YOU ARE MY DESTINY

YOU ARE MY DESTINY
Gerakan Gladys


__ADS_3

Sudah seminggu sejak kejadian yang tidak pernah diinginkan oleh Bimo terjadi. Dan sudah selama seminggu juga Bimo tidak menyentuh Tiara sama sekali.Sehingga menimbulkan kecurigaan bagi Tiara,karena biasanya Bimo tidak pernah tidak bergairah untuk menyentuh tubuh Tiara barang sehari pun.


Bimo juga sekarang lebih banyak diam, melamun dan menyibukkan diri dengan pekerjaannya.Di saat sendiri, Tiara sering menangis, karena merasa Bimo tidak mempunyai perhatian lagi terhadapnya.Tiara merasa, hati Bimo semakin jauh,walaupun raganya ada di dekatnya.Tapi perubahan Bimo terlihat hanya berlaku untuk dirinya saja, sedangkan untuk anak-anak, Bimo masih bersikap seperti biasa. Sedangkan untuknya,Bimo hanya berbicara seadanya,bahkan untuk tersenyum pun dia terasa kaku.


Seperti biasa, malam ini Bimo langsung tidur membelakangi Tiara.Dia hanya mengecup kening Tiara dan mengucapkan selamat malam sebelum dia tidur.Padahal Tiara benar-benar merindukan sentuhan Bimo suaminya.Entah kenapa belakangan ini,keinginan Tiara untuk memadu kasih dengan Bimo meningkat sangat tinggi.Tapi, Tiara takut dan malu untuk mengatakannya,karena perubahab sikap Bimo yang signifikan.


*****


Bimo terbangun mendengar suara isakan wanita yang sedang menangis di belakangnya.Dia menoleh kebelakang dan melihat bahu Tiara turun naik, menandakan kalau suara isak tangis itu berasal dari Tiara.


"Kamu kenapa sayang? Kamu kok menangis? kamu ada yang sakit? " tanya Bimo bertubi-tubi.


"Kamu jahat Bim!.Salah aku apa? kenapa kamu tiba-tiba berubah? Kamu gak sayang lagi sama aku?" air mata Tiara semakin tidak terbendung membasahi wajah pucatnya.


Bimo tidak kuasa lagi menahan rasa rindu untuk memeluk Tiara.Bimo menghapus air mata Tiara lalu membenamkan kepala Tiara kedalam dadanya. Bimo memeluk Tiara dengan erat seakan sudah bertahun-tahun dia tidak melakukannya. Bimo membelai lembut rambut hitam Tiara dan membubuhi ciuman berkali-kali ke puncak kepala Tiara.


"Maaf sayang, maaf kalau selama seminggu ini, aku kurang memperhatikanmu.Tapi itu bukan berarti aku tidak sayang lagi pada mu yang!" Bimo menangkup wajah Tiara untuk menunjukkan pada Tiara kalau hatinya tidak pernah berubah.


"Tapi kenapa kamu ......"


"Stttt! aku tidak apa-apa sayang! Aku cuma lagi punya banyak pikiran, karena terlalu banyak yang harus diurus di kantor" Bimo meletakkan jari telunjuknya ke bibir Tiara untuk menghindari agar Tiara tidak banyak bertanya.

__ADS_1


"Maaf kan aku sayang, aku cuma merasa bersalah ketika melihatmu! Aku merasa berdosa Ra.Aku ingin jujur,tapi aku takut kalau kamu akan meninggalkan ku lagi." batin Bimo dengan hati yang benar-benar kalut.


Bimo merasa ada yang aneh pada tubuh Tiara.Tiara terlihat kurusan dari sebelumnya.Rasa bersalahnya kembali semakin besar.Karena dia jarang perhatian lah makanya Tiara menjadi kurusan.


"Sayang, kamu kok terlihat kurusan? Kamu gak pernah makan ya?" tanya Bimo.


"Aku gak ada selera buat makan Bim! Gimana mau makan, kamu selalu dingin sama aku! sewot Tiara dengan bibir yang manyun.


"Maaf sayang! jadi, sekarang kamu mau makan apa? biara aku belikan." Bimo bertanya dengan lembut.


"Aku gak mau makan apa-apa yang!.Aku cuma mau dipeluk sama kamu". ucap Tiara bergerak untuk membuat tubuhnya semakin nempel ke tubuh Bimo.Membuat Bimo ingin sekali melakukan penyatuan bersamaTiara malam ini.Tapi, Bimo berusaha untuk menahan keinginanya itu,karena sampai pada saat ini,Bimo masih diselimuti dengan rasa bersalah.


