidik takut melihat sorot mata Bimo yang sangat tajam.

__ADS_1


"Eh, anda tuan Seno kan? asistennya pak Bimo?, ternyata anda kelihatan lebih tampan aslinya dari di Tv"ucap wanita itu kegirangan sambil mencubit pipi Seno gemas. Sedangkan Bimo terlihat mengepalkan kedua tangannya.


"Eh, iya gue Seno ra, lo kenapa ra? kepala lo gak ada terbentur kan tadi? kok lo jadi aneh gini ra? ucap Seno heran dan mengangkat bahunya serta menggeleng-gelengkan kepalanya kearah Bimo ,seakan dia mau mengatakan kalau dia tidak tau apa-apa mengenai sikap wanita itu.


"Ra lagi, ra lagi, kan aku udah bilang aku itu bukan Tiara,aku itu Amira Larasati"


"Maksud kamu,kamu itu bukan Tiara" ucap Seno.


"Bukan,bukan bukan,"ucap wanita itu sambil sedikit memonyongkan bibirnya,


lalu masuk kedalam mobilnya.


Sebelum dia menjalankan mobilnya, wanita yang mengaku bernama Amira itu membuka sedikit kaca mobilnya tersenyum menggoda dan melambaikan tangannya ke arah Seno.


"Tapi kok bisa semirip itu ya?" ucap Seno sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Bimo dan Seno membuntuti mobil merah didepannya dengan sangat hati-hati.Mereka tidak mau mobil merah tadi merasa di ikuti dari belakang.


***


Wanita yang mengaku bernama Amira itu membunyikan klakson mobilnya di depan pagar sebuah rumah mewah.Seorang satpam dengan cekatan langsung membuka pintu pagar dan mempersilahkan Amira masuk sambil membungkukkan sedikit badannya.


sementara itu di mobil lain,dua pasang mata memperhatikan semua aktifitas yang terjadi di depan mereka.


"Kayanya dia memang bukan Tiara Sen" ucap Bimo lirih dengan raut muka kecewa.


"Hei, kamu gak boleh langsung ngomong begitu,masih ada kemungkinan dia itu Tiara mu Bim,"

__ADS_1


"Bagaimana mungkin Sen?,kamu lihat sendiri, dia tinggal di rumah yang sangat mewah, sikap dan cara bicaranya juga bukan Tiara banget."


"Setiap orang itu bisa berubah Bim, kali aja Tiara udah jadi orang sukses sekarang.Atau habis kejadian 7 tahun yang lalu itu,Tiara berniat bunuh diri,eh pas melompat kepalanya terbentur tapi dia gak jadi mati malah jadinya amnesia.Lalu dia di tolong sama keluarga kaya yang baik, dirawat dan bahkan diangkat jadi anak. Otaknya sedikit geser makanya dia tidak bisa membedakan yang mana pangeran yang mana pengawal" Cerocos Seno panjang lebar tanpa memberikan jedah.


"Kamu itu Sinetron banget Sen", apa hubungannya otak geser dengan tidak bisa membedakan antara pangeran dan pengawal?"


"Iya lah Bim,lo kan bisa lihat tadi, dia lebih memilih aku dari pada kamu,padahal selama ini kalau kita bersama aku selalu jadi second choice.Tadi aku benar-benar merasa jadi first choice untuk pertama kalinya.Kayanya hari ini akan jadi hari yang bersejarah buatku, dan akan ku ingat sepanjang hidupku" ucap Seno sambil senyum-senyum.


"Kayanya yang geser otak lo deh Sen"ucap Bimo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"tapi kayanya kita harus cari tau,mungkin saja apa yang kamu katakan tadi benar"


"sekarang Bim?"


"Nggak, Tahun depan, Ya sekarang lah Senooo.Ayo kita izin masuk dulu"kesal Bimo.


***


Maaf nak, ada tujuan apa mencari anak saya Amira?" ucap Seorang wanita setengah baya ,yang Bimo dan Seno tau merupakan ibu dari wanita yang bernama Amira.Wanita itu tampak sangat bahagia dengan kedatangan orang terkaya se Asia itu.


"Maaf nyonya,tolong jangan tersinggung dengan apa yang akan tanyakan, kami cuma mau nanya apakah Amira itu beneran anak nyonya?dan apakah dia pernah bersekolah di Jojga semasa SMA? dan apakah dia lupa ingatan" tanya Seno to the point,sedangkan Bimo hanya duduk diam,harap-harap cemas.


"Apa maksud perkataan anda? Amira itu,jelas-jelas anak kandung saya,dia di besarkan disini dan tidak pernah sama sekali tinggal di Jogja.


"Hei kok kalian berdua bisa tahu kalau rumah ku disini?kalian membuntuti aku ya? ucap Amira yang tiba-tiba muncul dengan suaran cemprengnya..


To br continue

__ADS_1


jangan lupa untuk tetap mendukung Author abal-abal ini.please like,vote dan komen


__ADS_2