" Sebenarnya dari kemarin aku ingin sekali makan martabak.Tapi nanti kalau aku minta, kamu bakal pergi keluar untuk membelinya. Aku takut setelah kamu kembali, kamu akan kembali dingin seperti kemarin-kemarin.Biarlah aku menahan keinginanku dulu, yang penting aku bisa dipeluk sama kamu Bim!." batin Tiara yang semakin mengeratkan pelukannya, dan menghirup aroma tubuh Bimo yang sangat dirindukannya beberapa hari ini.


*****


"Kamu kenapa Bim? kok seminggu ini, kamu kebanyakan diam dan melamun?.Kamu lagi ada masalah ya sama Tiara? " tanya Seno di sela-sela kesibukan mereka.


"Aku gak pa-pa Sen! Kamu keluar aja dulu.Aku mau fokus nyelesain pekerjaan ku" ucap Bimo, yang kali ini tidak terbuka pada Seno.Karena kali ini Bimo ingin menyelesaikan masalahnya sendiri.Dia tidak ingin menyusahkan Seno lagi.


" Bimo....Bimo. Kamu masih saja mau menutupi semuanya dari ku.Aku udah tahu masalahmu Bim" Seno melangkah keluar sambil mengangkat bahunya.Sudut bibir Seno sedikit terangkat saat dia menutup pintu ruangan Bimo.

__ADS_1


Sementara itu, Bimo kembali tertunduk dan mengacak-acak rambutnya, dan membentur-benturkan kepalanya,ke meja kerjanya.Dari kedua matanya cairan bening yang selalu setia menemaninya seminggu ini, kembali merembes membasahi wajah Bimo.Dia benar-benar tidak tahu mau berbuat apa lagi.Ingin rasanya dia pergi jauh dan menghilang saja dari muka bumi ini.


Disaat meratapi nasibnya, ponsel Bimo berbunyi.Dia melihat siapa yang sedang melakukan panggilan,dan ternyata itu dari wanita yang sudah membuat hidupnya berantakan, yang kehadirannya bagaikan mimpi buruk bagi Bimo.Siapa lagi kalau bukan Gladys.


Bimo tidak menggubris panggilan Gladys sama sekali, dia langsung mematikan panggilan begitu saja.Berkali-kali Gladys tidak menyerah untuk tetap melakukan panggilan ke ponsel Bimo.Tapi Bimo tidak pernah merespon sama sekali.


5 menit sudah berlalu, Bimo bernafas lega, karena tidak mendengar terdengar lagi ponselnya berbunyi.Tapi ketenangannnya hanya berlaku untuk sementara, karena tiba-tiba Gladys mengirimkan pesan dan photo-photo mereka yang sedang tidur bersama.


"Kamu jangan coba-coba lari dari tanggung jawab kamu Bimo.Aku tidak mau kamu campakkan begitu saja. Aku akan memberitahukan ini sama Tiara.Kamu lihat aja."


Gladys juga mengirimkan photo rumah Bimo,sebagai tanda, kalau dia sekarang sudah berada di depan rumah Bimo.


Ponsel Bimo terjatuh ke lantai seketika. Tanpa menunggu lama, Bimo langsung berlari keluar, untuk segera pulang.Dia tidak mau terjadi apa-apa pada istrinya Tiara. Bimo tidak memperdulikan Seno yang memanggil namanya. Kebetulan dia hendak meyerahkan berkas kerja sama yang membutuhkan tanda tangan Bimo.


Seno masuk ke ruangan Bimo untuk mencari tahu ada apa sebenarnya.Seno melihat ponsel Bimo yang terletak di lantai.Seno mengambil ponsel itu dan melihat semua pesan dari Gladys.


Sebuah senyuman sinis kini tersungging di sudut bibir Seno.


"Sepertinya Gladys bergerak dengan cepat.Ini diluar dari prediksiku! Tapi baguslah, makin cepat kan makin bagus" Gumam Seno sambil berlalu dari ruangan Bimo.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa untuk tetap meninggalkan jejak ya guys.satu like dari pembaca sangat berguna bagi author.jangan lupa juga buat rate, vote dan komen serta memberikan hadiah juga boleh.🥰🤗


__ADS_2